Pengertian Seni Budaya : Fungsi, Macam, Jenis, Materi Dan Artikel

Pengertian Seni Budaya

Artikel, Materi, Jenis Jenis, Fungsi, Macam Macam Dan Pengertian Seni Budaya Menurut Para Ahli

Seni Budaya – Perekonomian dunia terguncang jago balasan krisis finansial yang melanda dua benua: Amerika dan Eropa, semula terjadi pada 2008 dan berlanjut pada 2011.

Krisis ekonomi menohok tepat di wilayah yang menjadi jantung kapitalisme global.Dunia pun tersentak seakan tak percaya, negara-negara penganut sistem ekonomi kapitalis yang kelihatan tangguh ternyata bisa limbung terkena serangan krisis keuangan balasan utang yang menumpuk. Krisis finansial bahkan membuat sejumlah pemerintahan di negara-negara Eropa jatuh (Yunani, Italia) atau kalah dalam pemilu (Inggris, Irlandia, Spanyol).

Krisis ekonomi yang disebut paling serius semenjak The Great Depressionpada 1930-an itu memunculkan pertanyaan: mengapa negara dengan sistem ekonomi kapitalis yang tampak digdaya bisa lumpuh tak berdaya? Apakah krisis ekonomi ini menjadi penanda sejarah bahwa kapitalisme tengah memasuki periode senjakala?

Periksalah kembali Karl Marx dan pemikir-pemikir progresif-radikal bermazhab Marxian, yang karya-karya kesarjanaan mereka berisi kritik atas ideologi kapitalisme berikut praktik ekonomi kapitalis, pasti Anda akan menerima pencerahan betapa kapitalisme mengandung kontradiksi- pertentangan internal yang akut.

Sebagai sebuah sistem ekonomi, kapitalisme telah memikat dunia selama berbilang abad. Negara yang memeluk sosialisme mirip China sekalipun, praktik ekonominya bahkan merujuk pada kapitalisme. Namun, krisis keuangan yang justru melanda negaranegara kapitalis sendiri telah membuka mata dunia, betapa para kapitalis justru bekerja saling berbenturan.

Didorong oleh ambisi besar menguasai sumber-sumber ekonomi produktif, para kapitalis cenderung mendominasi sistem produksi, menguasai alat-alat produksi,dan memonopoli acara perekonomian untuk membangun masyarakat kapitalis.

Pengertian Seni Dan Budaya Beserta Macamnya – Seni Dan Budaya . Indonesia mempunyai aneka macam macam keunikan yang dimiliki . Salah satunya yakni ragam seni dan budaya yang dimiliki sangatlah bermacam-macam dan tentunya mempunyai nilai yang sangat berharga. Berbagai macam keunikan yang ada menunjukkan nilai lebih yang tentunya sayang sekali untuk kita acuhkan . Pada kesempatan kali ini akan kita bahas mengenai Pengertian Seni Dan Budaya Beserta Macamnya .

Artikel, Materi, Jenis Jenis, Fungsi, Macam Macam Dan Pengertian Seni Budaya Menurut Para Ahli

Pengertian Seni Dan Budaya Beserta Macamnya

A. Pengertian Budaya

Budaya berasal dari bahasa Sansekerta (Buddayah), dan bentuk jamaknya yakni Budi dan Daya.

  1. Budi : artinya akal, pikiran, nalar
  2. Daya : artinya usaha, upaya, Ikhtiar

Jadi kebudayaan yakni segala budi pikiran dalam berupaya atau berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidup

sehari-hari.

B. Pengertian Seni:

Seni pada mulanya yakni proses dari manusia, dan oleh alasannya itu merupakan sinonim dari ilmu. Dewasa ini, seni bisa dilihat dalam intisari lisan dari kreatifitas manusia. Seni sangat sulit untuk dijelaskan dan juga sulit dinilai, bahwa masing-masing individu artis menentukan sendiri peraturan dan parameter yang menuntunnya atau kerjanya, masih bisa dikatakan bahwa seni yakni proses dan produk dari menentukan medium, dan suatu set peraturan untuk penggunaan medium itu, dan suatu set nilai-nilai yang menentukan apa yang pantas dikirimkan dengan lisan lewat medium itu,

