Nrimo Ing Pandum Artinya Adalah Legowo

Apa Arti Nrimo Ing Pandum Dan Penjelasan Tentang Nrimo Ing Pandum Adalah Legowo

Dalam hal ini, sungguh menarik bahwa dalam adat istiadat Jawa, ada resep untuk hidup berbahagia yang dikenal dengan istilah Nrimo ing Pandum artinya menerima dengan pemberian yang dalam kajian yang lebih luas bisa juga berarti berlapang dada atas apa yang kita terima dalam kehidupan atau “legowo” dalam menghadapi setiap lika-kelok dalam hidup. Penerapan “nrimo ing pandum” dalam kehidupan sosial bisa berarti bermurah hati dengan sesama.

Nrimo ing pandum adalah Arti yang mendalam menunjukan pada sikap Kejujuran, keiklasan, ringan dalam bekerja dan ketidakinginan untuk korupsi. Inti filosofi ini adalah Orang seharusnya iklas menerima hasil dari usaha yang telah dia kerjakan.

Apakah anda pernah mendengar sebuah ungkapan “nrimo ing pandum” Bagi anda orang jawa tentu telah tidak asing dengan ungkapan itu. Namun jikalau anda bukan orang jawa melainkan berada dalam lingungan orang-orang jawa mungkin pernah mendengar kalimat itu dan bertanya tanya apa artinya?

Nrimo ing pandum tu artinya kita menerima dan mensyukuri pemberian Tuhan terhadap kita. Apapun kondisinya. Pandum itu bukan pemberian dari manusia, melainkan dari Tuhan. Selayaknya kita menerima pemberian Tuhan dengan penuh rasa syukur. Kita seharusnya berterima beri pada Tuhan.

Nrimo ing pandum bisa di artikan menerima dengan pemberian. Dalam lingkup yang lebih luas bisa di artikan “menerima dengan lapang dada terhadap apa yang telah yang maha kuasa berikan padanya, semua sesuatu yang merekat pada dirinya atau lika kelok hidup yang seharusnya dia jalani.” atau jikalau dalam ajaran Islam bisa di artikan sifay qona’ah. Nrimo ing pandum juga bisa di artikan mewujudkan sebuah kekurangan menjadi sebuah kelebihan sebagai format rasa syukur.

Di sekitar kita banyak makhluk yang memiliki sifat qona’ah atau nrimo ing pandum yang bisa kita temui salah satunya adalah cicak. Cicak yang acap kali kali kita temui di rumah umumnya berlarian di dinding atau langit-langit rumah. Cicak tidak memiliki sayap dan tidak bisa terbang, melainkan makanan utamanya adalah binatang bersayap yang telah pasti bisa terbang, seperti nyamuk, lalat dan serangga kecil lainnya.

Namun belum pernah kita lihat ada cicak mati kelaparan sebab tidak mendapatkan makanan. Ia cuma bisa sabar menunggu kapan ada serangga yang terbang mendekatinya. Dan saat ada serangga yang mendekatinya dekat kencang dia menagkap serangga itu dengan menjulurkan lidahnya. Anehnya setiap hari ada saja binatang yang menjadi santapannya. Sehingga meskipun cicak tidak memiliki sayap, meskipun makanan utamanya binatang bersayap dia tidak pernah mengeluh dengan keadaannya.

baca juga: Tabel Shio 2020

Figur lain binatang yang qona’ah atau nrimo ing pandum adalah, laba-laba yang seharusnya sabar menunggu mangsanya datang menuju rumahnya, yang sekaligus jebakan yang dia gunakan sebagai alat untuk mendapatlan makanan. Burung yang tidak bisa mencangkul melainkan setiap hari bisa pulang dengan perut begah dan masih banyak lagi.

Seandainya binatang-binatang itu bisa nrimo ing pandum dengan semua ketebatasannya melainkan konsisten mendaptlan rizki cocok yang di janjikan tuhannya. Adakah alasan yang jelas bagi kita yang di ciptalan sempurna untuk tidak bersukur atas apa yang tujan berikan pada kita?

Kita yang sempurna sekali-sekali merasa lemah dan tidak bisa bertingkah apa apa saat mendaptkan problem. Meski saat tuhan mewujudkan sesuatu kekurangan pada diri seseorang supaya dia bisa memanfaatkan lebih terhadap apa yang ada padanya.

Filosofi ini adalah sebuah peribahasa. Kalimat peribahasa tidaklah ideal jikalau diistilahkan secara aktual. Filosofi ini benar-benar penting bagi kehidupan berdemokrasi. Seandainya bangsa kita mendasarkan demokrasi dengan falsafah diatas saya yakin negara kita pasti akan aman, tenteram dan sejahtera.’Mangan ora mangan’ melambangkan eforia demokrasi, yang mungkin satu pihak menerima sesuatu (kekuasaan) dan yang lain pihak tidak. Contohnya tidak bisa apa-apa konsisten legowo. ‘Sing penting ngumpul’ melambangkan berpegang teguh pada persatuan, yang artinya bersatu untuk tujuan bersama.

Saya saya punya 5 mangga, trus saya beri kau, kau bisa bilang ‘terima beri’ atau pun bilang ‘ngasih kok cuman 5’. Kalo kau jawab ‘ngasih kok cuman 5’, saya nggak bakal beri kau apa-apa lagi. Namun bakal kecewa sebab kau telah dikasih kok nggak berterimakasih. Namun kalo kau berterima beri, saya mungkin bakal ngasih kau lebih banyak lagi besok-besok.

baca juga: Ajian Paling Sakti Ditanah Jawa

Kamu juga dengan Tuhan. Kalo kau tak pernah bersyukur, kalian tidak bakal diberkati lebih banyak lagi. Kamu udah mengecewakan Tuhan. Kita memang seharusnya berusaha lebih bagus, melainkan jangan lupa bersyukur dalam situasi apapun. Nrimo ing pandum, Tuhan tau kau pantesnya dapet berkat seberapa besar berdasarkan usahamu tau yang terbaik buat kalian.”

error: Selamat Membaca