Pengertian Listrik Dinamis : Ciri, Soal, Tujuan Dan Contohnya

Contoh, Tujuan, Ciri Ciri Dan Pengertian Listrik Dinamis Menurut Para Ahli

Listrik dinamis ialah listrik yang berubah-ubah atau bisa bergerak dan sering disebut dengan arus listrik. Arus listrik ini berasal dari aliran elektron yang mengalir terus-menerus dari kutub negatif menuju kutub positif, dari potensial tinggi menuju potensial rendah dari sumber beda potensial (tegangan).

Listrik Dinamis
Lampu pijar ialah aplikasi pemanfaatan listrik. Lampu pijar menciptakan kekuatan sinar dengan prinsip arus mengalir via kawat tipis dan memunculkan sinar putih–panas.
Saat arus listrik mengalir via kumparan, kumparan akan panas secara kencang dan memancarkan sinar.

Pengertian Arus Listrik
Tenaga potensial ialah kekuatan yang dimiliki sebuah benda sebab benda hal yang demikian mempunyai ketinggian. Ketinggian ini diukur relatif dari tanah. Tenaga potensial ini bisa berubah menjadi kekuatan gerak (kekuatan kinetik).

Air bisa mengalir via selang sebab adanya beda potensial antara daerah penampungan air yang berada pada suatu ketinggian dengan ujung selang yang kau pegang. Karena beda potensial ini air mengalir via slang. Aliran air ini dinamakan arus. Kian tinggi daerah penampungan air diletakkan, kian deras arus air yang keluar dari ujung slang.

Perumpamaan arus listrik mirip dengan arus air yang via slang. Apabila pada arus air, yang mengalir ialah air, meskipun pada arus listrik yang mengalir ialah bobot listrik.
Pada abad ke-19, para ilmuwan telah sepakat bahwa arus listrik ialah aliran bobot positif pada suatu penghantar sebab perbedaan potensial.

Contoh, Tujuan, Ciri Ciri Dan Pengertian Listrik Dinamis Menurut Para Ahli

Rupanya, sesudah ditemukan elektron oleh J.J. Thompson, pendapat ini keliru. Bukan bobot positif yang mengalir, tapi bobot negatif atau elektron. Akan tapi, pendapat bahwa arus listrik mengalir dari kutub yang berbobot positif ke kutub yang berbobot negatif masih digunakan. Observasi ini dikarenakan kuantitas banyaknya elektron yang mengalir dalam satu arah sama dengan jumlah bobot negatif yang mengalir dalam arah berlawanan.

Pengertian arus listrik ialah aliran bobot positif dari potensial tinggi ke potensial rendah disebut arus konvensional. Kian gambar berikut!

Pada pembahasan tentang beda potensial listrik telah dibahas bahwa suatu benda mempunyai beda potensial tertentu. Kian besar beda potensial listrik kian besar arus listrik yang bisa ditimbulkan. Saat seperti aliran air, aliran arus listrik tak bisa kau lihat. Akan tapi bukti bahwa arus listrik memang ada bisa kau lihat pada lampu di rumahmu yang menyala.

penjelasan di atas ialah rangkaian sederhana yang membuktikan bahwa arus listrik mengalir pada rangkaian hal yang demikian yang ditandai dengan menyalanya lampu saat saklar ditutup. Dengan menutup saklar, menciptakan rangkaian hal yang demikian menjadi rangkaian tertutup sehingga arus listrik bisa mengalir.

Ada istilah penting yang sering digunakan dalam pembahasan listrik dinamis ialah rangkaian listrik tertutup dan rangkaian listrik terbuka. Apabila kau menyambungkan saklar, arus listrik bisa mengalir dalam rangkaian sehingga lampu bisa menyala. Sebaliknya, jika saklar terbuka, arus listrik tak bisa mengalir dalam rangkaian sehingga lampu tak menyala.