Untuk memberikan baik kepercayaan, gagasan, sensasi, atau perasaan dengan cara seefektif mungkin untuk medium itu. Sekalipun demikian, banyak seniman menerima efek dari orang lain masa lalu, dan juga beberapa garis aliran sudah muncul untuk mengungkap gagasan tertentu lewat simbolisme dan bentuk (seperti bakung yang bermaksud ajal dan mawar merah yang bermaksud cinta).

adapun beberapa teori seni rupa berdasarkan beberapa tokoh :

  1. Ki. Hadjar Dewantara

Seni yakni segala perbuatan insan yang timbul dan bersifat indah, menyenangkan dan sanggup menggerakan jiwa

manusia,

  1. Herbert Read

Aktivitas membuat bentuk-bentuk yang menyenangkan,

  1. Ahdiat Karta Miharja

Kegiatan rohani yang merefleksi pada jasmani, dan mempunyai daya yang bisa membangkitkan perasaan/jiwa orang

lain.

C. Cabang-cabang Seni ada 5 yaitu :

  1. Seni Rupa
  2. Seni Tari/gerak
  3. Seni Suara/Vocal/Musik
  4. Seni Sastra
  5. SeniTeater/drama

D. Macam-Macam Seni Rupa :
Seni Rupa Menurut Fungsinya :
a. Seni Rupa Murni (Fine Art) :
Seni rupa yang diciptakan tanpa mempertimbangkan kegunaannya atau seni bebas (Free Arat).
Contoh : seni lukis, seni patung, seni grafika dll.

b. Seni Rupa Terapan/pakai (Applied Art):

  1. Seni lukis
    Karya seni dua demensi yang bisa mengungkapkan pengalaman atau perasaan si pencipta. Pelukis yang sedang murung

akan tercipta karya yang bersifat susah, sedangkan pelukis yang sedang besar hati akan tercipta karya yang riang.

Karya tersebut terlihat pada goresan, garis-garis dan pewarnaan.

  1. Seni Kriya
    Karya seni terapan yang mengutamakan kegunaan dan keindahan (estetis) yang bisa menarik konsumen. Seni

kriya/kerajinan (handy Craff) ini biasanya untuk hiasan dan cenderamata. Karena karya ini termasuk karya yang

di perjual belikan dan mempunyai kegunaan bagi kehidupan masyarakat sehari- hari baik untuk alat rumah tangga maupun

untuk hiasan.
Bahkan satu desain kriya ini bisa di produksi dalam jumlah banyak oleh industri dan di pasarkan sebagai barang

dagangan.

  1. Seni Patung
    Seni Patung termasuk karya 3 Demensi. Karya seni ini termasuk seni murni yang diciptakan untuk mengungkapkan

ide-ide dan perasaan dari seniman yang mempunyai nilai estestis yang tinggi.

  1. Seni Dekorasi
    Karya seni yang bertujuan menghias suatu ruangan biar lebih indah. Contoh : Interior (dalam ruang : kamar,

ruang pertemuan, panggung, dll)
Eksterior (luar ruang : taman, kebun)

  1. Seni Reklame
    Reklame berasal dari Bahasa Latin (Re dan Clamo) artinya berteriak berulang-ulang. Tujuannya untuk

mempengaruhi, mengajak, menghimbau orang lain. Contoh : iklan, spanduk,

poster, Spanduk, Plank dll

E. Macam-Macam Seni Suara/Musik :

  1. Musik klasik
  2. Musik jazz
  3. Musik pop
  4. Musik bosa
  5. Musik rock
  6. Musik tradisional, dll.

F. Macam-Macam Seni Tari/Gerak :

  1. Tari klasik
  2. Tari kreasi baru
  3. Tari tradisional
  4. Tari modern, dll.

G. Macam-Macam Seni Sastra :

  1. Puisi
  2. Cerpen
  3. Prosa
  4. , dll.

H. Macam-Macam Seni Teater/Drama :

  1. Teater lama
  2. Teater komedi
  3. Teater baru
  4. Sendratasik (seni drama dan musik)

Masyarakat kapitalis terdiri atas kumpulan para pemilik modal yang saling bersaing untuk melaksanakan perluasan bisnis, alasannya digerakkan oleh hasrat mengakumulasi kapital dan melipatgandakan keuntungan.

Jika bukan kapitalis A yang berinvestasi di bidang perjuangan tertentu,niscaya kapitalis B yang akan mengambil peluang bisnis dan investasi.Watak dasar kapitalisme yakni endless accumulation, yang tercermin pada naluri primitif untuk mengakselerasi pertumbuhan.

