Sejarah kerajaan Malaka : Faktor, Peristiwa, Raja Dan Letak Geografis

9 min read

Letak Geografis, Raja Terkenal, Masa Kejayaan, Peristiwa, Faktor Dan Sejarah Kerajaan Malaka Menurut Para Ahli

Letak Geografis, Raja Terkenal, Masa Kejayaan, Peristiwa, Faktor Dan Sejarah Kerajaan Malaka Menurut Para Ahli

Pada masa pemerintahannya, hidup seorang laksamana yang tenar dalam menolong Sultan mengoptimalkan kerajaannya. Laksamana itu bernama Hang Tuah. Kabar ini diperoleh dari sebuah cerita rakyat yang diketahui dengan nama Hikayat Hang Tuah. Sultan Alauidin Syah. Dia menyuruh Malaka dari tahun 1477-1488 M dan mewarisi kawasan kekuasaan kerajaan Malaka yang cukup luas.

Letak Kerajaan Malaka
Letak Kerajaan Malaka diperkirakan berada di Pulau Sumatera dan Semenanjung Malaka.
Sumber Sejarah
Sumber sejarah yang mengatakan adanya Kerajaan Malaka antara lain :

  1. Sulalatus Salatin
    Mengatakan bahwa kerajaan ini yaitu kelanjutan dari Kerajaan Melayu di Singpura, kemudian serangan Jawa dan Siam menyebabkan sentra pemerintahan bermigrasi ke Malaka.
  2. Kronik Dinasti Ming
    Mencatat Parameswara sebagai pendiri Malaka mengunjungi Kisar Tongle di Nanjing pada tahun 1405 dan minta pengakuan atas kawasan kedaulatannya. Sebagai balasan upeti yang diberi, Kaisar Cina menyetujui untuk memberikan perlindungan pada Malaka, kemudian tercatat ada hingga 29 kali utusan Malaka mengunjungi Kaisar Cina. Dampak yang besar dari hubungan ini yaitu Malaka bisa terhindar dari kemungkinan adanya serangan Siam dari utara, secara khusus sesudah Kaisar Cina menginformasikan penguasa Ayutthaya akan hubungannya dengan Malaka. Keberhasilan dalam kekerabatan negosiasi dengan Tiongkok memberi manfaat akan kestabilan pemerintahan baru di Malaka, kemudian Malaka berkembang menjadi sentra perdagangan di Asia Tenggara, dan juga menjadi salah satu pangkalan armada Ming.
  3. Laporan dari kunjungan Laksamana Cheng Ho (1409)
    Mengambarkan Islam sudah mulai dianut oleh masyarakat Malaka
  4. Pararaton
    Diceritakan terdapat nama tokoh yang mirip ialah Bhra Hyang Parameswara sebagai suami dari Ratu Majapahit, Ratu Suhita.

A. Sejarah Kerajaan Malaka
Kerajaan Malaka didirikan oleh Parameswara antara tahun 1380-1403 M. Parameswara berasal dari Sriwijaya, dan yaitu putra Raja Sam Agi. Ketika itu, dia masih menganut agama Hindu. Dia melarikan diri ke Malaka sebab kerajaannya di Sumatera ambruk pengaruh diserang Majapahit. Pada dikala Malaka didirikan, di situ terdapat penduduk autentik dari Suku Laut yang hidup sebagai nelayan.Mereka berjumlah lebih kurang tiga puluh keluarga.Raja dan pengikutnya yaitu rombongan pendatang yang mempunyai tingkat kebudayaan yang jauh lebih tinggi, sebab itu, mereka sukses memberi pengaruh masyarakat autentik. Kemudian, bersama penduduk autentik hal yang demikian, rombongan pendatang merubah Malaka menjadi sebuah kota yang ramai. Kecuali mewujudkan kota hal yang demikian sebagai sentra perdagangan, rombongan pendatang juga mengajak penduduk autentik menanam tanaman yang belum pernah mereka ketahui sebelumnya, seperti tebu, pisang, dan rempah-rempah.Rombongan pendatang juga sudah menemukan biji-biji timah di daratan.Dalam perkembangannya, kemudian terjalin kekerabatan perdagangan yang ramai dengan daratan Sumatera.Salah satu komoditi penting yang diimpor Malaka dari Sumatera dikala itu yaitu beras.Malaka sungguh-sungguh bertumpu pada Sumatera dalam memenuhi keperluan beras ini, sebab persawahan dan perladangan tak bisa dimaksimalkan di Malaka.Menurut ini kemungkinan disebabkan teknik bersawah yang belum mereka pahami, atau mungkin sebab perhatian mereka lebih tercurah pada sektor perdagangan, dengan posisi geografis strategis yang mereka miliki.