Kuat Arus Listrik
Apabila sebuah lampu senter dinyalakan dan baterai yang digunakan ialah baterai baru, apa yang terjadi? Lampu senter hal yang demikian akan menyala jelas. Akan tapi sinar lampu senter yang jelas tak akan bertahan selamanya. Kian lama lampu senter hal yang demikian dinyalakan, sinar lampu senter hal yang demikian kian redup.
Kian-mobilan yang menerapkan baterai akan melaju dengan kencang dan lincah jika baterai yang diterapkannya masih baru. Akan tapi, kendaraan beroda empat-mobilan hal yang demikian akan kian lemah jika baterainya kian sering digunakan.
Dari kedua figur di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa kuat arus diberi pengaruh oleh potensial sumber arus listrik hal yang demikian. Kian besar beda potensialnya, kian besar kuat arus yang bisa dihasilkannya. Kian sebuah baterai. Sebuah baterai mempunyai dua kutub, ialah kutub positif dan kutub negatif. Kutub positif mempunyai potensial lebih besar ketimbang kutub negatif. Oleh sebab itu, bobot listrik bisa mengalir dari kutub positif ke kutub negatif. Aliran bobot ini kian lama kian kecil. Jadi, ada hubungan antara kuat arus dan waktu.
Kuat arus listrik didefinisikan sebagai banyaknya bobot listrik yang mengalir setiap sekon. Kuat arus listrik dilambangkan dengan I dan satuannya ialah ampere (A). Satu ampere ialah bobot 1 Coulomb yang mengalir setiap satu sekon. Apabila definisi kuat arus ini dituliskan dalam wujud matematika, didapatkan:

Telah Kuat Arus Listrik
Penggunaan diceritakan bahwa kuat arus listrik mempunyai satuan ampere. Satu ampere didefinisikan sebagai banyaknya bobot yang mengalir setiap satu sekon. Untuk mengukur kuat arus listrik digunakan sebuah alat yang dinamakan amperemeter. Saat amperemeter ini dihubungkan dengan kedua kutub baterai ialah kutub positif dan kutub negatif sedemikian sehingga arus listrik dari baterai via amperemeter.
Apabila amperemeter dihubungkan dengan baterai, jarum amperemeter hal yang demikian akan bergerak. Observasi ini membuktikan bahwa baterai hal yang demikian masih bisa mengeluarkan arus listrik dan rangkaiannya benar.

Potensial Listrik
Angkatlah sebuah bobot yang terletak pada lantai setinggi h. Apabila kau mengangkat bobot hal yang demikian, kau mengeluarkan gaya untuk melawan gaya tarik gravitasi terhadap benda hal yang demikian. Besarnya gaya yang kau berikan dikalikan perpindahan benda dari keadaan semula dalam hal ini ketinggian h dinamakan usaha. Usaha juga bisa dihitung dengan menghitung beda potensial saat benda berada di atas lantai dan saat benda berada pada ketinggian h.
Observasi serupa terjadi saat sebuah bobot uji +q yang berada dalam sebuah medan listrik dari sebuah bobot –Q digerakkan menjauhi bobot –Q. Karena antara kedua bobot ini saling menarik, diperlukan sebuah usaha untuk memindahkan bobot uji q hal yang demikian. Besarnya usaha dibagi besarnya bobot uji dinamakan beda potensial listrik. Secara matematis bisa dituliskan sebagai berikut.

Beda Potensial Listrik
Arus listrik bisa mengalir sebab adanya beda potensial. Baterai bisa mengalirkan arus listrik sebab baterai mempunyai beda potensial antara kedua kutubnya ialah kutub positif dan kutub negatif. Kutub positif mempunyai potensial lebih besar ketimbang kutub negatif. Dengan demikian, arus listrik pada baterai akan mengalir dari kutub positif ke kutub negatif.
Perbedaan potensial antara dua spot dalam suatu rangkaian dinamakan tegangan. Bagian, baterai mempunyai tegangan yang tertulis pada bagian luarnya misalnya 1,5 V, artinya baterai hal yang demikian mempunyai beda potensial antara kutub positif dan kutub negatif sebesar 1,5 V.

Seperti halnya arus listrik yang bisa diukur menerapkan amperemeter, tegangan (beda potensial) bisa juga diukur. Alat untuk mengukur beda potensial disebut voltmeter. Ada perbedaan metode mengukur beda potensial dengan metode mengukur arus.

