Manfaat Mandi Kembang 7 Rupa Untuk Pengasihan Menurut Islam

Mantra Macam Macam Mandi Kembang 7 Rupa Untuk Pengasihan Menurut Islam

Mandi Kembang 7 Rupa – Bunga rupanya tidak cuma indah untuk dilihat, namun bermacam-macam manfaat hebat lain terkandung didalamnya. Tiap-tiap bunga mempunyai arti, makna malah manfaat yang berbeda-beda. Penelitian ilmiah menandakan mandi bunga itu bisa membersihkan cakra sebagai puat energi manusia yang pada progres berikutnya bisa menguatkan medan aura.

Banyak orang yang mengaku bisa meruwat, membuka aura atau cakra agar seseorang meraih kesuksesan hidup. Benarkah bisa sukses? Atau cuma sugesti saja?

Dalam kehidupan ini, kita kerap mengalami pasang surut. Kemujuran hidup menjadi hal yang misterius. Layaknya kupu-kupu yang terbang menjauh ketika kita mengejar-menangkapnya, dan justru hinggap di taman rumah disaat kita diam tidak mengejarnya. Menurut orang bijaksana, rezeki tidak bisa diburu, namun manusialah yang diburu rezeki.

Kenapa? Andaikan rezeki itu bisa diburu, karenanya di dunia ini tidak ada orang yang miskin, sebab pada hakekatnya tidak ada orang yang ingin hidup miskin. Keberhasilan hidup diatur oleh sebab-sebab yang betul-betul rumit. Ada orang kaya sebab sifat licik dan bakhil, ada pula yang kaya sebab jujur dan dermawan.
Terlepas dari urusan takdir, keberhasilan lebih berpihak pada orang yang didekati kemujuran. Sebab itu, orang yang merasa dirinya kurang mujur, berupaya mencapai bermacam-macam sistem, termasuk diantaranya yaitu ikhtiar batin. Seumpama, dengan berdoa, berpuasa dan menjalankan ruwatan yang diyakini sanggup menghilangkan banyak hal yang menyebabkan kemujuran tidak berpihak padanya.

Menghilangkan kesialan hidup dan mengundang kemujuran seharusnya dikerjakan dengan sesuatu yang diyakini. Orang Jawa menghilangkan energi negatif atau kesialan, sukerta dan sengkala dengan menyelenggarakan pagelaran wayang kulit dan memotong rambut dengan Keris Sangkelat. Padahal para santri lebih yakin dengan ritual semacam puasa, berdoa dan beramal, malah dalam upaya membuang sial dan meraih kemujuran itu ada juga orang yang memilih sistem mengubah posisi rumah atau daerah usahanya yang diyakininya bisa membawa hoki/kemujuran.

Terapi Pertama :

Bagi yang meyakini ajaran para leluhur (kejawen) menjalankan puasa pada hari weton, diyakini sanggup mendekatkan pada kemujuran dan menjaukan kesialan. Yang dimaksud dengan puasa weton yaitu puasa 1 hari pada hari dan pasaran kelahirannya menurut kalender Jawa. Seumpama, orang yang lahir pada hari Senin Pon, karenanya setiap datang hari Senin Pon ia menjalankan puasa.
Bagi yang sanggup, puasa weton bisa ditingkatkan dengan puasa “Apit Weton”.

Adalah, puasa selama 3 hari. Memasuki hari kelahiran, tepat pada hari kelahiran, dan sesudah hari kelahirannya. Dalam berpuasa weton atau apit weton itu masih ada tambahan ritual yang kalau dlakukan akan menambah manfaat dari puasa tersebut, yaitu :

– Tak tidur petang. Tidurlah sesudah tengah malam.
• Sahur dan buka dengan makan dan minuman yang tidak mengandung bahan dari hewan (daging, susu, keju, dll).
• Mengasingkan diri untuk lebih memfokuskan perhatiannya terhadap ibadah (dzikir/wirid) memohon terhadap Allah SWT.
Menurut para leluhur jawa, segala hajat insya Allah bisa diraih dengan rajin menjalankan puasa weton ataupun apit weton ini, baik hajat yang berkaitan dengan ilmu, harta, jodoh, kedamaian batin, derajat dan sebagainya.

Terapi Kedua :

Sistem membuang sial yang kedua ini yaitu membuang terapi ala santri. Caranya jauh lebih sederhana, namun kadang kala berat kalau mengamalkannya secara rutin, yaitu, menjalankan perbuatan yang baik secara istikomah, walau itu perbuatan yang kecil.
Seumpama, pada hari Jum’at beramal. Walau jumlahnya cuma Rp. 1.000,- Ada yang rutin membaca Surat Yasin, Waqiah, menjalankan puasa sunnah Senin–Kamis, bershalawat terhadap Nabi, dan itu dikerjakan setiap hari, dengan tetap menjaga kerutinan dan keutuhannya, termasuk dalam jumlah yang seharusnya dituntaskannya

Melakukan kebajikan secara rutin atau istiqomah mencerminkan kesungguhan hati dan bisa mengantarkan seseorang pada tingkat karomah (kemuliaan). Tindakan itu termasuk yang disukai oleh Allah SWT.

Dalam hadis Nabi SAW bersabda: Allah betul-betul senang terhadap seorang hamba yang kalau berprofesi ia melakukannya dengan sungguh-sungguh. Aku amal perbuatan yang disenangi Allah yaitu yang dikerjakan terus-menerus sekalipun kecil (sedikit).”
Banyak orang mencapai keberkahan hidup dan ketika ditanya apakah rahasia sukses yang dikontrolnya, ia menjawab: Menurut menjalankan suatu amalan secara istiqomah.

Nah, kalau Anda ingin didekati kemujuran dan dijauhi kesialan, silakan penjelasan ini dioptimalkan sendiri. Apakah anda (cuma) mengamalkan sedekah, walau sedikit namun rutin, membaca shalawat Nabi dengan jumlah yang rutin, atau kebajikan lain yang anda yakin bisa merutinkannya.

Terapi Ketiga :

Menurut penelitian yang dikerjakan, ada energi alam yang terdapat dalam bunga-bungaan yang betul-betul baik untuk mencerahkan energi batin manusia.
Penelitian dengan foto aura bahwa orang yang menjalankan mandi bunga, cakra-cakra sebagai sentra energi menonjolkan adanya perubahan yang positif. Adalah, yang semula cakra itu acak-acakan, berubah menjadi sempurna (bundar).

Artikel Lainnya

Mandi bunga yang benar dikerjakan sesudah mandi air garam. Bedanya dengan mandi bunga ala tradisional yang lebih menjolkan elemen mistisnya, mandi bunga secara modern dimulai dengan kesibukan melayukan bunga itu pada air. Adalah, memasukkan bermacam-macam bunga dan menjemurnya pada panas sang surya minimal 3 jam. Sebab airnya dingin baru diterapkan untuk mandi.

Bunga yang layu itu, dayanya akan menyatu dengan air. Nah, energi itulah yang difungsikan untuk penenangan dan mencerahkan cakra-cakra. Sebab itu, mitos seputar mandi bunga yang diyakini sanggup mendatangkan kemujuran malah bisa diterima menurut versi ini.

Menurut penelitian, mandi air garam yang secara metafisika diyakini sanggup membuang energi negatif dan secara biologis bisa mematikan virus dan kuman, dilanjutkan dengan mandi bunga, betul-betul berkhasiat bagi orang yang jiwanya terhalangi oleh energi-energi negatif yang menyebabkan auranya tertutup.

Menurut ilmu metafisika, ibarat tubuh manusia itu besi yang mulai berkarat, mandi air garam berfungsi untuk melarutkan kerak atau karat itu. Padahal mandi bunga berfungsi untuk mengkilatkannya. Sebab itu, untuk mendapatkan hasil yang optimal, keduanya seharusnya dikerjakan. Untuk sebuah terapi, mandi bunga dan garam dikerjakan minimal 3 kali dalam 1

error: Selamat Membaca