Dukun Pelet Bergaransi

Letak Kerajaan
Kerajaan Malaka diperkirakan berlokasi di Pulau Sumatera dan Semenanjung Malaya. Pada masa kejayaannya, Kerajaan Malaka yaitu sentra perdagangan dan penyebaran Islam di Asia Tenggara. Perkembangan Kerajaan Malaka di beragam bidang dikarenakan oleh posisi dan lokasinya yang strategis dalam kegiatan pelayaran dan perdagangan pada masa itu.

B.Kehidupan politik
Iskandar Syah .Iskandar Syah merupakanraja pertama Kerajaan Malaka. Tetapi sumber sejarah yang ada. Iskandar Syah mulanya yaitu seorang penguasa dari Kerajaan Majapahit yang melarikan diri sesudah Majapahit keok dalam Perang Paregreg. Nama autentik Iskandar Syah adalahParamisora. dia melarikan diri bersama pengikutnya ke Semanjung Malaya dan membangun kerajaan baru yang kemudian diberikan nama Malaka. Kerajaan Malaka yaitu kerajaan Islam kedua sesudah kerajaan Samudra Pasai . Berkembangnya kesibukan perdagangan dan pelayaran di kerajaan Malaka banyak didorong para pedagang Islam dari Arab dan India. Kerajaan Malaka malahan banyak menerima imbas kebiasaan Islam dari kedua tempat ini. Dia Iskandar Syah sendiri yaitu nama Islam, yang didapatkan sesudah dia memeluk agama islam. Pada jangka waktu kekuasaan Raja Iskandar Syah (1396-1414) , Kerajaan Malaka berkembang sebagai salah satu kerajaan Islam terbesar yang disegani kerajaan lainya disekitarnya.
Muhammad Iskandar Syah ( 1414- 1424 M ). Dia Putra Iskandar Syah, Selama menyuruh Malaka,Muhammad Iskandar Syah sukses memajukan bidangperdagangan dan pelayaran . Dia juga sukses merajai trek perdagangan di Setelah Selat Malaka dengan strategi perkawinan putri raja Kerajaan Samudra Pasai dengan tujuan menundukkan Kerajaan Samudra Pasai secara Politis. Dia menerima kekuasaan politik Kerajaan Samudra Pasai . Dia merajai kawasan perdagangan di sekitarnya.
Sultan Muzafar Syah. (1424-1458) . Dia menggantikan Muhammad Iskandar Syah sesudah menyingkirkan dari tahta Kerajaan Malaka melewati sebuah kemelut politik . Dia merajai tahta kerajaan ,Muzafar Syah mempergunakan gelar Sultan yang yaitu gelar raja-raja dalam kerajaan Islam. Sumber sejarah seputar Muzafar syah menceritakan bahwa pada masa kekuasaannya, Kerajaan Malaka menerima serangan dari Kerajaan Siam. tetapi ,serangan ini sukses digagalkan oleh Kerajaan Malaka. Keberhasilan menghadapi serangan Kerajaan Malaka sebagai penguasa trek pelayaran Selat Malaka. pada kurun pemerintahannya, Sultan Muzafar Syah juga sukses memperluas tempat Kekuasaannya hinggga ke Pahang ,Indragiri dan Kampar.
Sultan Mansyur Syah. (1458-1477). Dia Sultan Muzafar Syah wafat, dia digantikan oleh putrannya Sultan Mansyur Syah. Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Malaka sukses merajai kerjaaan Siam sebagai komponen strategi memperluas kawasan kekuasaan dan mengukuhkan kebesarannya diantara kerajaan -kerajaan lain di sekitarnya. Dia demikian, Sultan Mansyur Syah tak menyerang Kerajaan Samudra Pasai yang yaitu kerajaan Islam. Menurut ini yaitu salah satu kebijakan politik Sultan Mansyur Syah untuk menjalin kekerabatan dengan kerjaan-kerajaan Islam yang ada disekitarnya.
Sultan Alaudin Syah( 1477-1488 M ). Dia Sultan Mansyur Syah wafat, dia digantikan oleh