Arus listrik diukur dengan merangkai amperemeter secara seri dalam suatu rangkaian, meskipun mengukur beda potensial listrik dijalankan dengan merangkai voltmeter secara sejalan (sejalan) dalam suatu rangkaian.

Beda potensial bisa diukur jika rangkaian dalam keadaan tertutup dan ada arus listrik yang mengalir dari sebuah sumber arus listrik misalnya baterai. Apabila perlu diingat, voltmeter seharusnya dirangkai secara sejalan. Angka yang dijelaskan oleh voltmeter ialah beda potensial antara dua buah kutub.

Rangkaian Listrik
Sebuah rangkaian listrik terdiri dari sebagian bagian. Misalnya listrik ialah alat-alat yang digunakan untuk membuat sebuah peranti dan bisa berfungsi jika dialiri arus listrik.
Saklar ialah sebuah bagian listrik.

Saklar digunakan untuk menyambungkan atau menentukan arus listrik pada sebuah rangkaian listrik. Apabila kau menekan saklar pada posisi ON, berarti kau telah membuat rangkaian menjadi tertutup dan arus listrik bisa mengalir dalam rangkaian sehingga lampu menyala. Saklar diperlukan untuk mematikan dan menghidupkan sebuah alat listrik. Hampir segala kelengkapan yang menerapkan listrik mempunyai saklar. Hubungan, layar kaca, radio, kipas angin, kendaraan beroda empat-mobilan, dan sebagainya.

Saklar diberi simbol
Sekring ialah figur bagian listrik lainnya. Apabila kau mengaitkan kutub positif dan kutub negatif pada baterai dengan kabel secara langsung, kau telah membuat sebuah hubungan singkat. Kenapa singkat terjadi jika kutub-kutub yang berbeda dari
sebuah sumber arus dihubungkan tanpa via hambatan. Apabila tegangannya betul-betul besar, maka hubungan singkat akan betul-betul berbahaya.

Arus listrik yang mengalir dalam kabel akan betul-betul besar sehingga memunculkan pemanasan pada kabel hal yang demikian dan bisa mengakibatkan kebakaran. Sejajar arus yang mengalir dalam hubungan singkat bisa betul-betul besar? Observasi ini sebab dalam hubungan singkat hambatannya betul-betul kecil.

Kebakaran sering terjadi dampak hubungan singkat hal yang demikian. Jadi, kau seharusnya hati-hati dalam menerapkan listrik. Untuk menghindari bahaya hal yang demikian, maka dipasang sekring. Fungsi sekring ialah untuk memegang arus listrik yang mengalir. Sekring akan putus jika arusnya melebihi batas.
Sekring diberi simbol

a. Rangkaian Seri
Rangkaian Seri ialah salah satu rangkaian listrik yang dibentuk secara sejalan (seri). Baterai dalam senter umumnya dibentuk dalam rangkaian seri.
Di dalam sebuah rangkaian terdapat bagian-bagian listrik, seperti lampu, kabel, amperemeter, voltmeter, dan sebagainya.

Penggunaan disinggung pula bahwa untuk mengukur kuat arus listrik di dalam sebuah rangkaian tertutup, amperemeter seharusnya dibentuk secara seri dengan sumber arus listrik misalnya baterai.

Rangkaian seri ialah rangkaian listrik di mana segala hambatan listrik (atau kelengkapan listrik) dibentuk berjajar, ujung hambatan satu bersambungan dengan ujung hambatan yang lainnya. Dalam rangkaian seri, besarnya hambatan total rangkaian ialah jumlah dari keseluruhan hambatan kelengkapan listrik yang disambungkan dalam rangkaian. Gambar di bawah ialah sebuah figur rangkaian seri.

Pada rangkaian hal yang demikian terdapat bagian-bagian listrik, ialah baterai, tiga buah lampu, dan amperemeter. Sebuah rangkaian seri ditandai dengan tak adanya percabangan di rangkaian hal yang demikian.

Rangkaian seri
Diagram sebagian resistor yang dibentuk dalam rangkaian seri.

R_\\mathrm{|total|} = R_1 + R_2 + \\cdots + R_n
R = Resistor = hambatan
Jumlah hambatan total rangkaian seri sama dengan jumlah hambatan setiap- setiap bagian (resistor).

b. Rangkaian Sejajar
Semua rangkaian seri, sebuah rangkaian listrik bisa berupa rangkaian sejalan. Pada rangkaian sejalan, bagian-bagian listrik dibentuk secara sejalan/sejalan dengan sumber arus listrik. Kecuali sebuah rangkaian sejalan dijelaskan pada gambar di bawah ini.

Dalam rangkaian sejalan, besarnya hambatan total dalam rangkaian lebih kecil dari hambatan setiap kelengkapan listrik yang disambungkan. Besarnya hambatan substitusi dari rangkaian seri dan sejalan serta besarnya kuat arus dan tegangan yang mengalir dalam rangkaian akan dipelajari di subbab berikutnya tentang hambatan listrik.
Rangkaian Sejajar ialah salah satu rangkaian listrik yang dibentuk secara berjajar (sejalan). Lampu yang dipasang di rumah umumnya ialah rangkaian sejalan. Rangakain listrik sejalan ialah suatu rangkaian listrik, di mana segala input bagian berasal dari sumber yang sama. Rupanya bagian satu sama lain tersusun sejalan. Observasi inilah yang menyebabkan susunan sejalan dalam rangkaian listrik menghabiskan tarif yang lebih banyak (kabel penghubung yang diperlukan lebih banyak). Semua kelemahan hal yang demikian, susunan sejalan mempunyai kelebihan tertentu diperbandingkan susunan seri. Adapun kelebihannya ialah jika salah satu bagian dicabut atau rusak, maka bagian yang lain tetap berfungsi sebagaimana mestinya
Alat-alat listrik di rumah dibentuk secara sejalan. Dengan metode ini, kita bisa menonton layar kaca dan menyalakan lampu secara beriringan. Apabila layar kaca dinonaktifkan, lampu akan tetap menyala.
C. Rangkaian Listrik Tertutup
Rupanya, ada hubungan antara potensial, kuat arus listrik, dan hambatan listrik. Perlu dikenal bahwa setiap bagian listrik mempunyai hambatan (resistansi). Kenapa singkat terjadi sebab dua kutub listrik ialah kutub positif dan kutub negatif dihubungkan secara langsung tanpa adanya bagian listrik di antara keduanya. Dalam hal ini, bagian listrik berperilaku sebagai hambatan sebab pada dasarnya setiap alat listrik mempunyai hambatan.

Rangkaian sejalan
Diagram sebagian resistor yang dibentuk dalam rangkaian sejalan.
\\frac1{|R_\\mathrm{|total|}|} = \\frac1R_1 + \\frac1R_2 + \\cdots + \\frac1R_n.
R = Resistor = hambatan
Jumlah kebalikan hambatan total rangkaian sejalan sama dengan jumlah dari kebalikan hambatan setiap- setiap bagian (resistor).

Kenapa Kuat Arus Listrik, Beda Potensial, dan Hambatan
Penggunaan diceritakan bahwa ada hubungan antara kuat arus listrik (I), beda potensial (V), dan hambatan (R). Kenapa antara tegangan (V) dan kuat arus listrik (I) bisa diwujudkan grafik, seperti dijelaskan pada Gambar 5.21.
Regulasi grafik hal yang demikian bisa dicari harga gradiennya (ingat pembelajaran matematika), yang secara matematis dituliskan sebagai berikut.
y = m · x
Dengan m ialah suatu tetapan atau gradien. Harga gradien ini bisa dicari via perbandingan berikut.

Secara analog, grafik V terhadap I bisa juga ditentukan gradiennya sebagai berikut.

Misalnya m yang tetap hal yang demikian kemudian disebut besaran hambatan listrik, yang diberi simbol R.
George Simone Ohm (1789–1854) meneliti hubungan antara potensial listrik (V), kuat arus (I), dan hambatan listrik (R). Secara matematis dituliskan sebagai berikut.

Rumus di atas dikenal sebagai Apabila Ohm, ialah hambatan di dalam suatu rangkaian sama dengan tegangan dibagi arus.

Apabila Ohm dalam Keseharian
Dalam kehidupan sehari-hari, pengetahuan tentang Apabila Ohm betul-betul bermanfaat dalam pemilihan bagian-bagian listrik yang baik serta sesuai dengan besarnya tegangan yang tersedia. Hubungan, jika kau menerapkan lampu baterai. Lampu baterai mempunyai tahanan yang diwujudkan sesuai dengan skor tegangan yang besarnya tertentu. Apabila lampu baterai hal yang demikian dihubungkan dengan baterai yang tegangannya terlalu besar, maka lampu hal yang demikian akan rusak. Sebaliknya jika lampu hal yang demikian dihubungkan dengan baterai yang tegangannya terlalu kecil, lampu hal yang demikian tak akan menyala secara optimal atau lampu hal yang demikian akan nampak redup.
Bagian alat-alat listrik diwujudkan sedemikian rupa sehingga besarnya tegangan yang diperlukan untuk mengoperasikan alat hal yang demikian bisa menerapkan sumber tegangan dari sumber listrik dari PLN. Untuk menyesuaikan kebutuhan tegangan yang diperlukan guna mengoperasikan alat hal yang demikian, umumnya alat-alat listrik diwujudkan dengan menambahkan hambatan. Kamu dari segi bahan pembuatannya, atau ditambahkan resistor lain untuk menambah tahanan alat hal yang demikian.

Hambatan Nilai
Jenis mengingatkan, arus listrik mirip dengan aliran arus air di dalam slang. Banyaknya air yang mengalir dari slang bertumpu pada besarnya pipa. Kian besar ukuran pipa, kian besar pula air yang mengalir setiap waktu.

Observasi serupa terjadi pada arus listrik. Kian telah mengetahui bahwa arus listrik bertumpu pada hambatan penghantarnya ialah kabel dan bagian-bagian listrik yang terdapat dalam rangkaian hal yang demikian. Hambatan listrik bertumpu pada ragam bahan hambatan, panjang hambatan dan luas penampang yang dilalui arus listrik.
Misalnya hambatan suatu penghantar bertumpu pada hal-hal berikut ini.

a. Panjang kawat, kian panjang kawat maka hambatan kian besar.
b. Luas penampang kawat, kian besar luas penampang maka hambatannya kian kecil.
c. Nilai bahan.
Apabila dituliskan dalam wujud matematika, hambatan bisa dituliskan sebagai berikut.

Kecuali sebagian ragam penghambat dalam rangkaian listrik:
a. rheostat
b. resistor pita warna
c. potensiometer
Hambatan ragam ialah sifat khas dari suatu bahan. Bahan yang terbuat dari besi akan berbeda hambatan jenisnya dengan bahan yang terbuat dari tembaga. Sebuah penghantar misalnya kabel seharusnya mempunyai hambatan ragam yang kecil sehingga arus dari sumber tegangan tak banyak yang hilang saat hingga pada alat listrik.
Ukuran panjang dan luas penampang bahan juga memengaruhi hambatan sebuah bahan. Kian panjang sebuah penghantar dan kian kecil luas penampangnya, kian besar hambatannya. Kenapa sebaliknya.
Dari Apabila Ohm ini kita bisa mengetahui bahwa wujud dan sifat-sifat bahan sebuah penghantar listrik memengaruhi skor hambatannya. Kian kecil skor hambatan suatu bahan kian baik bahan hal yang demikian diwujudkan penghantar listrik.
Panjang penghantar yang memengaruhi besarnya hambatan menjadi kendala bagi PLN untuk mendistribusikan listrik. Kian bayangkan berapa ratus kilometer panjang kabel PLN yang digunakan untuk mendistribusikan arus listrik ini. Akan tapi, hal ini bisa ditanggulangi dengan adanya alat transformator. Transformator berfungsi untuk meningkatkan atau menurunkan tegangan.

Konduktor, Isolator, dan Semikonduktor
Apabila Ohm menyatakan bahwa ragam bahan memengaruhi skor hambatan listriknya. Sifat alami yang dimiliki suatu bahan ialah hambatan jenisnya. Hambatan ragam besi akan berbeda dengan hambatan ragam tembaga. Apabila kau mengganti kabel penghantar pada suatu rangkaian listrik dengan tali plastik, arus listrik ini pasti tak akan mengalir. Sejajar demikian? Plastik ialah bahan yang hambatan jenisnya betul-betul besar sehingga tak ada arus listrik yang mengalir melewatinya.
Regulasi sifat menghantarkan listriknya, bahan dibedakan menjadi tiga klasifikasi, ialah konduktor, isolator, dan semikonduktor. Konduktor ialah bahan-bahan yang bisa menghantarkan arus listrik dengan baik. Bahan-bahan yang termasuk ragam konduktor ini di antaranya besi, baja, tembaga, dan nikel. Isolator ialah bahan-bahan yang sama sekali tak bisa menghantarkan arus listrik. Kecuali bahan-bahan yang termasuk isolator, di antaranya plastik, kayu kering, dan kertas.
Apabila konduktor ialah bahan yang bisa menghantarkan arus listrik dan isolator ialah bahan yang tak bisa menghantarkan arus listrik, semikonduktor ialah bahan yang bersifat di antara isolator dan konduktor. Artinya, semikonduktor bisa menghantarkan arus listrik dan bisa pula tak menghantarkan arus listrik. Sifat semikonduktor ini bertumpu suhu. Apabila suhu bahan kian tinggi, bahan ini akan bersifat konduktor. Sebaliknya, jika suhunya kian rendah bahan ini akan menjadi isolator.
Sifat-sifat semikonduktor dimanfaatkan dalam pembuatan bagian-bagian listrik seperti transistor dan IC (Integrated Circuit). Bahan-bahan semikonduktor misalnya germanium, silikon, dan selenium. Apabila dipandang, alat-alat listrik yang ada di rumah pasti ada yang menerapkan bahan-bahan konduktor dan bahan isolator. Sebuah obeng diwujudkan dari bahan besi dengan pegangannya diwujudkan dari kayu atau plastik. Sejajar dirancang demikian? Rancangan seperti ini bermanfaat saat digunakan untuk memperbaiki bagian dalam alat-alat elektronik, supaya pengguna tak terkena aliran listrik.

Apabila I Kirchhoff
Dalam sebuah rangkaian seringkali terdapat rangkaian yang kompleks sehingga diperlukan teknik tertentu dalam menuntaskan dilema-dilema yang terkait dengan rangkaian hal yang demikian.

Gambar di atas menampakkan gambar sebuah rangkaian yang terdiri atas rangkaian seri dan rangkaian sejalan.
Sesudah bahwa besarnya arus yang via R2, R3, dan R4 ialah satu per tiganya dari arus listrik yang via R1 sebab R2, R3, dan R4 nilainya sama. Kuat arus sesudah via percabangan akan terbagi tiga sama besar.

Gustav Kirchhoff pada pertengahan abad ke-19 telah melaksanakan penelitian tentang perilaku arus listrik yang via sebuah percabangan. Hasil penelitian Kirchhoff ini dikenal sebagai Apabila Kirchhoff.

Apabila I Kirchhoff menyatakan bahwa arus listrik yang masuk via percabangan sama dengan arus yang keluar dari percabangan. Apabila II Kirchhoff menyatakan tentang beda potensial yang memutari suatu rangkaian tertutup. Inspirasi akan kau pelajari berikut cuma Apabila I Kirchhoff.

Apabila penjelasan di atas disederhanakan, dan dijelaskan percabangannya saja, maka didapatkan Gambar berikut.

Pada percabangan A, arus listrik I terbagi menjadi dua, ialah yang via kawat ab ialah I1, I2, I3 dan yang via kawat cd, ialah I4. Apabila via percabangan, arus listrik ini berkumpul kembali dan keluar via spot B, sehingga arus yang menjelang percabangan akan sama dengan arus yang keluar dari percabangan.

