Pengertian Perusahaan Dagang : Contoh Akun, Tujuan, Jurnal, Syarat, Fungsi

9 min read

Fungsi, Syarat, Jurnal, Tujuan, Contoh Akun Dan Pengertian Perusahaan Dagang Menurut Para Ahli

Fungsi, Syarat, Jurnal, Tujuan, Contoh Akun Dan Pengertian Perusahaan Dagang Menurut Para Ahli

Akuntansi Perusahaan Dagang (APD) yakni perusahaan yang kegiatannya menjual barang dagangan tanpa adanya proses produksi.

Perusahaan dagang yakni perusahaan yang aktivitas utamanya melaksanakan transaksi beli dan jual barang dagangan.
Barang dagangan yakni aktiva atau barang yang dibeli dengan tujuan dijual kembali.

Fungsi, Syarat, Jurnal, Tujuan, Contoh Akun Dan Pengertian Perusahaan Dagang Menurut Para Ahli

Transaksi-transaksi yang terjadi pada perusahaan dagang secara garis besar terdiri dari

a. Transaksi pembelian barang dagangan
b. Transaksi penjualan barang dagangan
Transaksi Pembelian Barang Dagangan Yaitu transaksi pembelian barang dagangan; dicatat kedalam rekening pembelian barang dagangan. Transaksi pembelian barang dagangan terdiri dari :
a. Pembelian tunai, yaitu pembelian barang dagangan secara tunai/cash.
b. Pembelian kredit, yaitu pembelian barang dagangan dengan pembayaran bertempo/hutang.
c. Pembelian sebagai tunai dan sebagai kredit, yaitu pembelian barang dagangan dengan pembayaran sebagian tunai dan sebagian kredit.
d. Pembelian dengan syarat pembayaran, yaitu pembelian barang dagangan dengan syarat pembayaran yang disepakati oleh pembelian dan penjualan mirip 2/10, n/30, 5/15, n/30 dll. Arti 2/10, n/30 yakni pembeli akan menerima potongan sebesar 2% apabila pembeli melaksanakan pembayaran dalam waktu 10 hari setelah tanggal faktur/transaksi dan apabila pembayaran dilakukansetelah 10 hari tidak menerima potongan, jatuh tempo pembayaran yakni selama 30 hari.
e. Retur pembelian, yaitu pengembalian (retur) barang yang telah dibeli sebab barang yang diterima rusak, cacat atau tidak sesuai pesanan.
f. Biaya angkut pembelian, yaitu pengeluaran ongkos angkut pembelian atas pembelian barang dimana ongkos angkut ditanggung oleh pembeli.
Transaksi Penjualan Barang Dagangan Yaitu transaksi penjualan barang dagangan; dicatat kedalam rekening penjualan barang dagangan. Transaksi penjualan barang dagangan terdiri dari :
a. Penjualan tunai
b. Penjualan kredit
c. Penjualan barang dagangan sebagian tunai dan sebagian kredit
d. Penjualan dengan syarat pembayaran
e. Retur penjualan
f. Biaya angkut penjualan.

Proses produksi yakni pengolahan barang mentah menjadi barang jadi.
Kegiatan yang ada di perusahaan dagang :
Pembelian
Penjualan
Pengeluaran Kas
Penerimaan Kas
Syarat-syarat jual beli :
Loko Gudang : Pada syarat jual beli ini, pembeli harus menganggung biaya pengiriman barang dari gudang penjual ke gudang pembeli.
Franco Gudang : Kebalikannya syarat jual beli loko gudang, pada syarat jual beli ini, penjual menanggung biaya pengiriman barang hingga ke gudang pembeli.

Free on board : yakni syarat jual beli yang membebankan biaya pengiriman barang kepada pembeli dari luar negeri. Biaya pengiriman barangnya mencakup biaya dari pelabuhan muat penjual hingga ke pelabuhan peserta yang dipakai oleh si pembeli. Penjual di dalam negeri, dalam hal ini Indonesia, hanya menanggung biaya pengangkutan hingga ke pelabuhan muatnya saja.
Cost, Freight, and Insurance : dalah syarat jual beli dimana penjual harus menanggung biaya pengiriman barang dan asuransi kerugian atas barang yang dikirim.

