Doa Nabi Musa : Bacaan Ta’awudl Ta’awwudz – Isti’adzah

4 min read

Doa Nabi Musa

Doa Nabi Musa Bacaan Arab, Latin Dan Artinya (Mempermudah Segala Urusan Dunia)

Doa Nabi Musa – Nabi Musa a.s. adalah salah seorang nabi dari Bani Israil. Musa lahir di Mesir dan diperintahkan oleh Allah SWT untuk berdakwah kepada Raja Fir’aun yang zalim.

Fir’aun memang familiar dengan kekejamannya. Malahan ia berani menyatakan dirinya sebagai Kuasa yang harus disembah rakyatnya. Siapa malah yang tak sependapat dan berani membangkang raja besar Mesir itu, pasti akan dihukum mati.

Dakwah Nabi Musa a.s. dalam mengingatkan Fir’aun supaya bertobat dan kembali ke jalan yang benar bukan tugas yang gampang. Namun, Nabi Musa a.s tetap mengerjakan tugasnya dengan penuh kesabaran dan keberanian. Atas kesabaran dan kegigihannya itulah, Musa menjadi salah satu nabi Ulul Azmi, Ulul Azmi adalah nabi Allah SWT yang memiliki ambisi dan kesabaran luar lazim dalam menegakkan kebenaran.

Allah SWT tak memperbolehkan Nabi Musa a.s. mengerjakan dakwahnya dengan tangan kosong. Allah SWT memberikan beberapa mukjizat kepada Nabi Musa a.s.

Diantara nabi yang namanya acap kali disebut dalam Alquran adalah Nabi Musa ‘alaihis sahalatu was salam. Beliau nabi yang perjalanan sejarahnya paling acap kali dikisahkan dalam Alquran setelah nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beberapa ulama menghitung, nama beliau disebutkan sebanyak 136 kali dalam Alquran. Nabi terbaik di kalangan bani Israil, termasuk ulul azmi, dan bergelar kalimullah (orang yang diajak bicara segera oleh Allah). (Fabi Hudahum, Dr. Utsman al-Khamis, hlm. 326).

Beliau adalah Musa bin Imran, dan masih keturunan Nabi Ya’kub ‘alaihis sahalatu was salam. Allah tegaskan dalam Alquran bahwa beliau termasuk orang yang sungguh-sungguh banyak mendapatkan ujian kehidupan,

وَفَتَنَّاكَ فُتُونًا

“Dan Kami sudah memberikan cobaan kepadamu dengan bermacam macam cobaan.” (QS. Taha: 40).

Dan inilah yang menjadi rahasia kenapa sejarah beliau paling acap kali disebutkan dalam Alquran, supaya kita dapat mengambil pelajaran dari perjuangan beliau dan usaha beliau dalam mendakwahkan kebenaran kepada seluruh umatnya. Dr. Utsman al-Khamis mengatakan,

تكرر اسمه كثيرا في كتاب الله تعالى مما يدل على أن الله يريد منا أن نتدير أحواله، وما لاقى من المشاق، والتعب والأذى والفتنة

Nama beliau disebut berulang-ulang dalam kitab Allah (Alquran) yang menonjolkan bahwa Allah menginginkan supaya kita selalu merenungkan situasi beliau, kesusahan yang beliau jumpai, rasa capek beliau, tiap-tiap gangguan dan ujian yang beliau hadapi. (Fabi Hudahum, Dr. Utsman al-Khamis, hlm. 327).

Doa Nabi Musa ‘alaihis salam ketika mendakwahi Raja yang durjana ( Fir’aun )

Sekaligus figur yang sungguh-sungguh Ma’ruf “Do’a Agar lisan (lisan) kita selalu Alloh bimbing supaya dada kita menjadi lapang – lisan kita menjadi lancar tak kelu!

Tipe-macam bacaan do’a ta’awudl: Ta’awwudz- Isti’adzah dengan gratis membaca salah satu diantara lafadhnya sebagai berikut :

Do’a Ta’awwudz yang Pertama :

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

A’uudzu billaahi minasy-syaithoonir-rojiim

“Saya berlindung kepada Allah dari gangguan syaithan yang terkutuk” [QS. An-Nahl : 98]

Dan Do’a Ta’awwudz yang lengkapnya :

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ مِنْ هَمْزِهِ وَنَفْخِهِ وَنَفْثِهِ

A’uudzu billaahi minasy-syaithoonir-rojiim min hamzihi wa nafkhihi wa naftsihi

“Saya berlindung kepada Allah dari gangguan syaithan yang terkutuk, adalah dari bisikan, hembusan, dan hembusannya” [HR. Ahmad 6/156 no. 25266; hasan].