Rangkaian Hambatan Listrik (Resistor)
Besarnya kuat arus mencontoh bawaan Apabila Ohm, ialah besarnya arus yang via suatu rangkaian ialah hasil bagi antara tegangan V dan hambatan R.

a. Rangkaian Seri Resistor
Rangkaian seri resistor ialah rangkaian yang terdiri atas sumber tegangan dan minimal dua resistor (hambatan listrik) yang dibentuk secara berjajar. Kuat arus listrik yang mengalir pada setiap resistor ialah sama besar dan besar tegangan tergantung besar hambatan. Rangkaian seri bisa juga disebut sebagai rangkaian pembagi tegangan.

Gambar di atas menampakkan empat buah resistor yang dibentuk secara seri. Penggunaan diceritakan bahwa rangkaian seri resistor ialah rangkaian pembagi tegangan. Dari rangkaian hal yang demikian bisa didapatkan persamaan tegangan sebagai berikut

E = Vae = Vab + Vbc + Vcd + Vde
Telah tata tertib Ohm tegangan ialah hasil kali kuat arus I dan hambatan R. Dengan demikian persamaan di atas bisa dituliskan sebagai berikut.
E = Vae = Iab · R1 + Ibc · R2 + Icd · R3 + Observasi · R4
Karena di dalam rangkaian seri kuat arus yang via setiap resistor besarnya sama, persamaan di atas bisa dituliskan sebagai berikut.
E = Vae = I · R1 + I · R2 + I · R3 + I · R4
E = Vae = I · (R1 + R2 + R3 + R4)
E = Vae = I · Rs

Rs ialah hambatan substitusi dari rangkaian resistor yang dirangkai seri.
Rs = R1 + R2 + R3 + R4
Secara lazim persamaan tahanan substitusi dari resistor yang dibentuk secara seri dituliskan sebagai berikut.
Rs = R1 + R2 + R3 + R4 + … Rn ………

b. Rangkaian Sejajar Resistor
Rangkaian sejalan resistor ialah rangkaian yang terdiri atas resistor yang dibentuk sejalan/sejalan satu sama lainnya. Apabila pada rangkaian seri, arus yang via resistor akan sama dan tegangannya berbeda bertumpu pada skor hambatannya. Adapun pada rangkaian sejalan resistor, arus yang via setiap hambatan akan berbeda dan tegangan setiap resistor akan sama. Gambar di bawah ialah gambar sebuah rangkaian sejalan resistor.

Regulasi Apabila I Kirchhoff didapatkan:

Penggunaan diceritakan bahwa tegangan pada setiap resistor pada rangkaian sejalan ialah sama.
Vab = Vcd = Vef = Vgh = V
Sehingga didapatkan:
Dengan demikian hambatan substitusi sejalan dirumuskan:

  1. Jembatan Wheatstone
    Jembatan Wheatstone ialah rangkaian yang digunakan untuk mengukur tahanan yang tak dikenal nilainya. Kian Gambar berikut.

Misal tahanan R1 tak dikenal. Tahanan R2, R3, dan R4 diatur hingga tak ada arus yang mengalir via galvanometer. Regulasi VA = VB, I1 = I2, dan I3 = I4 dan bisa diperlihatkan bahwa

Dari persamaan hal yang demikian, maka R1 bisa dihitung.

Benda dengan bobot listrik positif lebih banyak mempunyai potensial yang lebih tinggi, meskipun benda dengan bobot negatif lebih banyak mempunyai potensial lebih rendah. Nah, dua daerah yang mempunyai beda potensial bisa menyebabkan munculnya arus listrik. Dengan catatan keduanya dihubungkan dengan suatu penghantar. Beda potensial lazim ditanyakan sebagai tegangan.
ARUS LISTRIK

