Pengertian Kerjasama : Bentuk, Manfaat, Tujuan Dan Contohnya

15 min read

Contoh, Tujuan, Manfaat, Bentuk Dan Pengertian Kerjasama Antar Negara Menurut Para Ahli
(Last Updated On: 3 Maret 2021)

Contoh, Tujuan, Manfaat, Bentuk Dan Pengertian Kerjasama Antar Negara Menurut Para Ahli

Trust
Trust yakni suatu penggabungan atau pemusatan sebagian badan usaha yang sejenis ataupun berlainan menjadi badan usaha baru yang lebih besar dan kuat sehingga secara peraturan ataupun ekonomis badan usaha yang tergabung tidak berdiri sendiri lagi.
Trust dapat bersifat integrasi atau pararelisasi. Trust yang bersifat integrasi yakni gabungan badan usaha-badan usaha yang memiliki proses produksi berurutan (kolom/lajur perusahaan). Sementara trust pararelisasi yakni gabungan badan usaha-badan usaha yang mewujudkan atau menjual barang sejenis ataupun berlainan. Pada lazimnya, trust bersifat merugikan konsumen, karena salah satu tujuan penggabungan tersebut yakni untuk mendapatkan kedudukan monopoli, sehingga akan memberi pengaruh harga. Harga dalam pasar monopoli tidak terjadi atas keseimbangan antara penawaran dan permintaan melainkan ditentukan produsen pantas dengan harapan mereka sendiri.
Teladan: Bank Mandiri yakni gabungan dari Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Pembangunan Indonesia, Bank Ekspor Impor Indonesia

Pengertian Menurut Sama Antarnegara
Kerjasama antarnegara yakni terjalinnya relasi antara satu negara dengan negara lainnya melewati kesepakatan untuk mencapai tujuan. Kerjasama antarnegara formatnya pelbagai-tipe, mulai kerjasama ekonomi, perdagangan dan lain-lain.
Istilah kerja sama ekonomi internasional tidak sama dengan perdagangan internasional. Menurut sama ekonomi internasional memiliki cakupan yang lebih luas ketimbang perdagangan internasional. Dengan demikian kerja sama ekonomi internasional yakni relasi antara suatu negara dengan negara lainnya dalam bidang ekonomi melewati kesepakatan-kesepakatan tertentu, dengan mengendalikan prinsip keadilan dan saling menguntungkan.
Elemen pengertian kerja sama, maka setiap negara yang mengadakan kerja sama dengan negara lain pasti memiliki tujuan. Berikut ini tujuan kerja sama antarnegara.
a. Mengisi kekurangan di bidang ekonomi bagi masing-masing negara yang mengadakan kerja sama.
b. Meningkatkan perekonomian negara-negara yang mengadakan kerja sama di pelbagai bidang.
c. Meningkatkan taraf hidup manusia, kesejahteraan, dan kemakmuran dunia.
d. Memperluas relasi dan mempererat pertemanan.
e. Meningkatkan devisa negara.

Tiap-Tiap Penyebab Menurut Sama Antarnegar Antarnegara
Umpamanya kerja sama yang dikerjakan oleh suatu negara diberi pengaruh oleh pelbagai unsur. Tiap-unsur yang memengaruhi dapat didasarkan pada perbedaan dan persamaan yang dimiliki antarnegara.
a. Menurut Sama Antarnegara Kemampuan Adanya Perbedaan
Berikut ini perbedaan-perbedaan yang menyokong kerja sama antarnegara.
1 ) Perbedaan sumber tenaga alam
Sumber tenaga alam yang dimiliki oleh setiap negara berbeda-beda baik dari segi tipe dan jumlahnya. Ada negara yang memiliki sumber tenaga alam yang melimpah, melainkan ada juga negara yang memiliki sedikit sumber tenaga alam. Umpamanya Indonesia kaya akan sumber tenaga alam berupa bahan baku, melainkan negara Arab Saudi sedikit mewujudkan bahan baku untuk industri, meski kebutuhan mereka akan bahan baku amat besar. Dengan demikian negara-negara yang sedikit mewujudkan bahan baku akan menjalankan kerja sama dengan negara yang kaya akan bahan baku industri, dengan tujuan agar kebutuhan bahan baku dapat terpenuhi.

2 ) Perbedaan iklim dan kesuburan tanah
Perbedaan iklim dan kesuburan tanah antara satu negara dengan negara lain akan menyebabkan perbedaan tipe tanaman. Imbas Indonesia dan sebagian negara lainnya yang beriklim tropis, curah hujan yang tinggi, dan lahan yang subur akan mewujudkan padi, kopi, teh, karet, dan sebagainya. Umpamanya negara-negara seperti di Eropa yang beriklim sedang tidak pantas untuk tipe tanaman tersebut, sehingga mereka harus memperolehnya dari negara-negara tropis.

3 ) Perbedaan ilmu pengetahuan dan teknologi
Umpamanya dan pengaturan ilmu pengetahuan dan teknologi serta keterampilan antara satu negara dengan negara lain tidak sama. Negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, Eropa Barat, dan Jerman memiliki kesanggupan dalam merajai ilmu pengetahuan dan teknologi diperbandingkan negara-negara berkembang seperti di Afrika dan sebagian Asia. Adanya perbedaan tersebut, negara-negara berkembang dapat menjalankan kerja sama dengan negara-negara maju. Dengan demikian negara-negara berkembang dapat meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologinya.