Do’a Ta’awwudz yang kedua:

أَعُوْذُ بِاللهِ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ مِنْ هَمْزِهِ وَنَفْخِهِ وَنَفْثِهِ

A’uudzu billaahis-samii’il-‘aliimi minasy-syaithoonir-rajiim min hamzihi wa nafkhihi wa naftsihi

“Saya berlindung kepada Allah Mengetahui Sebab Mendengar dan Sebab Jikalau dari gangguan syaithan yang terkutuk, adalah dari bisikan, hembusan, dan hembusannya” [HR. Abu Dawud no. 775, dan at-Tirmidzi dengan sanad yang hasan]

Do’a Nabi Musa ‘alaihissalam,

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي

“Robbiisy-roh lii shodrii”

“Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, (QS.20.Thaaha : 25)

ﻭَﻳَﺴِّﺮْ ﻟِﻲ ﺃَﻣْﺮِﻱ

“Wayas-sir lii amrii,”

dan mudahkanlah untukku urusanku, (QS.20.Thaaha : 26)

ﻭَﺍﺣْﻠُﻞْ ﻋُﻘْﺪَﺓً ﻣِﻦْ ﻟِﺴَﺎﻧِﻲ
“Wahlul ‘uqdatam-mil-lisaa nii.”

dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku,(20.Thaaha : 27)

ﻳَﻔْﻘَﻬُﻮﺍ ﻗَﻮْﻟِﻲ
“Yafqohuu Qaulii.”

supaya mereka mengerti perkataanku,( 20.Thaaha : 28)

Khasiat Dalam Doa Nabi Musa

Berikut kami sarikan penjelasan Syaikh As Sa’di rahimahullah dalam kitab tafsirnya ketika menafsirkan ayat di atas.

Manfaat Pertama

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي

“Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku”

Maksudnya adalah lapangkanlah, janganlah perkataan dan perbuatanku ini menyakiti dan janganlah hatiku ini terkotori dengan yang demikian, dan jangan pula hatiku ini dipersempit. Dahulu bila hati sudah sempit, karenanya orang yang memiliki hati hal yang demikian susah memberikan hidayah (pedoman ilmu) pada orang yang didakwahi.

Allah Ta’ala sudah berkata pada Nabi-Nya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam,

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ

“Walhasil disebabkan rahmat dari Allah-lah kau berlaku lemah lembut kepada mereka. Sesungguhnya kau bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (QS. Ali Imron: 159). Semoga saja seseorang yang didakwahi dapat mendapatkan dakwah dengan sikap lemah lembut dan lapangnya jiwa.

Manfaat Kedua

وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي

“dan mudahkanlah untukku urusanku”

Maksudnya adalah mudahkanlah tiap-tiap urusan dan tiap-tiap jalan yang ditempuh untuk mengharap ridho-Mu, mudahkanlah seluruh kesusahan yang ada di hadapanku. Di antara dipermudah suatu urusan adalah seseorang yang memohon dikasih bermacam kemudahan dari bermacam pintu, ia dipermudah untuk berdiskusi dengan tiap-tiap orang dengan pas, dan ia mendakwahi seseorang via jalan yang membuat orang lain gampang mendapatkan.

Manfaat Ketiga

وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

“dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku”

Sesudah Nabi Musa ‘alaihis salam memiliki kekurangan, adalah rasa kaku dalam lisannya. Malahan ini membuat orang lain susah memahami yang beliau ucapkan, demikianlah dikatakan oleh para ahli tafsir. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

وَأَخِي هَارُونُ هُوَ أَفْصَحُ مِنِّي لِسَانًا

“Dan saudaraku Harun, ia lebih fasih lidahnya daripadaku” (QS. Al Qashshash: 34).

Oleh karena itu, Nabi Musa meminta pada Allah supaya dilepaskan dari kekakuan lidahnya sehingga orang dapat memahami apa yang diungkapkan oleh Musa. Namun tercapailah maksud yang beliau meminta.[Disarikan dari Taisir Al Karimir Rahman, hal. 504.]

Baca Juga: Amalan Doa Agar Pacar Kekasih Cepat Melamar Dan Menikahi Kita

Dan ada doa yang sungguh-sungguh menakjubkan, doa yang mengobati sekian banyak kegelisahan yang dialami oleh Musa,

رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ
“Robbi innii limaa anzalta ilai-ya min khairin faqiirun.”

“Ya Tuhanku Sesungguhnya aku sungguh-sungguh membutuhkan tiap-tiap kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.” (QS. Al-Qashas: 24).

Anda dapat observasi surat al-Qashas, Allah menceritakan Musa dari ayat 3 sampai ayat 43. Doa ini diungkapkan Musa ketika beliau berada di situasi serba susah. Diliputi rasa khawatir dan ketakutan. Bagi orang lazim, situasi itu mungkin sudah dianggap puncak ujian, seolah tak ada lagi harapan untuk hidup.