putranya bernama Sultan Alaudin Syah. Pada masa pemerintahannya perekonomian Kerajaan Malaka dalam keadaan cukup stabil. Arus perdagangan dan pelayaran di sekitar Pelabuhan Malaka masih cukup ramai. Sebagai sentra perdagangan di kawasan Asia tenggara, Kerajaan Malaka masih menduduki peran yang strategis. Dia secara politis, selama masa pemerintahannya Sultan Alaudin Syah , Kerajaan malaka dapat dikatakan mengalami kemunduran. Banyak tempat taklukan Kerajaan Malaka yang melepaskan diri. Perang dan pembrontakan terjadi di banyak kerajaan dibawah kekuasaan Kerajaan Malaka
Sultan Mahmud Syah . Masa pemerintahan Sultan Mahmud Syah,

Kerajaan Malaka mengalami kemunduran bagus secara Politik ataupun Ekonomi. Awal PolitikKekuasaan Kerajaan Malaka cuma tinggal meliputi kawasan utama Semenanjung Malaka. tempat tempat lain sudah memisahkan diri dan menjadi kerajaan-kerajaan yang berdiri sendiri. Dalam keadaan yang makin lemah. Pada tahun 1511 M, armada perang Bangsa Portugis yang dipimpin oleh Afonsod\\’Albuquerque alhasil sukses merajai dan mengalahkan Kerajaan Malaka. Awal Ekonomi , peranan Malaka berikutnya diambil alih oleh kerajaan Banten yang mempunyai pelabuhan di tepi selat Sunda. Sebab perdagangan dan pelayaran bermigrasi ke Banten sebab Armada Portugis sudah merajai kawasan Kerajaan Malaka dan mengenakan pajak yang tinggi bagi tiap-tiap kapal yang melewati selat Malaka. Kehidupan ekonomi Kerajaan Malaka sungguh-sungguh bergantung padaperdagangan dan pelayaran. Kedua sektor ini berkembang sebab kencang sebab didorong oleh letak karajaan Malaka yang strategis .ialah ideal di Selat Malaka . Untuk menunjang aktifitas perdagangan dan pelayaran, dibangun pelabuhan Malaka yang menjadi pintu kapal-kapal dagang asing menuju ke kawasan Indonesia. Kerajaan Malaka yaitu kerajaan maritim yang mengandalkan pemasukan negara dari sektor kelautan. Kegiatan strategis struktur masyarakat yang kebanyakan berprofesi sebagai padagang dan nelayan menyebabkan sosial kemasyarakatan sungguh-sungguh berimbas oleh pola hidup maritim. Dalam pola hidup seperti ini, pedagang dan nelayan Kerajaan Malaka mempunyai status sosial dan ekonomi yang lebih tinggi dibanding petani
C.Semenjak munculnya kerajaan malaka
Pada permulaan abad ke-15 M,terjadi perang saudara di kerajaan majapahit.Dalam peperangan hal yang demikian,seorang pangeran kerajaan majapahit yang bernama Paramisora diiringi para pengikutnya malarikan diri dari tempat Blambangan ke Turmasik (Singapura).
Bersamaan Turmasik dianggap kurang aman dan kurang pantas untuk mendirikan kerajaan.Tidak itu,Paramisora beserta pengikutya melanjutkan perjalanan ke arah utara hingga di Semanjung Malaya.
Di tempat itu,Paramisora membangun sebuah kampong bersama para pengikutnya dengan di tolong oleh para petani dan nelayan setempat.Perkampungan itu di kasih nama Malaka.tempat perkampungan yang baru dibangun itu mengalami perkembangan yang cukup kencang sebab lokasinya yang strategis,ialah di tepi trek pelayaran dan perdagangan selat malaka.
Dalam dunia perdagangan,Malaka berkembang sebagai penghubung antara dunia barat dengan dunia timur .perkembangan yang sungguh-sungguh kencang itu menunjang Paramisora untuk membangun sebuah kerajaan yang bernama malaka dan dia malahan segera menjadi rajanya.
Sebab perdagangan di selat malaka pada waktu itu di dominasi oleh pedagang islam.Untuk itu, paramisora memastikan untuk menganut agama islam.dia malahan mengganti namanya menjadi Iskandar syah dan mewujudkan kerajaan malak sebagai kerajaan islam.