Dua Jenis Potongan :
Potongan Tunai : diberikan kepada pembeli sebab melaksanakan pembelian secara tunai. Potongan tunai ini lazimnya dikaitkan dengan ketentuan pembayaran mirip contohnya 2/10,n/30. Artinya, perusahaan yang membayar dalam jangka waktu tertentu, 10 hari dalam pola ini, dianggap membayar secara tunai sehingga diberi potongan tunai ini.

Potongan dagang (trade discount); diberikan kepada pelanggan sebab membeli banyak BD. Potongan dagang ini eksklusif dikurangkan dari harga sehingga tidak perlu akun tersendiri di akuntansinya.

Potongan dagang ini diberikan jikalau pelanggan membeli dalam kuantitas yang banyak. Lazimnya dipotongkan dari daftar harga (price list) BD. Akuntansi mencatat harga sesungguhnya yang disepakati oleh pembeli dan penjual. Oleh karenanya, potongan dagang ini bukan sebagai pengurang harga beli BD. Dengan kata lain, harga beli BD yang dicatat akuntansi yakni harga setelah dikurangi potongan dagang.

Buku harian khusus yang ada dalam perusahaan dagang :
Buku Harian Penjualan : dipakai untuk mencatat penjualan secara kredit
Buku Harian Pembelian : dipakai untuk mencatat pembelian secara kredit.
Buku Harian Penerimaan Kas : dipakai untuk mencatat penjualan tunai dan penerimaan tagihan.
Buku Pengeluaran Kas : dipakai untuk mencatat pembelian tunai dan pembayarn hutang
Karakteristik Akuntansi Perusahaan Dagang
Usaha dagang/ perusahaan dagang yakni perusahaan yang aktivitas usahanya membeli barang dagang atau dijual kembali tanpa merubah bentuknya, meskipun ada perubahan hanya sebatas pada pengemasan / pengepakan, sehingga tidak ada proses berikutnya.
Penghasilan perusahaan dagang bersumber dari hasil penjualan barang sehingga pendapatan perusahaan dagang dari penjualan dikurangi harga pokok penjualan.

Ciri khusus dari perusahaan dagang yakni membeli/pembelian, pengeluaran uang, menjual/penjualan dan penerimaan uang.

Transaksi yang terjadi dalam perusahaan dagang sama dengan tansaksi yang terdapat pada perusahaan jasa hanya ditambah adanya transaksi:

  1. Pembelian barang dagang yang melibatkan akun-akun: pembelian, retur pembelian dan pengurangan harga; potongan pembelian; dan biaya angkut pembelian.
  2. Penjualan barang dagang dengan melibatkan akun-akun: penjualan; retur penjualan dan pengurangan harga; potongan penjualan, dan beban angkut penjualan

Syarat pembayaran ialah syarat yang berafiliasi dengan adanya potongan tunai maupun jangka waktu kredit. Syarat penyerahan ialah berafiliasi dengan biaya pengiriman yang menanggung pembelian atau penjual.

  1. FOB shipping point/ frangko gudang pembeli, artinya semua biaya pengiriman menjadi tanggungan pembeli semenjak dari gudang penjual hingga dengan gudang pembeli
  2. FOB destination point/ fangko gudang penjual, artinya semua biaya pengiriman menjadi tanggungan penjual semenjak dari gudang penjual hingga dengan gudang pembeli

Ada 2 metode yang mampu dipakai untuk mencatat transaksi khusus perusahaan dagang kedalam jurnal, yaitu :

  1. metode fisik/periodic, yaitu cara mencatat nilai persediaan barang dagang secara periodik pada setiapakhir periode dengan cara mengadakan inventarisasi secara fisik.
    kebaikannya:
    a) menghemat biaya administrasi
    b) menghemat pekerjaan
    keburukan:
    a) tidak mampu mengetahui nilai persediaan barang pada setiap saat
    b) untuk mengetahui nilai persediaan harus melaksanakan investasi secara fisik
  2. Metode perpetual/terus-menerus, yaitu cara mencatat nilai persediaan barang dagangan yang dilakukan secara terus menerus setia terjadi transaksi yang menyangkut persediaan barang dagangan, baik pada waktu membeli maupun menjual.
    kebaikannya:
    a) mampu mengetahui nilai barang setiap saat
    b) untuk menetaokan nilai persediaan final barang dagangan, tinggal melihat catatan tidak perlu mengadakan investasi secara fisik
    keburukannya:
    a) kurang menghemat biaya administrasi
    b) pekerja lebih banyak dibanding metode fisik