Hasrat mengakumulasi kapital yang tak bertepi dalam kapitalisme menjalar mirip kanker, yang terus tumbuh hanya untuk mengantarkan seseorang ke pintu ajal (lihat John McMurtry,The Cancer Stage of Capitalism, Pluto Press, 2009).

Dengan tabiat ekspansionis dan bersandar pada aturan purba Darwinisme sosial, setiap pemilik modal cenderung berperilaku sama dalam menjalankan praktik ekonomi, melalui aneka rupa kegiatan bisnis berburu rente dalam payung oligopoli.

Praktik ekonomi yang demikian ini oleh Samir Amin, pemikir berhaluan Marxis, disebut the strategies of imperialist rent-seeking and rent-capturing by the oligopolies. Sosiolog Herbert Spencer yang mula-mula mengenalkan istilah Social Darwinism menjelaskan bahwa proses seleksi alam ditentukan oleh siapa yang lebih besar lengan berkuasa dan punya daya penyesuaian tinggi.

Beliau bukan saja bisa bertahan hidup, melainkan juga akan terus berkembang dalam kehidupan. Sebaliknya, bagi siapa saja yang lemah dan rendah daya adaptasinya, beliau akan punah dan tergilas oleh persaingan dalam kehidupan.

Pengerti

Hukum purba semacam ini diterapkan dengan sangat tepat dalam praktik ekonomi kapitalis, yang secara teknis disebut accumulation by dispossession. Frase ini mengindikasikan betapa kapitalisme bermetamorfosis sistem ekonomi hegemonik di era modern melalui eksploitasi,dominasi, dan disposesi.Karena itu, para kritikus menyebut praktik ekonomi kapitalis serupa dengan praktik kekuasaan imperialis, yang mengeruk kekayaan alam dan sumber daya ekonomi di wilayah jajahan demi kemakmuran penguasa kolonial.

Sistem kapitalisme memang menggerakkan acara ekonomi dengan memacu produktivitas, namun para kapitalis mengeksploitasi sumber daya ekonomi demi meraup laba bahkan melampaui apa yang mereka produksi.

Tak pelak,kapitalisme merupakan kekuatan destruktif yang sangat membahayakan peradaban dan kemaslahatan umat manusia. Dalam konteks demikian, argumen para kritikus yang menyebut kapitalisme sebagai sumber katastrofi sosial-ekonomi menemukan dasar pijakan yang kuat.

Simaklah kritik pedas—sekali lagi—Samir Amin, penafsir Marxisme nomor wahid, berikut: “The destructive dimension of capitalism makes it impossible to believe that this system can be sustainable. Its place in the history of humanity is that of a parenthesis, one which creates the conditions for overtaking it.If this doesn’t happen, capitalism can only lead to barbarism and the end of all human civilization.” (Ending the Crisis of Capitalism or Ending Capitalism? 2011).

Dalam konteks kritik ideologi, Amin melukiskan betapa kapitalisme penuh dengan paradoks yang pasti akan berujung pada pembusukan balasan keserakahan kolektif. Keserakahan berdaya rusak tinggilah yang mengantarkan pada krisis finansial global mirip yang terjadi ketika ini. Bagi Amin, guncangan yang menerpa sistem ekonomi kapitalis dalam beberapa tahun terakhir bahwasanya lebih dari sekadar krisis finansial, tapi jauh lebih mendalam lagi yakni krisis ideologi.

Membaca postingan di sosial media wacana kericuhan demo Taxi Online beberapa hari belakangan ini, banyak di antara para pengeritik yang mengarahkan telunjuk ke arah kapitalisme sebagai biang keroknya.

Menurut saya, evaluasi tersebut a-historis; — dan alasannya itu beberapa hari ini saya menyempatkan diri untuk membaca ulang 1-2 buku wacana kapitalisme yang kebetulan ada di perpustakaan saya. Ternyata, … kapitalisme yakni isme atau ideologi moderen sebagai tanggapan terhadap isme-isme lain yang telah hadir dan berjaya di masa lalu. Sebut saja feodalisme, kolonialisme, fasisme, komunisme, sosialisme, otoriterianisme, dll.

Kapitalisme sendiri berusaha untuk merumuskan alternatif terhadap tatanan masyarakat masa kemudian itu yang semakin kasatmata terlihat kebangkrutannya, hanya menghasilkan kemiskinan menyeluruh, dan menentang perubahan. Secara terminologis, kapitalisme yakni kegiatan produksi yang diperuntukkan bagi pasar, yang dilakukan oleh perorangan maupun secara bersama, dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan. Di dalamnya termasuk kebutuhan meningkatkan produktivitas dan efisiensi. So what gitu lho …

Dalam perkembangan lebih lanjut, berbekal kaidah efisiensi, konon koperasi moderen yang sekarang dikembangkan di Amerika Serikat juga mengikuti asas-asas kapitalisme.

Bahwa kemudian terjadi penyimpangan semacam kapitalisme semu di Asia Tenggara, hal semacam itu terjadi juga pada isme-isme terdahulu. Korupsi yang terkait dengan birokrasi mirip yang dipaparkan dalam The Rise of Ersatz Capitalism in Souteast Asia (Yoshihara Kunio, 1988) misalnya, itu juga terjadi dalam sosialisme, atau bentuk isme mana pun.

Dan memang, berdasarkan Peter L. Berger (1988), kapitalisme dan sosialisme dalam bentuk yang paling lengkap dan tepat sekalipun, tidak akan dijumpai pada masyarakat bangsa-negara mana pun; pada kurun waktu yang mana pun. Baik kapitalisme maupun sosialisme sama-sama tidak memuaskan dalam mencapai pemerataan dan keadilan.

Berdasarkan kajian teoritis terhadap relasi antara kapitalisme dengan stratifikasi; kapitalisme dengan bentuk-bentuk masyarakat politik; serta kapitalisme dengan aneka macam bentuk sistem nilai, dalam buku Revolusi Kapitalis, sampailah Peter Berger pada 50 proposisi wacana kemakmuran, keadilan dan kebebasan, yang diajukannya atas dasar bukti empiris; tidak semata-mata wacana kapitalisme, tetapi juga wacana “pantulan bayangan pohon”nya, yakni sosialisme.

Begitulah, inspirasi wacana sharing economy yang belakangan ini mengemuka, boleh jadi merupakan revolusi kapitalisme tahap lanjutan, jikalau dilihat dari produk atau layanannya yang semakin efisien dan bermanfaat. Kalau diperhatikan, kebutuhan akan kapital bukan hanya di pihak penyelenggara aplikasi, tetapi juga para pemilik armadanya yang amat sangat banyak. Mereka secara gotong royong saling melengkapi membentuk sharing economy. Karena itu, para pihak di sisi “supply” berhak pula memperoleh manfaat.

baca juga: Kelebihan Dan Kekurangan

Adapun wacana manfaat dari sisi demand, kita kutip saja “10 Alasan Taxi Online Disukai Penumpang” yang dengan gaya bercanda, pernah pula beredar di media sosial. Kesepuluh alasan tersebut adalah:

(1) Murah; (2) Mobil bagus: (3) Muat banyak; (4) Tidak takut nyasar; (5) Tak ribet uang kembalian; (6) Tak takut Argo Kuda; (7) Bisa charge HP; (8) Ada permen Aqua dan tissue; (9) Komentar tetangga: “Hebat, beliau udah pake sopir”; (10) Kata satpam kompleks, “Wah kendaraan beroda empat bapak itu banyak betul, gonta-ganti terus”.

Karena itu, yang harus dikaji di kemudian hari, bukan soal kapitalismenya semata yang akan terus berbagi diri melalui modernisasi (karena hal itu merupakan tuntutan zaman), melainkan membuat batas-batas aturan yang jelas, yang mengayomi perkara moral dan etika, yang terbawa pada perkara keadilan, yang konon ingin diperjuangkan oleh sopir Non-Taxi Online dan barisannya. Di sisi lain, konsumen juga menginginkan keadilan biar sanggup terus memperoleh manfaat, mirip yang selama ini telah dirasakan.

Krisis ideologi kapitalisme berpangkal pada kuatnya orientasi untuk menumpuk kekayaan material, meskipun harus ditempuh melalui caracara yang mengabaikan etika dan moralitas, bahkan mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan. Maka, Amin pun secara provokatif menyarankan biar dunia tak perlu berikhtiar untuk mengakhiri krisis kapitalisme alasannya ia sedang bergerak menuju simpulan sejarah. ●

Demikianlah informasi lengkap mengenai Pengertian Seni Dan Budaya Beserta Macamnya . Kunjungi informasi lainya yang juga menarik untuk dibaca . Terimakasih

Recommended For You

About the Author: fappin

Lakukan sesuatu atau tidak sama sekali