Pengertian Idiom : Ciri, Fungsi, Macam Dan Contohnya

9 min read

Contoh, Macam Macam, Fungsi, Ciri Ciri Dan Pengertian Idiom Menurut Para Ahli

Contoh, Macam Macam, Fungsi, Ciri Ciri Dan Pengertian Idiom Menurut Para Ahli

Idiom yaitu ungkapan bahasa berupa adonan kata (frase) yang maknanya sudah menyatu dan tidak sanggup ditafsirkan dengan makna unsur yang membentuknya.

Pengertian Idiom (ungakapan) Lengkap dengan Contohnya – Dalam aktivitas komunikasi baik lisan maupun goresan pena kita memerlukan variasi berbahasa. Variasi dalam berkomunikasi sanggup menjadikan kesan berbeda bagi lawan komunikasi. Baik dalam komunikasi eksklusif maupun tidak eksklusif pilihan tersebut merupakan hal yang masuk akal dan bahkan bisa lebih mewakili apa yang kita maksud.

idiom atau ungkapan

Pada kesempatan ini kita akan membahas salah satu materi dalam bahasa Indonesia, yaitu Idiom (ungkapan).
Yang dimaksud idiom atau ungkapan yaitu suatu bentuk adonan kata, yang artinya tidak bisa kita definisikan dari unsur-unsur pembentuknya, melainkan sudah merupakan satu paket dan tidak terpisahkan. Idiom atau ungkapan juga merupakan kelompok kata yang menyatakan makna kiasan.

Dalam bahasa Indonesia Idiom dibedakan menjadi dua macam, yaitu :

  1. Idiom penuh

Yaitu ungkapan yang seluruh unsur pembentuknya tidak sanggup dikembalikan kepada makna awal atau makna denotasinya/sebenarnya dari masing-masing kata tersebut.
Contoh :

a. Gulung tikar : bangkrut.
b. Buah hati : kesayangan (anak kesayangan)

Pada pola (a) kata makna kata “gulung” dan “tikar” sama sekali tidak berafiliasi dengan makna ungkapan “gulung tikar” yang berarti “bangkrut”.
Demikian juga pada ungkapan “buah hati”.

  1. Idiom sebagian

Yaitu ungkapan yang sebagian unsur pembentuknya masih sanggup dikembalikan kepada makna asal (denotasinya).
Contoh:

a. Kabar burung : isu yang belum tentu kebenarannya.
b. Daftar hitam : daftar nama orang yang terlibat dalam tindak kejahatan.

Pada pola di atas, kata “kabar” dan “daftar” masih sanggup dikembalikan pada makna denotasinya. Kata “kabar” dan kata “daftar” masih mempunyai makna yang sama dengan makna asalanya.

Idiom juga bisa diartikan sebagai ungkapan bahasa berupa adonan kata (frase) yang maknanya sudah menyatu dan tidak sanggup ditafsirkan dengan unsur makna yang membentuknya

Contoh:
(1) selaras dengan, insaf akan, berbicara tentang, terima kasih atas, berdasarkan pada/kepada.
(2) membanting tulang, bertekuk lutut, mengadu domba, menarik hati, berkeras kepala
Pada pola (1) terlihat bahwa kata kiprah dengan, akan, tentang, atas, dan pada/kepada dengan kata-kata yang digabunginya merupakan ungkapan tetap sehingga tidak sanggup diubah atau digantikan dengan kata kiprah yang lain.Demikian pula pada pola (2). Idiom-idiom tersebut tidak sanggup diubah dengan kata-kata yang lain.

Contoh, Macam Macam, Fungsi, Ciri Ciri Dan Pengertian Idiom Menurut Para Ahli

1.1 Idiom dengan Bagian Tubuh
a. hati kecil = maksud yang sebenarnya
kecil hati = agak marah; penakut
besar hati = a) sombong; b) bangga
hati terbuka = bahagia hati
berat hati = kurang suka melakukan
lapang hati = sabar
tinggi hati = sombong
setengah hati = segan-segan
berkeras hati = a) berdasarkan kemauannya sendiri; b) tidak mau mundur
jatuh hati = menjadi cinta
mendua hati = bimbang
sampai hati = tega
berhati jantung = berperasaan halis
berhati watu = tidak menaruh belas kasihan
berhati tungau = penakut
mengandung hati = a) menaruh dendam; b) merasa cinta
b. darah daging = anak kandung; keluarga
mendarah daging = sudah menjadi kebiasaan
darah panas = pemarah
darah putih = keturunan bangsawan
mengisap darah = terlalu banyak mengambil dari orang lain
mandi darah = berperang jago sekali sehingga banyak yang luka atau mati
naik darah = marah
tumpah darah = tanah air
c. kepala angin = bodoh
kepala watu = tidak mau berdasarkan perintah orang lain
berat kepala = tidak gampang mengerti
kepala hambar = hening dan sabar
ringan kepala = gampang belajar
kepala udang = ndeso sekali
tergadai kepala = aib sekali
orang berkepala dua = memihak ke sana ke sini
d. muka masam = rupa muka yang menyatakan perasaan kecewa
tebal muka = tak mempunyai rasa malu
kehilangan muka = menerima malu
mencari muka = berbuat sesuatu biar dipuji orang
tarik muka dua belas = sangat kecewa
tatap muka (bersemuka) = berhadapan muka
e. melihat dengan mata kepala = secara langsung
memasang mata = melihat baik-baik
membuang mata = melihat-lihat
terbuka matanya = mulai tahu/mengerti
mata indera pendengaran = kaki tangan
mata hati = perasaan dalam hati
f. verbal manis = lemah lembut dan sangat menggoda tutur katanya
berat verbal = tak suka berbicara
besar verbal = suka membual/menyombong
buah verbal = sebut-sebutan; yang selalu dipercakapkan orang
gatal verbal = selalu hendak berkata-kata apa saja
panjang verbal = suka memberikan perkataan orang kepada orang lain dan ditambah-tambah
ringan verbal = suka berbicara/bertanya
tutup verbal = diam
cepat verbal = lancang
perang verbal = berbantah
keras verbal = tidak gampang berdasarkan (tentang kuda)
g. berat bibir = tidak peramah; pendiam
tipis bibir = pintar benar berkata-kata; cerewet
menghapus bibir = kecewa; tak berhasil
buah bibir = yang selalu menjadi pembicaraan orang
panjang bibir = suka memberikan perkataan orang (mengadu)
h. pengecap api = ujung nyala api
keras pengecap = tak pintar melafalkan kata-kata asing
lidah bercabang = perkataannya selalu berubah-ubah
pahit pengecap = apa yang dikatakan selalu terbukti manjur
panjang pengecap = suka mengadu
patah pengecap = a) tidak betul mengucapkan kata-kata; pelat
b) tidak pintar berkata-kata
c) termangu (tak sanggup menjawab/berkata-kata lagi)
ringan pengecap = lancar dan fasih tutur katanya
cepat pengecap = lancang mulut; suka mengeluarkan kata-kata yang kurang baik
mengerat pengecap = memenggal/menyela kata orang
tergelincir pengecap = salah mengatakan
tergigit pengecap = a) tidak mempunyai rasa malu
b) tak berani berkata terus jelas alasannya yaitu sudah berhutang budi
terkalang pengecap = tak berani membantah/menjawab
berlidah dua = tidak teguh pendirian; gampang berpihak pada orang lain
i. tebal indera pendengaran = tak mau mendengarkan kata orang
tipis indera pendengaran = lekas murka kalau mendengar kata yang kurang baik
memberi indera pendengaran = suka mendengarkannya
terangin-angin ke indera pendengaran = kedengaran perihal desas-desus
memasang indera pendengaran = mendengar-dengarkan kabar
j. ganjal perut = sarapan
duduk perut = mengandung
membawa perut= tiba ke rumah orang untuk makan
buruk perut = gampang kena penyakit
buta perut = asal makan saja; tak peduli rasa makanan
k. tangan besi = tindakan/kekuasaan keras
tangan kanan = pembantu yang utama
tangan hambar = segala yang ditanam, diobati, dan sebagainya selalu berhasil
tangan baik = selalu menang dalam berjudi
tangan turun = selalu kalah dalam berjudi
berat tangan = malas bekerja
buah tangan = barang yang dibawa dari bepergian
hampa tangan = tidak membawa/mendapat apa-apa
makan tangan = kena tinju; beruntung
ringan tangan = suka bekerja
turun tangan = turut campur tangan
berpangku tangan = tidak bekerja apa-apa
l. kaki lima = lantai di muka pintu/di tepi jalan
kaki seribu = berlari ketakutan
kaki telanjang = tidak bersepatu
kaki tangan = pembantu; orang kepercayaan
cepat kaki, ringan tangan = suka membantu
m. bertukar bulu = bertukar pendapat
tidak memandang bulu = tidak memilih-milih kedudukan seseorang
memperlihatkan bulunya = memberikan keadaan yang sebenarnya
berbulu mata melihat = merasa benci sekali
berbulu hatinya = suka mendengki

1.2 Idiom dengan Kata Indera
dingin hati = tidak bergembira/tidak bersemangat
perang hambar = perang tanpa senjata, hanya saling menggertak
tidak lekang oleh panas = tidak berubah sedikitpun
uang panas = uang pinjaman dengan bunga yang banyak; uang yang tidak halal
panas rezeki = sukar mencari rezeki
tertangkap berair = tertangkap saat sedang melaksanakan kejahatan
sepala-pala mandi biarlah berair = melaksanakan sesuatu janganlah setengah-setengah
kering kerontang = kering sekali
kurus kering = kurus sekali
kabar yang hangat = kabar yang gres terjadi dan sedang menarik perhatian umum (aktual)
sambutan yang hangat = meriah
pengalaman pahit = pengalaman yang tidak menyenangkan
sepahit semanis = tolong-menolong dalam suka dan duka
mendapat kopi pahit = menerima teguran keras/marah
muka manis = menarik hati
kritik yang pedas = keras dan kejam
merasakan asin garam = bahagia dan susah dalam hidup
tahu asam garamnya = tahu seluk beluknya
panjang logika = tidak picik; pintar mencari akal
menarik napas panjang = mengeluh
pendek undangan = singkat umurnya
besar kepala = sombong
besar perut = rakus; lahap
besar cakap = suka membual
pakaian kebesaran = kehormatan
orang kecil = rakyat kebanyakan
tinggi rezeki = sukar mencari rezeki
rendah hati = tidak angkuh
rendah budi = hina
luas pengalaman = banyak pengalaman
sempit hati = lekas marah

1.3 Idiom dengan Warna
merah muka = kemalu-maluan
merah indera pendengaran = murka sekali
lampu merah = tanda sesuatu yang membahayakan
jago merah = api kebakaran
buku putih = buku yang berisi keterangan pemerintah mengenai suatu kejadian politik
berputih tulang = mati
berdarah putih = keturunan bangsawan
hitam di atas putih = dengan tertulis; tidak secara lisan
belum tentu hitam putihnya = ketentuannya
masih hijau = belum berpengalaman
naik kuda hijau = mabuk
lapangan hijau = gelanggang olah raga
lampu hijau = sesuatu yang akan menciptakan menjadi lancar/lebih baik alasannya yaitu sudah disetujui/diizinkan
kartu kuning = suatu peringatan dalam sepak bola
mengelabui mata = menipu

1.4 Idiom dengan Nama Benda-benda Alam
jadi bumi langit = orang yang selau diperlukan pertolongannya
dibumihanguskan = dimunaskan/dihancurkan sama sekali
tanah tumpah darah = tanah daerah lahir
gerakan di bawah tanah = gerakan rahasia
makan tanah = miskin sekali
kejatuhan bulan = beruntung besar
menjadi bulan-bulanan = sasaran/tujuan
menentang matahari = melawan orang yang berkuasa
terang bintangnya = beruntung
berbintang naik = mulai mujur
bintang lapangan = pemain yang terbaik
salah air = salah didikan
telah jadi air = habis modalnya/uangnya
pandai berminyak air = pintar bermuka-muka
bersuluh minta api = bertanya perihal sesuatu yang sudah diketahui
semangat berapi-api = berkobar-kobar, bersemangat skali
kabar angin = desas-desus
perasa angin = gampang tersinggung
menangkap angin = sia-sia belaka
hujan jatuh ke pasir = kebaikan yang tidak berbalas
seri gunung = tampak elok jikalau dilihat dari jauh
rendah gunung tinggi harapan = harapan yang sangat besar
tak lari gunung dikejar = tidak usah tergesa-gesa dalam mengerjakan sesuatu yang sudah tentu

1.5 Idiom dengan Nama Binatang
kambing hitam = orang yang dipersalahkan
kelas kambing = kelas paling murah
kuda hitam = pemenang yang tak diduga-duga
mengadu domba = mempertentangkan kita dengan kita sendiri
berkulit rino = tidak tahu malu, tidak berperasaan
tenaga rino = berpengaruh sekali
banteng ketaton = mengamuk dengan hebatnya
akal kancil = tipu muslihat yang sanat licik, sangat cerdik
buaya darat = penjahat; orang pria yang gemar kepada perempuan
ular kepala dua = orang yang munafik, ikut ke sana kemari saja
membebek(membeo) = hanya meniru-niru perkataan/perbuatan orang lain
menantikan kucing bertanduk = menantikan sesuatu yang mustahil
membabi buta = melaksanakan sesuatu dengan menekat saja
buta ayam = mata kabur pada waktu malam
mati ayam = mati konyol
tidur-tidur ayam = sudah tidur tetapi belum lelap benar
kabar burung = kabar yang dihentikan dipercaya alasannya yaitu belum niscaya kebenarannya
otak udang = ndeso sekali

1.6 Idiom dengan Bagian Tumbuh-tumbuhan
pohon kejahatan = asal mula
batang air = sungai
sebatang kara = hidup seorang diri
bercabang hatinya = tidak hanya satu yang dipirkan
lidah bercabang = kata-katanya tidak sanggup dipercaya
lari beranting = lari bersambung(estafet)
berurat berakar = sudah mendalam benar
naik daun = 1) selalu menang/beruntung dalam bermain kartu, judi, dan sebagainya
2) menerima nasib baik
bunga api = petasan
bunga rampai = kumpulan karangan yang terpilih
bunga kampung = gadis yang tercantik di kampung itu
buah pena = karangan
buah pembicaraan = hasil pembicaraan
biji mata = kekasih

1.7 Idiom dengan Kata Bilangan
bersatu padu = bersatu benar-benar
bersatu hati = seiya sekata
berbadan dua = hamil
tiada duanya = tidak ada bandingannya
telah dua kepalanya = mabuk
mendua hati = ragu-ragu
setengah hati = tidak dengan bersungguh-sungguh
bekerja setengah-setengah = tanggung
jalan tengah = keputusan yang diambil dari dua pendapat secara adil, tidak memihak salah satu pendapat itu
setengah tiang = pengibaran bendera tanda berduka cita
masuk tiga, keluar empat = membenjakan uang lebih besar dari penghasilannya
pertemuan empat mata = pertemuan hanya dua orang
kaki lima = lantai di muka pinti atau di tepi jalan
tujuh keliling = nama penyakit kepala yang sangat keras
diam seribu bahasa = membisu sama sekali, tidak berkata sepatah pun

Peribahasa
Peribahasa yaitu bahasa berkias berupa kalimat atau kelompok kata yang tetap susunannya.
2.1 Pepatah
Pepatah ialah sejenis peribahasa yang berisi pesan yang tersirat atau pedoman dari orang tua.
Contoh :
Air hening menghayutkan.(Orang pendiam tetapi berilmu banyak.)
Bermain air basah, bermain api hangus, bermain pisau luka.(Barang siapa yang melaksanakan pekerjaan yang berbahaya/jahat, tentu akan kena akibatnya.)
Hancur tubuh dikandung tanah, budi baik dikenang jua.(Budi baik tidak akan dilupakan orang.)
Besar kayu besar bahannya, kecil kayu kecil bahannya.(Jika besar penghasilan, besar juga pengeluarannya; tetapi jikalau kecil penghasilannya, kecil juga pengeluarannya.)
Bayang-bayang sepanjang badan.(Apa yang dikerjakan hendaklah diadaptasi dengan kekuatan diri sendiri.)
Setinggi-tinggi terbang bangau, hinggapnya ke kubangan juga.(Walupun ke mana juga seseorang pergi, kelak tentu kembali ke negeri sendiri.)
Ringan sama dijunjung, berat sama dipikul.(Orang yang berkaum keluarga/bersahabat harus seiya sekata.)
Tak ada gading yang tak retak.(semua orang/sesuatu itu tentu ada kurang/celanya meskipun hanya sedikit.)
Berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi.(Pelajaran yang tak tepat dituntut, tidak ada gunanya.)
Ikut hati mati, ikut rasa binasa.(Barang siapa menurutkan hawa nafsu, tentu akan hancur.)
Berjalan pelihara kaki, berkata pelihara lidah.(Dalam sebarang kerja hendaklah selalu ingat benar.)
Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang penggalan.(Kasih ibu kepada anak tidak ada putus-putusnya, tetapi kasih anak kepada ibu adakala sedikit.)
Biar lambat asal selamat, tak lari gunung dikejar.(Dalam mengerjakan pekerjaan tidak perlu tergesa-gesa, harus ingat biar selamat.)
Barang siapa menggali lubang, ia juga terperosok ke dalamnya.(Siapa yang mencari tipu daya yang jahat untuk mencelakakan orang lain, biasanya beliau jugalah yang menerima kesusahan alasannya yaitu tipu dayanya itu.)
Mati-mati mandi air basah.(Melakukan sesuatu jangan kepalang tanggung.)
Murah dimulut, mahal di timbangan.(Banyak komitmen tetapi tak ditepati.)
Nasi sudah menjadi bubut.(Perbuatan salah yang terlanjur.)
Sebab nila setitik rusak susu sebelanga.(Karena kesalahan/cela yang sedikit, rusak kebaikan yang banyak.)
Ukur banyak di tubuh sendiri.(Mengukur kemampuan orang dengan kemampuan sendiri.)
Panas setahun dihapuskan oleh hujan sehari.(Kebaikan yang banyak hilang oleh kesalahan yang sedikit.0
/Besar pasak daripada tiang.(Belanja lebih besar daripada penghasilan.)
Pasar jalan alasannya yaitu diturut, lancar kaji alasannya yaitu diulang.(Pekerjaan yang biasa dikerjakan tentu mahir.)
Rambut sama hitam, hati masing-masing.(Kesukaan setiap orang tidak sama.)
Tiada rotan akar pun jadi.(Jika tidak ada yang baik, yang kurang baik pun sanggup digunakan.)
Mati semut alasannya yaitu gula.(Manusia sanggup dikuasai dengan kata-kata manis.)

2.2 Perumpamaan
Perumpamaan ialah sejenis peribahasa yang berisi perbandingan. Biasanya memakai kata mirip kata : seperti, sebagai, laksana, bagai(kan), bak,dan sebagainya.
Contoh :
Bagai air di daun talas.(Orang yang tak tetap pendirian.)
Seperti anak ayam kehilangan induk.(Suatu kaum/keluarga yang terpecah-pecah alasannya yaitu ditinggalkan oleh orang yang menjadi daerah bergantung.)
Seperti anjing berebut tulang.(Hal orang yang tamak memperebutkan harta.)
Bagai air dengan tebing.(Hal orang yang sangat kokoh bersahabat dan bertolong-tolongan.)
Seperti bulan dengan matahari.(Hal orang yang sudah sepadan/sejodoh.)
Bagai bumi dengan langit.(Hal orang/barang yang jauh sekali bedanya.)
Laksana simpanse sanggup bunga.(Hal orang yang tak tahu menghargai barang yang bagus.)
Hati bagai baling-baling.(Pikiran yang tidak tetap.)
Bagai hujan jatuh ke pasir.(Berbudi baik kepada orang yang tidak tahu membalas guna, tentu saja tak kehilangan baginya.)
Laksana burung dalam sangkar.( Seseorang yang terikat oleh keadaan.)
Bagai diiris dengan sembilu.(Hati yang sangat pedih.)
Bagai kerakap di atas batu, hidup enggan mati tak mau.(Hal orang yang sudah menderita sekali.)
Bagai api dengan asap. Bagai kuku dengan daging.(Kasih sayang yang sangatn akrab.)
Bagai kucing dibawakan lidi.(Hal orang yang dalam ketakutan.)
Bagai makan buah simalakama, dimakan ibu mati, tak dimakan bapak mati.(Serba sulit dalam menentukan sikap/tindakan.)
Bagai menentang matahari.(Melawan pendapat orang yang lebih berkuasa tentu akhirnya kalah.)
Seperti ilmu padi, kian berisi kian merunduk.(Orang yang berilmu tinggi tidak akan menyombongkan dirinya.)
Seperti pinang dibelah dua.(Hal dua orang yang serupa benar.)
Seperti pungguk merindukan bulan.(Mengharap-harapkan sesuatu yang tak mungkin tercapai.)
Bagai rambut dibelah tujuh. Bagai rambut dibelah seribu.(Sesuatu yang sangat sedikit/kecil.)
Bagai berumah di tepi tebing.(Selalu dalam kekhawatiran.)
Seperti rusa masuk kampung.(Keheran-heranan alasannya yaitu belum pernah melihat.)
Seperti api dalam sekam.(Kejahatan yang berlaku deangan diam-diam.)
Ditatang bagai minyak penuh.(Sangat dikasihi, dipelihara dengan hati-hati.)
Seperti telur di ujung tanduk.(Dalam keadaan yang mengkhawatirkan/berbahaya.)

2.3 Pemeo
Pemeo ialah jenis peribahasa yang dijadikan semboyan.
Contoh :
Patah tumbuh, hilang berganti.
Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.
Daripada hidup bercermin bangkai, lebih baik mati berkalang tanah.(Daripada hidup menanggung malu, lebih baik mati.)
Tak emas bungkal diasah, tak air talang dipancung.(Segala daya upaya dilakukan, asal yang dicita-citakan tercapai.)

Baca Juga: Echinodermata

Esa hilang, dua terbilang.(Tetap hati mengerjakan suatu pekerjaan yang berbahaya.)
Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul.
Laba sama dibagi, rugi sama dirjuni.
(Seiya sekata, senasib sepenanggungan.)
Patah sayap, bertongkat paruh.(Tidak berputus asa.)
Daripada berputih mata, lebih baik berputih tulang.(Daripada hidup menanggung malu, lebih baik mati.)