Perusahaan dagang yakni perusahaan yang membeli barang dagangan dari pemasok dan menjualnya kembali kepada pelanggan tanpa diproses terlebih dahulu atau tanpa diubah bentuknya. Bentuk perusahaan dagang antara lain supermarket, penyalur atau distributor, retailer, dan pengecer.

Ciri – ciri perusahaan dagang yaitu sebagai berikut :
a. Perusahaan dagang membeli barang dagangan untuk dijual kembali kepada pelanggan
b. Barang dagangan yang dibeli tidak diproses terlebih dahulu sebelum dijual kepada pelanggan
c. Dalam menghasilkan pendapatan, dilakukan transaksi pembelian dan penjualan barang dagangan
d. Penjualan merupakan pendapatan untuk perusahaan dagang
e. Biaya untuk memperoleh barang dagangan dilaporkan sebagai harga pokok penjualan
f. Barang dagangan yang belum terjual disebut persediaan barang dagangan yang dilaporkan sebagai aktiva lancar dalam neraca

Rekening khusus perusahaan dagang yaitu Rekening yang dipakai pada perusahaan dagang, yang berkaitan dengan pembelian dan penjualan barang dagangan.
Hal ini terlihat secara khusus pada rekening yang dipakai pada perusahaan dagang antara lain rekening pembelian, persediaan barang dagangan, retur pembelian dan pengurangan harga, serta potongan pembelian.
a. Pembelian ( purchases), rekening ini dipakai untuk mencatat semua transaksi yang berkaitan dengan pembelian barang dagangan baik secara tunai maupun kredit, apabila perusahaan memakai metode pencatatan persediaan barang dengan metode fisik atau periodik.
b. Persediaan barang ( inventory ), rekening ini dipakai untuk mencatat semua transaksi yang berkaitan dengan pembelian barang dagangan baik secara tunai maupun kredit, apabila perusahaan memakai metode perpetual atau terus – menerus.

c. Retur pembelian dan pengurangan harga ( purchases return and allowances ), rekening ini dipakai untuk mencatat transaksi yang berkaitan dengan pengembalian barang yang telah dibeli tetapi dikembalikan sebab barang tidak sesuai dengan yang dipesan atau barang tersebut rusak.
d. Potongan pembelian ( purchases discount ), rekening ini dipakai untuk mencatat transaksi yang terjadi sebab ada potongan pembelian.

Perusahaan ( penjual ) sering menerapkan istilah termin pembayaran. Adapun syarat penjualan ( termin pembayaran ), antara lain :
1) 2/10, n/30 artinya diberikan potongan sebesar 2% dari harga faktur jikalau pembayaran dilakukan dalam tempo 10 hari semenjak tanggal faktur dan jikalau pembayaran dilakukan setelah periode tersebut (10 hari) maka pembayaran harus dilakukan secara penuh (nominal faktur) dengan batas waktu 30 hari semenjak tanggal faktur.
2) n/15, EOM artinya jumlah rupiah dan harga faktur penjualan harus dibayar 15 hari setelah final bulan ( End Of Month ) dibuatnya faktur.
3) EOM ( End Of Month ), artinya faktur tersebut harus dilunasi paling lambat pada final bulan pembelian.
4) C.O.D ( Cash On Delivery ), artinya harga barang yang dibeli harus dibayar sebesar harga faktur pada ketika barang dikirim dan diterima pembeli.

Beban angkut pembelian (freight-in), merupakan beban yang harus ditanggung pembeli pada ketika pembelian barang dagangan dilakukan. Beban angkut pembelian ini akan menambah harga perolehan/harga pokok barang dagangan. Adanya beban agkut pembelian ini tergantung pada syarat penyerahan barang yang ditentukan oleh penjual. Beberapa syarat penyerahan barang yang biasa dilakukan sebagai berikut :

  1. Free on Board (FOB) destination point (prangko gudang pembeli), yaitu penjual menanggung semua ongkos pengiriman barang dagangan tersebut semenjak dari gudang penjual hingga barang dagangan ada digudang pembeli.
  2. Penjualan (sales ), rekening ini dipakai untuk mencatat transaksi penjualan barang dagangan baik secara tunai maupun kredit.
  3. Retur penjualan dan pengurangan harga (sales return and allowances), rekening ini dipakai untuk mencatat transaksi yang berkaitan dengan pengembalian barang yang telah dijual tetapi dikembalikan oleh pembeli sebab barang tidak sesuai dengan yang dipesan atau barang tersebut rusak.
  4. Potongan penjualan (sales discount), rekening ini dipakai untuk mencatat transaksi yang terjadi sebab ada potongan penjualan.
  5. Beban angkut penjualan (freight-out), rekening ini dipakai untuk mencatat setiap transaksi penjualan apabila dalam jual beli, penjual yang menanggung beban tersebut.

Siklus akuntansi perusahaan dagang terdiri dari berikut :

  1. Tahap pencatatan
    a. Pembuatan atau penerimaan bukti transaksi
    b. Pencatatan dalam jurnal
    c. Pemindahan bukuan ke buku besar
  2. Tahap pengikhtisaran
    a. Pembuatan neraca saldo
    b. Pembuatan jurnal penyesuaian
    c. Pembuatan neraca lajur
  3. Tahap Pelaporan
    a. Penghitungan harga pokok penjualan (HPP)
    b. Pembuatan laporan keuangan
    c. Pembuatan jurnal pembalik
    d. Jurnal penutup
    e. Pembuatan Neraca Saldo setelah penutup

Metode pencatatan persediaan
a. Metode fisik yaitu Metode pencatatan persediaan secara fisik biasa disebut juga dengan sistem periodic, sebab untuk memilih nilai atau harga pokok persediaan barang dagangan di final periode akuntansi harus dilakukan penghitungan secara fisik (stock opname) di gudang daerah menyimpan barang yang bersangkutan untuk mengetahui besarnya persediaan barang dagangan pada final periode.
b. Metode perpetual Metode ini disebut perpetual atau terus – menerus (continue) sebab pemikiran barang dagangan mampu diikuti secara terus – menerus setiap saat. Pembelian dan penjualan ( pengeluaran ) barang dicatat secara eksklusif di rekening persediaan pada ketika terjadinya transaksi.Prev Menu
Jurnal Khusus Untuk menghemat waktu dan memudahkan pembagian pekerjaan, maka dirancanglah suatu sistem pencatatan transaksi yang khusus untuk itu , yaitu jurnal khusus.

Jurnal Khusus
Jurnal khusus yakni jurnal yang dirancang secara khusus untuk mencatat transaksi yang bersifat sama dan sering terjadi atau berulang ulang, dengan tujuan biar mampu bekerja secara efektif dan efisien, sebab setiap hari terjadi transaksi yang relatif banyak.

Jurnal khusus yang biasa dipakai dalam akuntansi perusahaan dagang terdiri atas 4 macam, yaitu :

  1. Jurnal penerimaan kas (cash receipt journal ), yakni buku jurnal yang dipakai untuk mencatat semua transaksi penerimaan uang atau uang tunai. Transaksi yang dicatat dalam jurnal penerimaan kas sebagai berikut :
    a) Penjualan
    b) Penerimaan pelunasan piutang
    c) Penerimaan pendapatan
    d) Retur pembelian secara tunai
  2. Jurnal pengeluaran kas (cash payment journal), yakni jurnal yang dipakai untuk mencatat semua transaksi pengeluaran uang kas/pembayaran uang tunai. Transaksi yang dicatat dal jurnal pengeluaran kas sebagai berikut :
    a) Pembelian secara tunai
    b) Pembayaran atau pelunasan utang dagang
    c) Pembayaran beban – beban
    d) Retur penjualan secara tunai
    e) Pengambilan uang tunai untuk pribadi
  3. Jurnal pembelian (purchases journal), yakni buku jurnal yang dipakai untuk mencatat semua transaksi pembelian secara kredit, baik pembelian barang dagangan maupun bukan barang dagangan. Transaksi yang dicatat yaitu sebagai berikut :
    a) Pembelian barang dagangan secara kredit
    b) Pembelian perlengkapan, peralatan, dan aktiva lain secara kredit Next
  4. Jurnal penjualan (sales journal), yakni buku jurnal yang dipakai untuk mencatat semua transaksi penjualan barang dagangan secara kredit.