  1. Firaun menjajah habis bani Israil
  2. Membantai tiap-tiap bayi lelaki, dan memperbolehkan hidup bayi perempuan
  3. Firaun membuat lemah tiap-tiap sendi kehidupan bani Israil, seolah tak ada harapan untuk dapat bangkit memperjuangkan kemerdekaannya.
  4. Allah perintahkan ibunya Musa untuk melabuhkan si kecilnya ke sungai.
  5. Musa diasuh oleh keluarga Firaun. Musa kecil tumbuh di tengah-tengah calon musuhnya.
  6. Sebab besar, Musa melarikan diri dari kerajaan Firaun. Musa membunuh pengikut Firaun ketika berupaya membantu lelaki bani Israil yang rebutan air dengan korban.
  7. Musa menjadi ketakutan di kota Mesir, karena sudah membunuh pengikut Firaun. Malahan datang seorang informan, bahwa para pemimpin pasukan Firaun sudah bermufakat untuk membunuh Musa.
  8. Musa keluar mesir dengan penuh ketakutan, beliau berjalan ke arah Madyan.
  9. Di tengah perjalanan beliau menjumpai dua wanita yang mengantri untuk mengambil air untuk ternaknya, tapi mereka tak mampu melakukannya. Kemudian dibantu Musa.

Di ketika itulah, Musa merasa sungguh-sungguh membutuhkan pertolongan dan bantuan. Namun tiada lagi daerah mengadu, tak ada keluarga, tak ada pekerjaan, tak mungkin kembali ke Mesir dalam waktu dekat. Di ketika itulah, Musa merasa sungguh-sungguh butuh pertolongan Tuhannya. Di bawah adem pohon-pohon, beliau berdoa,

فَسَقَى لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّى إِلَى الظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ

Musa memberi minum ternak itu untuk membantu kedua wanita itu, kemudian ia duduk di daerah yang adem lalu berdoa: “Ya Tuhanku Sesungguhnya aku sungguh-sungguh membutuhkan tiap-tiap kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku “. (QS. Al-Qashas: 24).

Gayung malah bersambut, seusai doa Allah hilangkan keresahan Musa, setahap demi setahap. Datanglah salah satu diantara wanita yang ditolong Musa, menawarkan kepada Musa supaya mampir ke rumahnya. Menemui ayah sang gadis.

  1. Allah berikan jaminan keamanan kepada Musa, dengan Allah kumpulkan beliau bersama orang soleh (ayah si gadis).
  2. ayah menikahkan Musa dengan salah satu putrinya.
  3. Musa mendapatkan pekerjaan dan daerah tinggal yang aman di kota Madyan.
  4. Musa mendapatkan tongkat yang akan menjadi mukjizatnya.
  5. Musa diajak oleh Allah untuk menuju jurang penuh berkah, jurang Tuwa.
  6. Di jurang ini, Allah berdiskusi segera dengan Musa menjadikannya sebagai Nabi.
  7. Musa mendapatkan banyak Mukjizat untuk melawan Firaun.
  8. Allah mengangkat saudara Musa, Harun, sebagai Nabi, yang akan membantu Musa dalam berdakwah.
  9. Allah memenangkan Musa dan Firaun ditenggelamkan di laut merah.

Anda dapat observasi, kemenangan dan keberhasilan bertubi-tubi Allah berikan kepada Musa. Mengetahui seluruh itu diawali setelah ia berdoa dengan penuh rasa harap, merasa fakir di hadapan Allah, memohon supaya Allah menurunkan banyak kebaikan untuknya.

Seperti itulah diantara budi pekerti dalam berdoa. Berdoa dan memohon kepada Allah, di ketika Anda merasa sungguh-sungguh membutuhkan pertolongan Allah, mewujudkan doa mustajab. Dahulu Anda merasa sungguh-sungguh dekat dengan Allah. Sehingga doa yang dilantunkan menjadi sungguh-sungguh bermutu.

Berbeda dengan doa yang sifatnya rutinitas. Membaca teks Arab, tapi tak diiringi ketidakhadiran hati. sebatas di lisan, tanpa ada perasaan butuh kepada Allah. ini mewujudkan doa kita tak mustajab. Sebagaimana yang diungkapkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لَاهٍ

“Berdoalah kepada Allah dengan penuh keyakinan akan dikabulkan. Ketahulilah bahwa Allah tak akan memperbolehkan doa dari seorang hamba yang hatinya lalai.” (HR. Turmudzi 3479, Hakim dalam al-Mustadrak 1817 dan dihasankan oleh al-Albani).

Wallahu’alam
Wa-Baarakallaahu Fiikum jamii’an

Wasalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatu