Pengertian Filum Mollusca : Kelas, Contoh, Peranan, Reproduksi, Struktur, Cara Hidup

3 min read

Cara Hidup, Struktur, Reproduksi, Peranan, Contoh, Kelas Dan Pengertian Mollusca Menurut Para Ahli

Cara Hidup, Struktur, Reproduksi, Peranan, Contoh, Kelas Dan Pengertian Mollusca Menurut Para Ahli

Mollusca berasal dari bahasa latin yaitu molluscus yang artinya lunak. Kaprikornus Filum Mollusca ialah kelompok binatang invretebrata yang mempunyai badan lunak. Tubuh lunaknya itu dilindungi oleh cangkang, meskipun ada juga yang tidak bercangkang. Mollusca yang sudah tidak gila lagi bagi kita ialah siput. Siput merupakan salah satu Mollusca yang teramsuk ke dalam kelas gastropoda. yaitu berjalan dengan memakai perutnya.

Mollusca disebut juga binatang lunak. Hal ini sebab tubuhnya lunak, tanpa rangka. Tubuh Mollusca intinya bersifat bilateral simetris, terbungkus dalam cangkang berkapur dari sekretnya sendiri.

Habitat cacing ini tersebar luas mulai daratan, air tawar, hingga lautan. Tubuh diselubungi mantel, yang membatasi badan dengan cangkangnya. Mollusca ada yang bercangkang/bercangkok, tapi juga ada yang tidak bercangkang. Mollusca mempunyai sistem respirasi, reproduksi, ekskresi, dan digesti yang kompleks. Sistem peredaran darah terbuka, jantung terdiri dari beberapa ruangan.

Cara Hidup, Struktur, Reproduksi, Peranan, Contoh, Kelas Dan Pengertian Mollusca Menurut Para Ahli

Cara hidup Mollusca
Mollusca hidup secara heterotrof dengan memakan organisme lain. Misalnya ganggan, ikan, ataupun mollusca lainnya.

Habitat Mollusca
Mollusca hidup di air maupun di darat. Mollusca yang hidup di air misalnya sotong dan gurita. Sedangkan yang hidup di darat misalnya Siput.

Reproduksi Mollusca
Mollusca bereproduksi secara seksual. pada umumnya organ reproduksi jantan dan betina pada umumnya terpisah pada individu lain (gonokoris). Namun, meski begitu jenis siput tertentu ada yang bersifat Hermafrodit. Fertilisasi dilakukan secara internal ataupun eksternal sehingga menghasilkan telur. Telur tersebut bermetamorfosis larva dan pada karenanya akan menjadi mollusca dewasa.

Klasifikasi Mollusca
Berdasarkan bentuk, kedudukan kaki, cangkang, mantel, dan sistem syarafnya, Filum Mollusa terbagi menjadi lima kelas yaitu
Polyplacophora
Polyplacophora merupakan satu dari lima kelas dalam filum mollusca. Polyplacophora mempunyai bentuk bundar telur, pipih, dan simetri bilateral. Mulut terletak di bab anterior tetapi tidak berkembang dengan baik. Sedangkan anusnya berada di bab posterior. Polyplacophora tidak mempunyai tentakel dan mata. teladan : Chiton sp.

Scapopoda

Hewan jenis ini pada umumnya bercangkang mirip kerucut atau tanduk. Di kedua ujung cangkang berlubang. Scapopoda biasa hidup di air. contoh: Dentalium vulgare

B. Klasifikasi
Mollusca terdiri dari 7 kelas, yaitu Aplacophora, Monoplacophora, Polyplacophora, Scaphopoda, Gastropoda, Cephalopoda dan Pelecypoda.

1) Aplacophora
Tubuh mirip cacing, tidak bercangkang dan hanya diselubungi mantel yang liat.

2) Monoplacophora
Binatang ini mempunyai cangkang tunggal satu sisi dan insang ganda.

3) Polyplacophora
Tubuhnya bilateral simetris, kaki terdapat di bab ventral memanjang. Bagian dorsal tubuhnya dilindungi oleh beberapa (biasanya berjumlah 8) papan berkapur. Ruang mantel banyak mengandung insang. Habitat cacing ini di laut, melekat pada bebatuan dengan melingkarkan tubuhnya. Jenis kelaminnya dioesius tapi ada juga yang hermaprodit. Fertilisasi terjadi secara eksternal. Hewan betina mampu bertelur hingga 200.000 butir.

Contohnya Cryptochiton sp (Chiton).

4) Scaphopoda
Mollusca anggota kelas ini mempunyai cangkang berbentuk pena atau gading gajah yang panjang. Tubuhnya memanjang dorsoventral, kepala rudimenter/ menyusut, kaki lancip berkhasiat untuk menggali lumpur. Habitat di bahari hingga kedalaman 5.000 meter. Jenis kelaminnya bersifat diesis, mengalami bentuk larva trokofor. Di bersahabat verbal terdapat semacam tentakel untuk alat peraba yang berfungsi menangkap mikroflora dan mikrofauna (plankton). Scaphopoda bernapas memakai rongga mantel, dan tidak mempunyai insang.

Contoh: Dentalium sp (siput pena).

5) Gastropoda (hewan berkaki perut)
Gastropoda mempunyai kaki otot yang pipih untuk merayap, kebanyakan mempunyai cangkok (kecuali Vaginula sp). Kepala dengan tentakel berjumlah dua atau empat, pada lubang verbal terdapat gigi radula (lidah parut) untuk mengunyah makanan. Gastropoda mempunyai bintik mata sebagai fotoreseptor, biasanya terdapat di ujung tentakel yang panjang, dan tentakel pendek berfungsi sebagai kemoreseptor.

Gastropoda bernapas dengan insang atau paru-paru, diubahsuaikan dengan habitatnya. Gastropoda darat bernapas dengan paru-paru, sedangkan Gastropoda air bernapas dengan insang. Jenis kelaminnya diesis atau hermaprodit, ovipar. Contonya Achatina fulica (bekicot), Lymnaea javanica (siput air tawar), Fissurella sp (siput laut), Vaginulla sp (siput telanjang).

Anatomi badan Gastropoda
Anatomi badan Gastropoda, bintik mata terdapat pada ujung antena panjang. Sistem pencernaan dengan jalan masuk pencernaan tepat (dari verbal hingga anus) dan kelenjar pencernaan (digestive gland). Telah mempunyai paru-paru (lung), ginjal (kidney), hati (heart).

6) Cephalopoda (hewan berkaki di kepala)
Kelas Cephalopoda mempunyai bab kepala yang jelas, mata besar, telah berkembang baik mirip mata pada Vertebrata. Cephalopoda mempunyai tentakel di bab kepala (berjumlah 8 atau 10 buah) untuk menangkap mangsa atau membela diri. Semua binatang Cephalopoda tidak bercangkang (kecuali Nautilus sp), mempunyai kelenjar tinta yang menghasilkan cairan tinta yang berkhasiat untuk mengelabuhi pemangsa. Jenis kelamin terpisah (dioesis), tidak mengalami fase larva. Cephalopoda mempunyai sel-sel khusus pembawa warna (kromatofora) yang mampu mengubah warna badan dalam waktu singkat sesuai dengan warna benda di sekitarnya.

Contohnya Loligo sp (cumi-cumi), Octopus sp (gurita), Nautilus sp

7) Pelecypoda (hewan berkaki pipih)
Hewan ini dinamakan Pelecypoda sebab bentuk kakinya yang pipih atau mirip kapak. Disebut juga Bivalvia sebab cangkangnya terdiri dari dua katup (valva). Ada juga yang menamakan Lamellibranchiata sebab insangnya (branchia) berbentuk lembaran (lamella). Bentuk tubuhnya simetri bilateral, habitatnya di air tawar atau di laut.

Pelecypoda mempunyai otot pelopor cangkang yang dinamakan otot aduktor, mencakup otot aduktor anterior dan otot aduktor posterior. Otot ini berfungsi untuk membuka dan mengatupkan cangkang.

Cangkangnya terdiri dari tiga lapisan, yaitu:
a. Periostrakum: lapisan paling luar tipis, dari zat tanduk, berwarna gelap.
b. Prismatik: lapisan tengah tebal, tersusun oleh kristal kalsium karbonat (CaCO 3)berbentuk prisma.
c. Nakreas: lapisan dalam, penghasil mutiara. Sistem saraf Pelecypoda terdiri dari:
Ganglion anterior: terdapat di sebelah ventral lambung
Ganglion pedal: terdapat pada kaki
Ganglion posterior: terdapat di sebelah otot aduktor posterior.

Contohnya Chima sp (remis), Pinctada margaritifera (kerang mutiara).

C. Peranan Mollusca

Banyak binatang Mollusca yang dagingnya mampu dimakan (cumi-cumi, kerang, siput) sehingga mampu difungsikan sebagai sumber protein hewani. Kerang mutiara menghasilkan butiran mutiara yang bernilai ekonomi tinggi.

Baca Juga: Contoh Manfaat Peranan Siklus Hidup

Beberapa cinderamata mampu dibentuk dari cangkang binatang Mollusca. Selain menguntungkan, beberapa Mollusca mirip siput dan keong sangat merugikan petani sebab sering menyebabkan kerusakan pada tumbuhan budidaya. Siput Lymnaea sp berperan sebagai inang mediator bagi cacing parasit.