Jurnal Umum
Jurnal Umum (general journal) yakni buku jurnal yang dipakai untuk mencatat semua transaksi yang tidak mampu dicatat dalam keempat jurnal khusus yang ada. Transaksi yang dicatat dalam jurnal umum sebagai berikut :

  1. Transaksi lain yang tidak mampu dicatat dalam jurnal khusus, contohnya retur pembelian/penjualan kredit, perubahan utang atau piutang menjadi wesel dan lain-lain.
  2. Ayat jurnal penyesuaian
  3. Ayat jurnal koreksi (adjustment entry)
  4. Jurnal epilog (correcting entry)
  5. Jurnal pembalik (reversing entry)

Laporan Keuangan
Laporan keuangan (financial statement) yakni hasil final dari akuntansi yang merupakan suatu ringkasan transaksi keuangan.Tujuan penyusunan yaitu :

  1. Menyelidiki informasi yang menyangkut posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi para pemakai informasi laporan tersebut.
  2. Memenuhi kebutuhan para pemakai akuntansi
  3. Menunjukkan hal-hal yang telah dilakukan oleh perusahaan dalam aktivitas ekonominya
  4. Mempertanggung jawabkan atas sumber daya yang dipercayakan.

Laporan Laba/Rugi
Laporan laba/rugi merupakan laporan yang mengikhtisarkan pendapatan dan beban suatu perusahaan selama periode tertentu. Jika pendapatan lebih besar dari pada beban maka perusahaan memperoleh laba. Sebaliknya, jikalau pendapatan lebih kecil daripada beban, perusahaan menderita kerugian. Laporan Laba rugi tersebut mampu dari penjumlahan pendapatan di (pendapatan penjualan dan pendapatan lainnya) dan pengurangan harga pokok penjualan serta beban-beban (beban operasional dan beban nonoperasional) dalam suatu perode akuntansi.
Laporan keuntungan rugi/atau perhitungan laba/rugi mampu disajikan dalam dua bentuk sebagai berikut :
a. Bentuk Langsung (single step) Penyajian laporan laba/rugi dengan bentuk single step dilakukan dengan menjumlahkan semua pendapatan menjadi satu, demikian pula bebannya. Setelah itu dicari selisihnya untuk mengetahui laba/rugi
b. Bentuk sedikit demi sedikit (multiple step) Penyajian laporan laba/rugi dengan bentuk multiple step dilakukan dengan memisahkan antara pendapatan perjuangan diluar usaha,serta memisahkan pula antara beban perjuangan dan beban luar usaha. Setelah itu mencari selisihnya sehingga akan iperoleh keuntungan atau rugi higienis usaha.

Laporan Perubahan Modal
Laporan perubahan modal, yaitu laporan keuangan yang mana mengungkapkan perubahan ekuitas atau modal yang terjadi pada final periode akuntansi. Hal-hal yang perlu dimasukkan dalam laporan ini yakni posisi modal awal, keuntungan atau rugi usaha, pengambilan prive atau keuntungan yang dibagikan dan posisi akhir

Laporan Neraca
Neraca yakni daftar aktiva atau harta, kewajiban, dan modal perusahaan pada suatu periode tertentu. Penyusunan laporan neraca pada perusahaan dagang intinya sama dengan penyusunan neraca pada perusahaan jasa.
Setelah semua transaksi dicatat kedalam jurnal khusus, dan sebelum posting dilakukan, terlebih dahulu harus dibentuk rekapitulasi jurnal khusus. Rekapitulasi jurnal khusus yakni penjumlahan secara keseluruhan angka-angka yang ada pada setiap kolom jurnal khusus, juga memutuskan perkiraan-perkiraan yang dikelompok di debet ataupun kredit sebelum dipindahkan ke buku besar utama. Rekapitulasi jurnal khusus merupakan daftar yang disusun untuk memudahkan proses posting ke buku besar. Daftar rekapitulasi terdiri atas daftar rekapitulasi jurnal penjualan/pembelian, jurnalpeneriamaan/pengeluaran kas dan jurnal umum.

Buku Besar Pembantu
Buku besar pembantu dipakai untuk mencatat data lain disamping data yang terdapat dalam buku besar yang merinci lebih lanjut data dalam salah satu akun. Akun di buku besar yang memiliki buku pembantu disebut akun unduk atau akun pengendali (controlling account). Buku besar pembantu yang dipakai dalam perusahaan dagang yakni buku besar pembantu piutang atau disebut buku piutang (account receiveanle subsidiary ledger) dan buku besar pembantu utang yang disebut buku utuang (account payablesubsidiary ledger).

Buku Besar
Buku besar (ledger) yakni kumpulan rekening – rekening yang saling berafiliasi dan merupakan salah satu kesatuan. Posting yakni proses memindahkan catatan dari jurnal ke buku besar. Langkah – langkah melaksanakan posting yaitu :

  1. Menutup jurnal khusus dengan cara menjumlahkan angka kedalam kolom perkiraan
  2. Memindahkan kedalam buku besar dari hasil penjumlahan tersebut, baik sebelah debet maupun sebelaha kredit.
  3. Mengisi kolom ref pada jurnal khusus dengan memberi tanda centang.
  4. Tanggal posting yang diugunakan
  5. Bentuk buku besarnya sama dengan buku besar yang ada.

HPP
Penghitungan harga pokok penjualan dibentuk pada akhirperiode akuntansi, yaitu pada waktu disusun laporan keuangan. Penyajian harga pokok penjualan ini mampu dibentuk secara terpisah dari laporan keuntungan rugi. Penghitungan harga pokok penjualan ini sangat penting bagi perusahaan untuk memilih keuntungan atau rugi. Jika harga jual barang dagangan lebih besar dari harga pokoknya, maka perusahaan akan menerima laba. Sebaliknya, jikalau harga jual lebih rendah dari pada harga pokoknya, maka perusahaan akan mengalami kerugian.

Neraca Saldo
Neraca Saldo (trial balance) yakni daftar saldo setiap akun yang ada dalam buku besar pada suatu waktu tertentu. Fungsi neraca saldo, diantaranya untuk mengambarkan keseimbangan jumlah debet dan kredit serta menguji kebenarannya. Tujuan pembuatan neraca saldo yaitu :
a. Untuk menguji kesamaan debet dan kredit dalam akun buku besar
b. Untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan

AJP
Jurnal adaptasi (adjusting entry) yakni jurnal untuk mengadakan adaptasi catatan-catatan dengan keadaan atau fakta yang sebetulnya pada final periode. Tujuaannya biar setip asumsi riil dan asumsi nominal mampu memberikan besarnya harta, utang, modal, pendapatan, dan beban yang sebetulnya dan seharusnya diakui pada final periode.
Ada dua metode yang dipakai yaitu :
a. Metode ikhtisar keuntungan rugi
b. Metode pendekatan harga pokok penjualan

Neraca Lajur
Neraca lajur/kertas kerja (worksheet) Neraca lajur merupakan alat bantu untuk memepermudah penyusunan laporan keuangan suatu perusahaan . Dalam neraca lajur terdiri atas kolom – kolom yaitu akun, nama akun,neraca saldo, jurnal penyesuaian, neraca saldo disesuaikan, laporan keuntungan rugi dan neraca


Tujuan pembuatan neraca lajur/kertas kerja yaitu:
a. Memudahkan penyusunan laporan keuangan
b. Meringkas dan mengelompokkan data dari neraca saldo dan data penyesuaian
c. Mempermudah menemukan kesalahan dalam jurnal penyesuaian