4 ) Perbedaan ideologi
Perbedaan ideologi antarsuatu kawasan negara dengan negara lain dapat memicu konflik antarnegara malah menjadi konflik internasional. Untuk meredakan konflik atau ketegangan perlu adanya kerja sama, sehingga tidak memperbesar konflik yang sudah ada. Imbas negara seperti Hongkong yang memisahkan diri dengan RRC yang berideologi komunis, memerlukan kerja sama dalam bidang politik dengan negara yang berideologi liberal seperti Amerika Serikat. Umpamanya ini perlu dikerjakan agar dilema-dilema yang timbul dapat diatasi di meja negosiasi.
b . Menurut Sama Antarnegara Kemampuan Adanya Kesamaan
Berikut ini sebagian kesamaan yang menyokong kerja sama antarnegara.
1 ) Kesamaan sumber tenaga alam

Kesamaan sumber tenaga alam antara sebagian negara dapat menyokong terbentuknya kerja sama antarnegara. Imbas sebagian negara penghasil minyak bumi menyusun suatu kerja sama yang diberi nama OPEC (Organization of Petroleum Exporting Countries).

2 ) Kesamaan keadaan kawasan (keadaan geografis)
Negara-negara yang berlokasi di suatu kawasan yang memiliki keadaan geografis yang sama kerap mengadakan kerja sama untuk kepentingan kawasan dari masing-masing negara anggotanya. Imbas negara-negara yang berlokasi di kawasan Asia Tenggara menyusun kerja sama melewati organisasi ASEAN, dan sebagainya.
3 ) Kesamaan ideologi

Negara-negara yang memiliki kesamaan ideologi dapat menyokong suatu negara menjalankan kerja sama. Sebagai figur NATO (North Atlantic Treaty Organization) yakni kerja sama negara-negara di Atlantik Utara yang berideologi liberal. Teladan itu, negara-negara yang tidak memihak pada blok Barat ataupun blok Timur menyusun kerja sama dalam organisasi Nonblok.

4 ) Kesamaan agama

Adanya persamaan agama juga dapat menyokong sebagian negara untuk bergabung dalam suatu organisasi. Imbas OKI (Organisasi Konferensi Islam), yakni golongan organisasi negara-negara Islam. Mereka bergabung dalam OKI sebagai respons atas momen pembakaran Teladan Al Aqsa di Yerusalem yang dikerjakan oleh Israel.

Kerjasama Antarnegara di Bidang Ekonomi

  1. Daya-Daya Menurut Sama Ekonomi Antarnegara
    Elemen jumlah negara yang mengadakan, kerja sama ekonomi dapat dibedakan menjadi dua tipe, yakni :
    a. Menurut Sama Ekonomi Bilateral
    Menurut sama ekonomi bilateral yakni kerja sama ekonomi antara satu negara dengan negara tertentu. Menurut sama tersebut cuma melibatkan dua negara. Teladan: pinjam-meminjam modal antara Indonesia dengan Jepang, penyederhanaan tenaga kerja antara Indonesia dengan Malaysia.
    b . Menurut Sama Ekonomi Multilateral
    Menurut sama multilateral yakni kerja sama yang dikerjakan oleh banyak negara. Menurut sama multilateral dibedakan menjadi dua tipe, yakni kerja sama regional dan kerja sama internasional.
    1) Menurut sama regional
    Menurut sama regional yakni kerja sama antara sebagian negara dalam satu kawasan. Teladan: ASEAN, MEE, dan lain-lain.
    2) Menurut sama internasional
    Menurut sama internasional yakni kerja sama antara negara-negara di dunia dan tidak terbatas dalam satu kawasan. Teladan: IMF, ILO, OPEC, dan lain-lain.
  2. Badan-Badan Menurut Sama Antarnegara di Bidang Ekonomi
    Dalam rangka meningkatkan kerja sama ekonomi internasional, dibentuklah badan-badan kerja sama ekonomi internasional. Berikut ini format-format badan kerja sama antarnegara yang penting bagi Indonesia.
    a. Badan Menurut Sama Regional

1 ) ASEAN ( Association of South East Asian Nation Nation)
ASEAN yakni organisasi yang bertujuan mengukuhkan kerja sama regional negara-negara di Asia Tenggara. ASEAN didirikan pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok oleh lima negara pendiri ASEAN, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Pada perkembangannya, lima negara Asia Tenggara lainnya yakni Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Myanmar, dan Vietnam ikut bergabung dalam ASEAN. ASEAN dalam menjalankan tugas-tugasnya dengan melibatkan komite di pelbagai bidang. Berikut ini komite-komite yang dilibatkan ASEAN.

a) Committe on Food Agriculture and Forest (Komite Bahan Makanan, Pertanian, dan Kehutanan).
b) Committe on Trade and Tourism (Komite Perdagangan dan Pariwisata).
c) Committe on Finance and Banking (Komite Keuangan dan Perbankan).
d) Committe on Industry, Mining, and Gratis (Komite Industri, Pertambangan, dan Gratis).
e) Committe on Transportation and Comunication (Komite Transportasi dan Komunikasi).
f) Committe on Cultural and Information (Komite Kebudayaan dan Zona).
g) Commite on Welfare Society and Development (Komite Kesejahteraan Rakyat dan Pembangunan).

