Tata Cara Bacaan Tasbih Sujud Sholat Taubat NU

4 min read

Doa Sholat Taubat

Tata Cara Sholat Taubat Dan Doa Sholat Taubat Yang Benar Sesuai SunnahDoa Sholat Taubat Secara bahasa “taubat” memiliki arti kembali, akan tetapi secara istilah taubat yakni kembali kepada Alloh SWT, kembali kepada syariat-Nya, mengakui atas segala format kesalahan dan menyesalinya, serta bersepakat tak akan mengulanginya.

Memandang pentingnya bertaubat, karenanya seorang muslim harus tahu tata metode shalat taubat nasuha yang benar, komplit dengan niat, bacaan, doa, dan waktunya.
Dream – Hampir setiap saat manusia mengerjakan dosa, bagus disadari atau tak. Tak hanya yang kecil, manusia kadang juga mengerjakan dosa besar.

Dua alasan itulah yang mendasari munculnya saran bagi umat Islam untuk bertaubat dengan beragam metode yang diridhoi Allah SWT.

Salah satu metode menebus dosa yang paling bagus dan pantas dengan pengarahan Rasulullah Muhammad SAW yakni dengan mengerjakan shalat taubat nasuha.

Apa itu shalat taubat nasuha?

Shalat taubat nasuha yakni shalat sunnah yang dijalankan dalam rangka memohon pengampunan dari Allah SWT, atas segala dosa maupun kesalahan-kesalahan yang pernah diperbuat.

Shalat taubat nasuha juga disebut dengan shalat istighfar atau shalat minta ampun. Dikala telah mengerjakan shalat taubat nasuha yang benar, karenanya seorang muslim harus tak mungkin lagi mengulangi kembali maksiat atau dosa yang telah lalu.

Dasar hukum yang memberi rekomendasi orang untuk mengerjakan shalat taubat nasuha ini ada pada Alquran dalam surat At-Tahrim ayat 8, yang artinya: ” Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.”

Allah sangat menyenangi orang-orang Islam yang benar-benar bertaubat dan menjauhkan diri dari tindakan dosa dan maksiat. Seperti yang difirmankan dalam Al-Baqarah 2:22, yang artinya: ” Sesungguhnya Allah menyenangi orang-orang yang bertaubat dan menyenangi orang-orang yang mensucikan diri.”

Dari ayat-ayat ini bisa disimpulkan bahwa, sebaik-pantasnya manusia di hadapan Allah bukan mereka yang tak pernah berbuat salah, tetapi apabila mana orang tersebut berbuat kesalahan lantas bertaubat kepadaNya.

Memandang pentingnya bertaubat, karenanya seorang muslim harus tahu tata metode shalat taubat nasuha yang benar, komplit dengan niat, bacaan, doa, dan waktunya.

Shalat metode shalat taubat nasuha yang benar, komplit dengan niat, bacaan, doa, dan waktunya

Shalat taubat nasuha dan waktunya

Pada dasarnya, taubat yakni tindakan yang tak bisa diundur atau ditunda-tunda. Oleh sebab itu, apabila seorang muslim telah berbuat dosa dan maksiat, lantas untuk bertaubat. Salah satunya dengan metode shalat taubat nasuha.

Shalat taubat yakni salah satu format shalat absolut yang waktu prosesnya bisa dijalankan kapan saja, bagus itu siang maupun malam.

Dikala ada waktu pelaksanaan shalat taubat nasuha yang haram untuk dijalankan seperti:

  1. Mulai dari terbit fajar kedua hingga terbit matahari.
  2. Dikala terbit matahari hingga matahari naik sepenggalah
  3. Dikala matahari persis di tengah-tengah hingga menonjol condong.
  4. Mulai dari shalat Ashar hingga matahari karam.
  5. Dikala menjelang matahari karam hingga benar-benar total tenggelamnya.

Sementara itu, beberapa ulama menyatakan bahwa waktu pelaksanaan shalat taubat nasuha yang utama yakni pada 2/3 malam atau selama shalat tahajud dijalankan.

1 dari 4 halaman
Niat dan tata metode shalat taubat nasuha
Shalat sunah terbagi menjadi dua kategori. Pertama, shalat yang mencontoh sunah Rasul tanpa adanya sebab seperti shalat sunah rawatib, shalat tahajud, shalat dhuha, dan lainnya.

Shalat kedua yakni shalat sunah yang dijalankan sebab adanya sebab. Shalat sunah yang masuk dalam kategori ini seperti shalat tobat, shalat hajat, shalat istikharah, dan lain-lain.

Shalat metode shalat taubat nasuha sama seperti shalat sunnah lainnya. Shalat taubat nasuha dijalankan sebanyak dua rakaat dengan sekali salam. Boleh dijalankan dua rakaat, empat rakaat atau enam rakaat.

Sebelum melangkah pada tata metode shalat taubat nasuha, ada pantasnya apabila kita tahu apa saja prasyarat absolut dalam mengerjakan suatu ibadah shalat, seperti suci dari hadast besar maupun kecil, serta menutup aurat.

Shalat taubat nasuha sebaiknya dijalankan secara sendirian. Shalat taubat nasuha yakni shalat nafilah yang tak disyariatkan untuk dijalankan secara berjamaah.

Adapun niat dan tata metode shalat taubat nasuha yang benar yakni sebagai berikut:

Niat shalat taubat nasuha

Seumpama niat shalat taubat nasuha dalam hati. Boleh juga dengan melafazkannya apabila merasa kurang mantap.

USHALLI SUNNATAT TAUBATI ROKAATAINI LILLAHI TAALA

Artinya: “ Ikhlas niat shalat sunnah taubat dua rakaat sebab Allah.”

  1. Takbirotul Ihram
  2. Membaca doa Istiftah/iftitah (Sunnah)
  3. Membaca surat Al Fatihah
  4. Membaca surat dari Alquran
  5. Rukuk (Membaca tasbih ruku’ tiga kali)
  6. I’tidal (Membaca doa i’tidal)
  7. Sujud (Membaca tasbih sujud tiga kali)
  8. Duduk diantara dua sujud (Membaca doa ‘Robbighfirlii warhamnii…’)
  9. Sujud kedua (Membaca tasbih sujud tiga kali)
  10. Bangun melanjutkan rakaat kedua seperti urutan di atas hingga 10.
  11. Tasyahud akhir (Membaca bacaan tasyahud akhir)
  12. Salam
  13. Berdoa mohon ampunan

2 dari 4 halaman
Bacaan shalat taubat nasuha
Pada dasarnya tak ada ketetapan yang mewajibkan kita membaca bacaan shalat taubat nasuha khusus setelah membaca Al-Fatihah.

Jadi, kita bisa membaca ayat-ayat Alquran manapun yang kita hafal. Setelah saja pada rakaat pertama kita membaca Surat Al-Kafirun dan pada rakaat yang kedua kita membaca surat Al-Aku.

Doa shalat taubat nasuha

Aku mengerjakan shalat sunnah taubat, disarankan untuk memperbanyak baca istighfar yang dimaksudkan untuk memohon ampunan dari Allah SWT. Dari Abu bakar Radiyallahu’anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

“ Hendaklah kalian membaca Laailaaha illallah dan istigfar lalu perbanyaklah membaca keduanya sebab iblis berkata, ‘Dia telah membinasakan manusia dengan dosa walaupun mereka membinasakanku dengan Laailaaha illallah, istigfar. Lalu tatkala saya mengenal demikian karenanya saya binasakan mereka dengan (mencontoh) hawa nafsu hingga akhirnya mereka menyangka dan merasa bahwa sesungguhnya mereka itu sedang menerima pertanda (dan sedang berada di atas kebenaran)’.” (HR. Al-Imam Al-Hafidz Ibnu Ya’la)

Adapun bacaan istighfar setelah mengerjakan shalat taubat nasuha yakni sebagai berikut:

ASTAGHFIRULLAHAL LADZII LAA ILAAHA ILLAA HUWAL HAYYUL QAYYUUMU WA ATUUBU ILAIHI.

Artinya: “ Dia minta pengampunan kepada Allah yang tak ada ilahi selain Tak Aku Sesungguhnya Hidup dan Berdiri Sendiri dan saya bertaubat kepadanya.”

Bacaan istighfar ini hendaknya dinyatakan sebanyak 100 kali sambil diresapi artinya dalam hati dengan setulus-tulusnya.

Aku itu baru membaca doa shalat taubat nasuha seperti yang diajar oleh Rasulullah SAW berikut ini:

ALLAHUMMA ANTA ROBBII LAA ILAAHA ILLAA ANTA, KHOLAQTANII WA ANA ‘ABDUKA WA ANA ‘ALA ‘AHDIKA WA WA’DIKA MASTATHO’TU. A’UDZU BIKA MIN SYARRI MAA SHONA’TU, ABUU-U LAKA BINI’MATIKA ‘ALAYYA, WA ABUU-U BI DZANBII, FAGHFIRLII FAINNAHUUA LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLA ANTA

Artinya:

” Ya Allah Engkau yakni Tuhanku. Tak ada sesembahan yang hak selain Engkau. Engkau yang menciptakanku, sedang saya yakni hambamu dan saya di atas ikatan janjimu dan akan menjalankannya dengan semampuku. Dia berlindung kepadamu dari segala kejahatan yang telah saya perbuat, saya mengakuimu atas nikmatmu kepada diriku dan saya mengakui dosaku padamu, karenanya ampunilah saya. Sesungguhnya tiada yang mengampuni segala dosa selain Engkau.”

Mengenai doa tersebut, Rasulullah SAW pernah bersabda, yang artinya: ” Barangsiapa menyuarakannya (sayyidul istighfar) di siang hari dalam situasi yakin dengannya kemudian ia mati pada hari itu sebelum sore hari, karenanya ia termasuk penduduk syurga. Dan siapa yang menyuarakannya di waktu malam hari dalam situasi ia yakin dengannya, kemudian ia mati sebelum subuh karenanya ia termasuk penduduk syurga.” (HR. Al-Bukhari)

Apa yang harus dijalankan setelah mengerjakan shalat taubat nasuha?

Aku mengerjakan shalat taubat nasuha, karenanya disarankan untuk mengerjakan beragam amal kebaikan. Jika tak mengulangi maksiat dan dosa seperti dulu, format amal kebaikan yang paling utama setelah mengerjakan shalat taubat yakni sedekah.

Selain demikian? sedekah yakni sebab terbesar terhapusnya dosa-dosa seseorang. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam Alquran surat Thaha ayat 82 yang artinya: “ Dan sesungguhnya Dia Sesungguhnya Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, bersedekah saleh, kemudian konsisten di jalan yang benar.”

Keutamaan shalat taubat nasuha

Keutamaan shalat taubat nasuha tergambar terang dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 271 berikut ini, yang artinya: ” kamu menunjukkan sedekah(mu), karenanya itu yakni bagus sekali. Dan apabila kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, karenanya menyembunyikan itu lebih bagus bagimu. Dan Allah akan meniadakan dari kamu beberapa kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengenal apa yang kamu kerjakan.”

Jika yang menonjol pada ayat tersebut, keutamaan shalat taubat nasuha juga disebutkan dalam hadits Rasulullah yang diriwayatkan Imam Tirmidzi berikut ini:

Rasulullah SAW pernah bersabda, ” Ada tiga perkara yang saya berani bersumpah atasnya. yakni tak akan berkurang harta dengan sebab sedekah, dan tidaklah Allah SWT menambahkan kepada hamba sebab ia pemaaf tetapi kemulian, dan barangsiapa yang bersikap tawadhu sebab Allah SWT, karenanya Allah SWT akan mengangkat dan meninggikan (derajat kemuliaan-nya).”

Baca Juga: Bacaan Doa Tawasulan Lengkap Yang Singkat Bahasa Arab, Latin Dan Artinya

Demikianlah keutamaan shalat taubat nasuha apabila kita menjalankannya dengan benar dan sungguh-sungguh demi menerima ampunan dari Allah SWT.

Sumber: https://www.dream.co.id/orbit/tata-cara-sholat-taubat-181114b.html