Arus listrik ialah banyaknya bobot listrik yang disebabkan dari pergerakan elektron-elektron, mengalir via suatu spot dalam sirkuit listrik setiap satuan waktu. Arus listrik (I) yang mengalir via penghantar didefinisikan sebagai banyaknya bobot listrik (Q) yang mengalir setiap satu satuan waktu (t).
I = Q/t
Secara matematis bisa dituliskan:
I = arus listrik (A)
Q = bobot listrik (C)
t = selang waktu
Arus listrik bisa diukur dalam satuan Coulomb/detik atau Ampere. Kecuali arus listrik dalam kehidupan sehari-hari berkisar dari yang betul-betul lemah dalam satuan mikroAmpere (μA) seperti di dalam jaringan tubuh hingga arus yang betul-betul kuat 1-200 kiloAmpere (kA) seperti yang terjadi pada petir. Dalam kebanyakan sirkuit arus sejalan bisa diasumsikan resistansi terhadap arus listrik ialah konstan sehingga besar arus yang mengalir dalam sirkuit bertumpu pada voltase dan resistansi sesuai dengan tata tertib Ohm.
Arus listrik terbagi menjadi 2 ragam ialah
· arus AC (bolak-balik)
· arus DC (sejalan)
umumnya arus listrik via kawat penghantar setiap satuan waktu, untuk jumlah arus listrik yang mengalir dalam waktu tertentu disebut kuat arus listrik .
Kuat arus yang masuk pada rangkaian bercabang akan sama dengan kuat arus yang keluar, meskipun di rangkaian seri kuat arus akan terus sama di setiap ujung hambatan, segala itu sesuai dengan Apabila Kirchoff.
Kian besar sumber tegangan, kian besar pula arus yang akan mengalir. jika hambatan diperbesar, itu akan membuat aliran arus berkurang. Seperti yang dijelaskan di Apabila Ohm.
pengertian listrik dinamis
Gambar diatas dikatan A lebih berpontensial lebih tinggi ketimbang B, Arus listrik terjadi berasal dari A menuju ke B, terjadi sebab adanya usaha penyeimbangan potensial antara A dan B. Arus listrik seakan-akan berupa arus bobot positif, dari potensial tinggi ke rendah. Faktanya bobot listrik positif tak bisa berpindah, tapi negatif (elektron) yang bisa.

Rumus Listrik Dinamis
· Rumus Kuat Arus Listrik (I)
Arus listrik terjadi jika ada perpindahan elektron seperti uraian diatas. Kedua benda berbobot, jika dihubungkan dengan penghantar akan menciptakan arus listrik. Kuat arus listrik disimbolkan dengan huruf I, mempunyai satuan Ampere (A), rumusnya:
I= Q/t
Keterangan :
I = kuat arus listrik (A)
Q= jumlah bobot listrik (Coulomb)
t= selang waktu (s)

Rumus Beda Potensial atau Sumber Tegangan (V)
Regulasi uraian diatas, arus listrik mempunyai definisi banyaknya elektron yang berpindah dalam waktu tertentu. Perbedaan potensial akan menyebabkan perpindahan elektron, banyaknya kekuatan listrik yang diperlukan untuk mengalirkan setiap bobot listrik dari ujung penghantar disebut tegangan listrik atau beda potensial.
Sumber tegangan atau beda potensial mempunyai simbol V, dengan satuan Volt. Secara matematik mempunyai rumus:
V= W/Q
Keterangan:
V = beda potensial atau sumber tegangan listrik (Volt)
W = kekuatan (Joule)
Q = bobot (Coulomb)
· Rumus hambatan listrik (R)
Hambatan atau resistor disimbolkan dengan R, dengan satuan ohm, mempunyai rumus:

R = ρ . l / A
Keterangan:
R = hambatan listrik (ohm)
ρ = hambatan ragam (ohm.mm2/m)
A = luas penampang kawat (m2)
· Rumus tata tertib ohm
Apabila ohm ialah tata tertib yang mengaitkan antara kuat arus listrik, beda potensial, dan hambatan. Dengan rumus:
I = V / R atau R = V / I, atau V = I . R

Kecuali Soal Listrik Dinamis
Kuat arus di dalam sepotong kawat penghantar ialah 10 A. Berapa menit waktu yang diperlukan oleh bobot sebesar 9.600 C untuk mengalir via penampang hal yang demikian?
Jawaban:
:
I = 10 A
Q = 9.600 C
Ditanyakan:
t…?
Penyelesaian:
I = Q / t
t = Q / I = 9.600 C / 10 A = 960 s atau 16 menit.

Baca Juga: Kerajaan Tarumanegara

Sekian dari aku..Terima kasih telah berkunjung…