Teladan menyusun komite-komite, ASEAN juga membangun proyek-proyek yang ada di sebagian negara member. Daya proyek-proyek ASEAN seperti berikut ini.
1) ASEAN Vaccine Project, yakni proyek pabrik vaksin di Singapura.
2) ASEAN Copper Fabrication Project, yakni proyek industri tembaga di Filipina.
3) Rock Salt Soda Ash Project, yakni proyek pabrik abu soda di Thailand.
4) ASEAN Urea Project, yakni proyek pabrik pupuk urea di Malaysia.
5) ASEAN Aceh Fertilizer Project, yakni proyek pabrik pupuk urea amonia di Nangroe Aceh Darussalam, Indonesia.
Untuk menyejahterakan perekonomian negara-negara Asia Tenggara, ASEAN menjalankan sebagian langkah. Mengevaluasi dengan pengaturan penurunan biaya bersama (CEPT/The Common Effective Prevential Tariff), ASEAN lantas melangkah lebih mantap melewati penggunaan kawasan perdagangan bebas ASEAN (AFTA) tahun 2003. Melakukan ASEAN malah kian kuat dengan mengikrarkan penyusunan masyarakat ASEAN 2020 melewati Bali Concord II tahun 2003, yang berpilarkan kelompok sosial politik dan keamanan, ekonomi, dan kelompok sosial sosial adat istiadat. Pada tanggal 4 Mei 2007, para menteri ekonomi negara-negara member ASEAN mengadakan pertemuan di Brunei Darussalam. Pada pertemuan tersebut ditentukan bahwa penggabungan ekonomi di antara negara-negara member akan menyusun pasar dan basis produksi tunggal yang memungkinkan aliran bebas barang, jasa, modal, investasi, dan pekerja pandai. Lewat ini, ASEAN akan berkecimpung kian besar di bidang ekonomi dan membangun jaringan kerja sama yang kian luas melampaui batas-batas Asia Tenggara. Lebih dari itu ASEAN akan menjadi sebuah kelompok sosial terintegrasi.
2 ) AFTA ( ASEAN Kondisi Trade Kans Kans)

AFTA atau kawasan perdagangan bebas ASEAN yakni forum kerja sama antarnegara ASEAN yang bertujuan mewujudkan kawasan perdagangan bebas di seluruh kawasan ASEAN. Konsep perdagangan bebas ini antara lain meliputi peniadaan atau penurunan biaya perdagangan barang sesama negara ASEAN sehingga menurunkan biaya ekonomi. Lembaga AFTA bermula dari pertemuan member ASEAN pada KTT ASEAN ke-4 di Singapura pada Januari 1992.

Berikut ini sebagian tujuan AFTA, yakni :
a) Meningkatkan spesialisasi di negara-negara ASEAN.
b) Meningkatkan ekspor dan impor baik bagi ASEAN ataupun di luar ASEAN.
c) Meningkatkan investasi bagi negara ASEAN.

3 ) APEC ( Asia Pacific Economic Cooperation Cooperation)

APEC yakni forum kerja sama negara di kawasan Asia Pasifik untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, perdagangan, dan investasi di antara sesama negara member. Pusat APEC atas prakarsa Bob Hawke (perdana menteri Australia). Tujuan dari APEC tertuang dalam Deklarasi Bogor pada tahun 1994, yakni menetapkan kawasan APEC sebagai kawasan perdagangan dan investasi bebas dan terbuka yang berlaku paling lambat tahun 2020. Untuk negara member yang termasuk dalam golongan negara maju, kawasan bebas dan terbuka harus sudah terealisasi paling lambat 2010. Untuk mencapai tujuannya, APEC dalam menjalankan kegiatannya senantiasa berlandaskan pada prinsip kesepakatan bersama yang sifatnya tidak mengikat, dialog terbuka, serta prinsip saling menghargai pandangan dan anggapan seluruh member. Keputusan yang diambil oleh APEC dihasilkan menurut konsensus dan kesepakatan yang sifatnya sukarela. Indonesia yakni salah satu negara pencetus APEC. Indonesia pernah menjadi tuan rumah pertemuan pemimpin APEC II di kota Bogor pada tahun 1994. Keikutsertaan Indonesia dalam forum APEC diharapkan dapat memberikan pengaruh positif bagi perekonomian nasional, investasi, dan perdagangan internasional. Teladan itu, keanggotaan Indonesia juga diharapkan dapat memperlancar dan mempererat kerja sama nonekonomi antarsesama negara member pada tingkat bilateral ataupun multilateral.

4 ) EU ( European Union Union)

European Union atau Uni Eropa yakni organisasi kerja sama regional di bidang ekonomi dan politik negara di Eropa. Lembaga EU bermula dari penandatanganan Traktat Roma seputar pendirian kelompok sosial tenaga atom (European Atomic Gratis Community) dan kelompok sosial Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE). Mempertimbangkan-lembaga tersebut pada tanggal 1 Juli 1967 bergabung menjadi satu organisasi yakni Masyarakat Eropa (ME) dan kemudian pada tahun 1993 menjadi Uni Eropa. Umpamanya Uni Eropa pada awalnya cuma terbatas di bidang perdagangan. Akan melainkan searah dengan pertambahan member Uni Eropa, berkembang pula format kerja sama itu. Menurut sama tersebut yakni dalam bidang ekonomi yang lebih luas, seperti kebijakan perpajakan, perindustrian, pertanian, dan politik. Upaya ini dilanjutkan dengan menyusun pasaran bersama, sebuah perjanjian untuk menghapus halangan kepada mobilitas unsur produksi sesama negara member Uni Eropa. Anggota Uni Eropa terdiri atas 27 negara. Negara-negara member UE terdiri atas: Irlandia, Inggris, Prancis, Portugal, Spanyol, Italia, Yunani, Austria, Belgia, Luksemburg, Jerman, Belanda, Denmark, Swedia, Finlandia, Polandia, Ceko, Hongaria, Slovenia, Siprus, Malta, Slovakia, Latvia, Lithuania, Estonia, Rumania, Bulgaria.
5 ) EFTA ( European Kondisi Trade Kans Kans)

EFTA didirikan pada tahun 1959 sebagai lembaga kerja sama ekonomi antara negara-negara Eropa yang tidak termasuk MEE. Negara member EFTA terdiri atas Austria, Swiss, Denmark, Norwegia, Swedia, dan Portugal.

6 ) ADB ( Asian Development Bank Bank)

ADB atau Bank Pembangunan Asia, didirikan tanggal 19 Desember 1966. ADB berpusat di Manila, Filipina. Tujuan didirikan ADB yakni untuk menolong negara-negara Asia yang sedang membangun dengan metode memberikan pinjaman lunak, yakni dengan masa pembayaran dalam bentang panjang serta bunga yang rendah.

b . Badan Menurut Sama Ekonomi Multilateral
Seperti yang sudah ditunjukkan sebelumnya, bahwa kerja sama ekonomi multilateral yakni kerja sama ekonomi antara dua negara atau lebih yang tidak dikuasai oleh kawasan atau kawasan tertentu. Organisasi multilateral yang paling besar yakni Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). PBB yakni organisasi internasional yang dianggap sebagai induk organisasi internasional lainnya. PBB didirikan pada tanggal 24 Oktober 1945, ditandai dengan penandatanganan Piagam PBB oleh negara anggotanya. Tujuan utama PBB yakni menjamin perdamaian dunia, menjamin berlakunya hak asasi manusia, serta berupaya meningkatkan kemajuan ekonomi dan sosial masyarakat di seluruh dunia. Untuk menjalankan perannya di seluruh dunia, PBB menyusun lembaga perwakilan melewati Dewan Ekonomi dan Daya (Economic and Social Council/ECOSOC). ECOSOC dalam menjalankan tugas-tugasnya dibantu oleh organisasi-organisasi khusus PBB yang erat kaitannya dengan tugas-tugas dewan. Berikut ini organisasi khusus PBB yang berada di bawah ECOSOC ataupun yang ada kaitannya dengan dewan tersebut.
1 ) IMF ( International Monetary Found)

IMF atau Dana Moneter Internasional yakni lembaga keuangan internasional yang didirikan untuk mewujudkan stabilitas metode keuangan internasional. IMF didirikan pada tanggal 27 Desember 1945. Markas besar IMF berada di Washington DC, AS. IMF didirikan dengan sebagian tujuan berikut ini.
a) Meningkatkan kerja sama keuangan atau moneter internasional dan memperlancar pertumbuhan perdagangan internasional yang sepadan.
b) Meningkatkan stabilitas nilai tukar uang dan menolong terciptanya lalu lintas pembayaran antarnegara.
c) Menyediakan dana bantuan bagi negara member yang mengalami defisit yang bersifat sementara dalam neraca pembayaran.
Elemen tujuan yang hendak ditempuh IMF, maka aktivitas-aktivitas utama IMF terdiri atas hal-hal berikut ini.
a) Memonitor kebijakan nilai tukar uang negara member.
b) Selain negara member mengatasi dilema yang berkaitan dengan neraca pembayaran.
c) Memberikan bantuan teknis dan pelatihan dalam rangka meningkatkan kapasitas lembaga serta sumber tenaga manusianya.
Bantuan juga diberi untuk mendesain dan mengimplementasikan kebijakan makroekonomi serta perubahan struktural yang relatif.
2 ) IBRD ( International Bank for Reconstruction and Development )
IBRD disebut juga World Bank atau Bank Dunia. IBRD yakni organisasi pemberi kredit kepada negara-negara member untuk tujuan pembangunan. IBRD didirikan pada tanggal 27 Desember 1947 dan berkedudukan di Washington DC, Amerika Serikat. IBRD berupaya mengumpulkan dana dari para member untuk dipinjamkan kepada para member yang memerlukan dana untuk pembangunan.Pinjaman yang dibiayai oleh IBRD cuma dimaksudkan untuk proyekproyek yang positif.

3 ) WTO ( World Trade Organization )

WTO atau organisasi perdagangan dunia yakni organisasi internasional yang bertugas untuk membenahi dan memfasilitasi lalu lintas perdagangan antarnegara serta mengatasi konflik perdagangan antarnegara. WTO dibentuk pada tahun 1995 sebagai substitusi dari General Agreement on Tariff and Trade (GATT). GATT me-rupakan persetujuan awam seputar biaya dan perdagangan yang dibentuk tahun 1947. Tujuan didirikannya GATT yakni untuk mengurangi hambatan perdagangan antarnegara dengan memerhatikan kepentingan negara yang menjalankan transaksi perdagangan. GATT dibubarkan di Jenewa, Swiss pada tanggal 12 Desember 1995. Pembubaran GATT dikerjakan setelah organisasi ini berjalan berdampingan dengan WTO. WTO didirikan untuk menjalankan tugas-tugas berikut ini.
a) Memantau proses perjanjian dagang.
b) Kian kebijakan perdagangan nasional negara member.
c) Sebagai forum negoisasi perdagangan dan aktif menangani setiap konflik perdagangan yang terjadi.
d) Memberikan bantuan teknik dan pelatihan untuk negara-negara berkembang.
e) Kompetisi kerja sama dengan organisasi internasional lainnya.

4 ) FAO ( Food and Agricultural Organization Organization)

FAO yakni organisasi internasional yang bergerak di bidang pangan dan pertanian. FAO didirikan tanggal 16 Oktober 1945 dan berkedudukan di Roma, Italia. Tujuan didirikannya FAO untuk meningkatkan jumlah dan kualitas pangan serta menyelenggarakan persediaan bahan makanan dan produksi agraris internasional. Indonesia sebagai member FAO pernah mendapatkan penghargaan atas keberhasilannya dalam meningkatkan produksi beras.

5 ) IFC ( International Finance Corporation Corporation)
IFC yakni bagian dari Bank Dunia. IFC bertugas memberikan bantuan modal kepada pengusaha-pengusaha swasta yang dijamin pemerintahannya serta menolong menyalurkan investasi luar negeri ke negara-negara sedang berkembang. IFC berdiri pada tanggal 24 Juli 1956 dan pusatnya di Washington, Amerika Serikat.
6 ) ILO ( International Labour Organization Organization)

ILO atau Organisasi Perburuhan Internasional yang bertugas mempromosikan keadilan sosial serta hak buruh. ILO dibentuk oleh Liga Bangsa-Bangsa Akibatnya Traktat Versailes (Treaty of Versailles) pada tahun 1919. Prinsip yang diterapkan ILO sebagai dasar kegiatannya yakni perdamaian abadi dapat ditempuh jika didasarkan pada keadilan sosial. ILO sebagai salah satu organisasi perburuhan dunia akan memperjuangkan hal-hal berikut ini.
a) Penghormatan kepada hak asasi manusia (HAM).
b) Standar hidup yang lebih baik.
c) Imbas kerja yang manusiawi.
d) Kepada kerja.
e) Keamanan ekonomi.
Adapun produk yang dihasilkan ILO baik berupa peraturan atau kesepakatan antara pengusaha dan pekerja, terdiri atas hal-hal berikut ini.
a) Batasan lama bekerja yakni 8 (delapan) jam/hari.
b) Perlindungan kepada tenaga kerja wanita (ibu) yang sedang hamil.
c) Sekiranya seputar pekerja si kecil-si kecil.
d) Peningkatan keselamatan kerja.
e) Penciptaan keadaan kerja yang kondusif.
ILO memiliki dua lembaga penting dalam menjalankan kegiatannya yakni Mempertimbangkan Studi Perburuhan dan Sekiranya Menunjang Internasional. Mempertimbangkan Studi Perburuhan menyelenggarakan pengajaran dan riset seputar kebijakan sosial dan perburuhan. Adapun sentra pengajaran internasional menyediakan program hasil rancangan para direktur dan spesialis lainnya yang memimpin lembaga kejuruan dan teknis. ILO dalam menjalankan kegiatannya juga menjalin kerja sama baik dengan pemerintah, pengusaha, dan organisasi pekerja. Menurut sama ini dikerjakan melewati proyek promosi tenaga kerja, pengembangan SDM, produktivitas, relasi industri, dan pengajaran bagi pekerja.
7 ) UNDP ( United Nations Development Program )

UNDP yakni organisasi di bawah PBB yang bertugas memberikan donasi untuk membiayai program-program pembangunan lebih-lebih bagi negara-negara yang sedang berkembang. UNDP dibentuk pada bulan November 1965.

8 ) UNIDO ( United Nations Industrial Development Organization Organization)

UNIDO yakni organisasi pembangunan PBB yang bertujuan untuk memajukan perkembangan industri di negara-negara berkembang yakni dengan memberikan bantuan teknis, program latihan, penelitian, dan penyediaan isu. UNIDO didirikan pada tanggal 24 Juli 1967. UNIDO berkedudukan di Wina, Austria. Teladan organisasi-organisasi ekonomi di atas terdapat pula organisasi internasional lainnya yang berkaitan dengan bidang ekonomi. Akan melainkan organisasi tersebut tidak berada di bawah naungan PBB. Berikut ini format-format lembaga internasional di bidang ekonomi.
1 ) OPEC ( Organization of Petroleum Exporting Countries)

OPEC yakni organisasi negara-negara pengekspor minyak. OPEC didirikan atas prakarsa lima negara produsen terbesar minyak dunia, yakni Iran, Irak, Kuwait, Arab Saudi, dan Venezuela, pada pertemuan tanggal 14 September 1960 di Baghdad, Irak. OPEC berkedudukan di Wina, Austria. OPEC memiliki sebagian tujuan berikut ini.
a) Menyatukan kebijakan perminyakan antara negara-negara member.
b) Memenuhi kebutuhan dunia akan minyak bumi.
c) Menstabilkan harga minyak dunia.
d) Teladan kebijakan-kebijakan untuk melindungi negara-negara member.
OPEC berupaya menstabilkan harga minyak di pasar internasional dan menjamin kesinambungan pasokan minyak kepada negara-negara konsumen. Salah satu metode untuk menjaga stabilitas pasar minyak internasional yakni melewati penentuan kuota (batas tertinggi) produksi minyak menurut kesepakatan negara member. Imbas, jika permintaan minyak dunia meningkat atau salah satu negara member OPEC mengurangi produksinya, maka negara member OPEC lain dapat secara sukarela meningkatkan produksi minyaknya untuk menghindari lonjakan harga yang tidak terkendali. Dalam perdagangan internasional, OPEC merajai 55% minyak dunia. Sebetulnya itu OPEC mengendalikan peranan penting dalam dilema perminyakan internasional, lebih-lebih dalam hal menaikkan dan menurunkan tingkat produksinya. Di samping itu OPEC juga terlibat aktif dalam usaha peningkatan perdagangan internasional serta koservasi lingkungan. Negara-negara member OPEC antara lain Arab Saudi, Irak, Iran, Kuwait, Venezuela, Nigeria, Uni Emirat Arab, Qatar, Alberia, Indonesia, Aljazair, dan Lybia.
2 ) OECD ( Organization for Economic Cooperation and Development Development)
OECD yakni organisasi yang bergerak di bidang kerja sama ekonomi dan pembangunan. OECD didirikan pada tahun 1961. Tujuan OECD yakni menyusun kerja sama ekonomi antarnegara member. Anggota OECD antara lain Amerika Serikat, Autralia, Austria, Kanada, Jepang, Meksiko, Denmark, Italia, Prancis, Jerman, Belanda, Spanyol, Norwegia, Swedia, Swiss, Turki, Slowakia, Polandia, Selandia Baru, Inggris, Luksemburg, Irlandia, Ceko, Portugal, Belgia, Korea Selatan, Finlandia, Hongaria, dan Yunani.
Teladan Menurut sama Ekonomi Antarnegara dalam perekonomian Indoseia
Menurut sama ekonomi yang sudah dikerjakan oleh bangsa Indonesia, baik yang sifatnya regional ataupun internasional, tentunya akan memberikan pengaruh bagi perekonomian Indonesia. Berikut ini pengaruh dari kerja sama ekonomi antarnegara.

  1. Teladan Positif Kerjasama Ekonomi Internasional kepada Perekonomian Negara
    a. Meningkatkan Keuangan Negara
    Menurut sama ekonomi antarnegara dapat memberikan banyak manfaat bagi Indonesia, salah satunya di bidang keuangan. Akibatnya kerja sama ini Indonesia mendapat bantuan berupa pinjaman keuangan dengan persyaratan lunak yang diterapkan untuk pembangunan. Dengan demikian, adanya pinjaman keuangan otomatis dapat meningkatkan keuangan negara.
    b . Selain Meningkatkan Daya Saing Ekonomi
    Menurut sama ekonomi dapat mewujudkan persaingan yang sehat di antara negara-negara member. Menurut yang sehat ini dapat dikerjakan dengan meningkatkan kesanggupan produsen setiap negara dalam mewujudkan produk-produk yang cakap bersaing dengan negara-negara lain. Keberhasilan bersaing suatu negara ditingkat regional dan internasional pada gilirannya akan meningkatkan perekonomian negara yang bersangkutan.
    c . Meningkatkan Investasi
    Menurut sama ekonomi antarnegara dapat menjadi metode menarik bagi para pemodal untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Banyaknya pemodal yang berharap menginvestasikan modalnya di Indonesia dapat menjadi kans bagi Indonesia untuk meningkatkan perekonomian dan pembangunan Indonesia. Teladan itu, banyaknya investasi dapat juga menambah lapangan kerja baru, sehingga jumlah pengangguran dapat berkurang.
    d . Menambah Devisa Negara
    Menurut sama ekonomi antarnegara lebih-lebih di bidang perdagangan dapat meningkatkan devisa negara. Devisa didapatkan dari aktivitas ekspor barang. Restoran luas pasar akan kian banyak devisa yang didapatkan negara, sehingga dapat memperlancar pembangunan negara.
    e . Memperkuat Posisi Perdagangan
    Menurut dagang di tingkat internasional amat berat. Umpamanya ini disebabkan adanya pelbagai peraturan dan hambatan perdagangan di setiap negara. Untuk itu perlu adanya kerja sama ekonomi. Sehingga dalam kerja sama tersebut perlu dihasilkan peraturan per-dagangan yang menguntungkan negara-negara anggotanya. Dengan demikian adanya peraturan tersebut dapat memperlancar aktivitas ekspor dan impor dan mewujudkan perdagangan yang saling menguntungkan. Tidak posisi perdagangan dalam negeri kian kuat.
  2. Teladan Negatif Kerjasama Ekonomi Internasional kepada Perekonomian Negara
    a. Ketergantungan dengan Negara Lain
    Banyaknya pinjaman modal dari luar negeri daspat membuat Indonesia senantiasa tergantung pada bantuan negara lain. Umpamanya ini akan menyebabkan Indonesia tidak dapat menggembangkan pembangunan yang lebih baik.
    b . Intervensi Asing Sesudah Kebijakan Ekonomi Indonesia
    Sikap ketergantungan yang kian dalam pada negara lain, dapat menyebabkan negara lain berpeluang menjalankan campur tangan pada kebijakan-kebijakan ekonomi yang dikerjakan oleh pemerintah Indonesia. Teladan kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah mendapat campur tangan negara lain, hal ini dapat merugikan rakyat.
    c . Masuknya Asing ke Indonesia
    Alih teknologi yang timbul dari kerja sama ekonomi antarnegara memberi kans masuknya tenaga kerja asing ke Indonesia. Teladan hal ini terjadi tenaga kerja Indonesia menjadi tersingkir dan imbasnya terjadi banyaknya pengangguran.
    d . Masyarakat Hidup Konsumtif
    Barang-barang impor yang masuk ke Indonesia menyokong masyarakat untuk mencoba dan menerapkan produk-produk impor. Umpamanya ini akan menyokong munculnya pola hidup konsumtif.
  3. Kartel
    Kartel yakni format kerja sama antara sebagian perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha yang sama dengan tujuan untuk meningkatkan profit, memperkecil keadaan persaingan, dan memperluas atau merajai pasar. -tipe kartel yang kerap dijumpai antara lain:
    Kartel kawasan yakni penggabungan yang didasarkan pada perjanjian pembagian kawasan atau daerah penjualan dan pemasaran barangnya.
    Kartel produksi yakni penggabungan yang bertujuan untuk menyelenggarakan produksi bersama secara massal, melainkan masing-masing perusahaan ditentukan batas jumlah produksi yang diizinkan (kuota produksi)
    Kartel bersyarat atau kartel keadaan yakni penggabungan dengan menetapkan persyaratan-persyaratan penjualan, penyerahan barang, dan penetapan kualitas produksi
    Kartel harga yakni penggabungan dengan menetapkan harga minimum dari produk yang dihasilkan masing-masing member
    Kartel pembelian dan penjualan yakni penggabungan untuk pembelian dan penjualan hasil produksi, agar tidak terjadi persaingan.
    Teladan: kartel minyak, kartel semen
  4. Holding Company
    Holding Company yakni suatu PT yang besar yang merajai sebagian besar sero atau saham perusahaan lainnya. secara yuridis badan usaha yang dikuasai tetap berdiri sendiri melainkan dikuasai dan dikerjakan pantas dengan kebijakan PT yang merajai.
    Teladan : Trans Corp memiliki 2 cabang Perusahaan Stasiun televise, yakni Trans 7 dan Trans
  5. Concern
    concern sama halnya dengan holding company, yakni memiliki sebagian besar saham-saham dari sebagian badan usaha. Perbedaannya yakni holding company kerap berbentuk PT, meski concern kerap dimiliki perseorangan, yakni seorang hartawan yang memiliki modal yang memiliki besar.
    Teladan : perusahaan Tekstil bergabung untuk membeli pewarna sebagian dalam partai besar guna mendapatkan harga yang murah.
  6. Syndicate
    Syndicate yakni kerja sama sementara oleh sebagian badan usaha untuk menjual atau menjual suatu proses produksi.
    Teladan : Kerjasama antara PT. Mitratama Kencana dengan PT. Sasa Inti
  7. Production Sharing
    Production sharing yakni suatu format kerja sama atau gabungan badan usaha yang format seputar pembagian hasil. Production sharing dapat dikerjakan antara badan usaha milik negara dan badan usaha milik swasta ataupun antara sesama badan usaha milik swasta.
    Teladan : Perusahaan Oil Company seperti, SHELL, CHEVRON, Marathon Oil, figur.
  8. Waralaba
    Waralaba yakni metode usaha yang tidak menerapkan modal sendiri, artinya untuk membuka gerai waralaba cukup menerapkan modal milik pemodal lain. Seorang franchise (pembeli usaha waralaba) harus memenuhi persyaratan-persyaratan khusus yang ditentukan oleh franchisor (perusahaan waralaba), karena pada franchise akan menerapkan merek yang sama dengan franchisor sehingga harus memiliki standar yang sama. yang didapatkan pemodal waralaba antara lain terhindar dari biaya trial and error, karena sudah sudah lebih-lebih dikeluarkan oleh pemilik usaha.
    Teladan : KFC, Dunkin donuts, Indomaret, figur.
  9. Corner dan Ring
    Corner dan ring yakni penggabungan sebagian badan usaha yang tujuan mencari profit besar, dengan metode merajai penawaran barang untuk mendapat Monopoli dan menaikkan harga.
    Teladan : Penggabungan XL dengan Exis
  10. Joint Venture
    Joint venture yakni penggabungan sebagian badan usaha untuk mendirikan satu format usaha bersama dengan modal bersama pula, dengan tujuan untuk menggali kekayaan alam dan format tenaga spesialis untuk mewujudkan profit yang lebih besar.
    Teladan :
    · ASUS dengan Gigabyte
    Meningkatnya persaingan bisnis di bidang perangkat keras (hardware)untuk produk-produk komputer, menyokong sebagian perusahaan untuk menjalankan kerjasama guna mempertahankan posisinya di antara para pesaingnya. Umpamanya ini juga dikerjakan oleh dua perusahaan besar asal Taiwan,yakni Gigabyte dan ASUS, yang selama ini yakni ketat di golongan produk motherboard, graphics card, dan sebagian sebagian lain.Kedua perusahaan tersebut pada tahun 2007 menjalankan kerja samauntuk membuat membuat baru dalam pembuatan dan pemasaran produk motherboard dan graphics card, dan sebagian sebagian lain. Produk-produk hasil kerja sama ini akan menyandang nama Gigabyte.

· Indofood dengan Nestle
Memantapkan penetrasi pasar di industri consumer goods, dua perusahaan papan atas yakni PT Indofood Makmur Tbk (Indofood) dan Nestle S.A(Nestle), Switzerland, menyusun perusahaan patungan (joint venture).Perusahaan joint venture itu yakni PT Nestle Indofood Citarasa Indonesia.Perusahaan joint venture itu akan yakni di bisnis fokus (bumbu penyedap makanan). CEO PT Indofood Anthoni Salim, pendirian usaha patungan baru ini, akan mewujudkan kans memperbesar pangsa pasar., dua perusahaan besar ini akan saling memanfaatkan dan karena mengoptimalkan yang dimiliki.

  1. Merger
    Merger yakni suatu penggabungan antara badan usaha yang sejenis dengan tujuan memperkuat kedudukan perusahaan. Hasil penggabungan sebagian badan usaha ini akan menyusun perusahaan baru dan namanya malah cenderung baru. Merger bertujuan untuk memperkuat kedudukan dan stabilitas badan usaha yang bergabung dan untuk malah pengawasan pemerintah kepada proses kerja badan usaha yang ada.
    -tipe merger
    a. Merger Vertikal

Perusahaan masih dalam satu industri melainkan beda melainkan atau tingkat operasional.

Teladan : kafe saji menggabungkan diri dengan perusahaan peternakan ayam.
b. Merger Horisontal

Perusahaan dalam satu industri membeli perusahaan di melainkan operasi yang sama.

Teladan : pabrik komputer gabung dengan pabrik komputer., Bank Mandiri yakni hasil merger dari Bank Dagang Negara, Bank Bumi Daya, Bank Exim, Bapindo; Bank Danamon

(merger of Bank Jaya, Bank Tiara Asia, Bank Pos Nusantara, Bank Rama, Bank Tamara, Bank Nusa Nasional, Bank Duta dan Bank Risjad Salim Internasional) Bank Permata

(merger of Bank Bali, Bank Universal, Bank Patriot, Bank Prima Express, Bank Media)

c. Merger Konglomerasi

ada relasi industri pada perusahaan yang diakuisisi. Bertujuan untuk meningkatkan relasi perusahaan dari pelbagai sumber atau unit bisnis.

Teladan : perusahaan pengobatan figur bergabung dengan perusahaan operator telepon seluler nirkabel.

  1. Akuisisi
    Akuisisi yakni pengambilalihan sebagian saham perusahaan oleh perusahaan lain dan perusahaan yang mengambil alih menjadi holding meski perusahaan yang diambil alih menjadi si kecil perusahaan dan tetap beroperasi seperti sendiri tanpa penggantian nama dan aktivitas. Akuisisi kerap diterapkan untuk menjaga ketersediaan pasokan bahan baku atau jaminan produk akan diterapkan oleh pasar.
    Teladan : Aqua diakuisisi oleh Danone, Pizza Hut oleh Coca-Cola, dan lain-lain
  2. Konsolidasi
    Konsolidasi yakni yakni yang dikerjakan oleh dua badan usaha atau lebih untuk meleburkan diri dengan metode membantuk satu badan usaha baru. meleburkan diri menjadi satu badan usaha baru, masing-masing badan usaha yang meleburkan diri tersebut dibubarkan.
    Teladan:

Bank Mandiri sebagai konsolidasi karena awalnya mandiri itu dari pelbagai perusahaan yang kemudian bersatu menyusun nama perusahaan baru.

Baca Juga : Pengertian Jaringan Komputer : Manfaat, Tujuan, Sejarah, Fungsi Dan Contohnya

Perusahaan-Perusahaan MNC menjalankan konsolidasi bagi perusahaannya yang memiliki si kecil cabang di luar negeri agar metode pengawasan dan metode lebih pengendaliannya.