D.Kehidupan Ekonomi

Kecuali Kerajaan Malaka berkuasa, trek perdagangan internasional yang melewati Selat Malaka kian ramai. Berkaitan dengan melemahnya daya Majapahit dan Samudera Pasai, kerajaan Malaka tak mempunyai kompetisi dalam perdagangan. Menurut adanya kompetitor di kawasan hal yang demikian, menunjang

kerajaan Malaka membikin undang-undang-undang-undang bagi kapal yang sedang melintasi dan berlabuh di Semenanjung Malaka. Tidak hal yang demikian yaitu dilegalkan pajak bea cukai untuk tiap-tiap barang yang datang dari kawasan barat (luar negeri) sebesar 6% dan upeti untuk pedagang yang berasal dari kawasan Timur (dalam negeri). Tingkat keorganisasian pelabuhan ditingkatkan dengan membikin aturan seputar prasyarat-prasyarat kapal yang berlabuh, keharusan melaporkan nama jabatan dan tanggungjawab bagi kapal-kapal yang sedang berlabuh, dan sebagainya.

Raja dan pejabat kerajaan ikut serta serta dalam perdagangan dengan mempunyai kapal dan awak-awaknya. Kapal hal yang demikian disewakan terhadap pedagang yang hendak memasarkan barangnya ke luar negeri. Kecuali aturan-aturan seputar perdagangan, kerajaan Malaka melegalkan bahasa Melayu sebagai bahasa sah dalam perdagangan dan diplomatik.

E.Kehidupan Sosial
Kahidupannya diberi pengaruh oleh elemen letak, kondisi alam dan lingkungan zonanya. Sebagai masyarakat yang hidup dari dunia maritim, kekerabatan sosial masyarakatnya sangatlah kurang dan malah mereka cenderung mengarah ke sifat-sifat individ

Jasa Pelet Terpercaya

Ketika dengan asal masukan nama Malaka, dapat dirunut dari kisah berikut. Maka Sejarah Melayu (Malay Annals) yang ditulis Tun Sri Lanang pada tahun 1565, Parameswara melarikan diri dari Tumasik, sebab diserang oleh Siam. Dalam pelarian hal yang demikian, dia hingga ke Muar, namun dia diganggu biawak yang tak terkira banyaknya. Kemudian dia pindah ke Burok dan mencoba untuk bertahan disitu, tetapi gagal. Kemudian Parameswara bermigrasi ke Sening Ujong sampai kemudian hingga di Sungai Bertam, sebuah daerah yang berlokasi di pesisir pantai.Orang-orang Seletar yang mendiami wilayah hal yang demikian kemudian minta Parameswara menjadi raja. Suatu dikala, dia pergi berburu. Selanjutnya dikira, dalam perburuan hal yang demikian, dia memandang salah satu anjing buruannya ditendang oleh seekor pelanduk. Dia sungguh-sungguh terkesan dengan keberanian pelanduk hal yang demikian. Ketika itu, dia sedang berteduh di bawah pohon Malaka. Meskipun, wilayah hal yang demikian kemudian dia namakan Malaka.

B. Masa Kejayaan Kesultanan Malaka
Sebagai salah satu bandar ramai di wilayah timur, Malaka juga ramai dikunjungi oleh para pedagang Islam.Lambat laun, agama ini mulai menyebar di Malaka. Dalam perkembangannya, raja pertama Malaka, ialah Prameswara alhasil masuk Islam pada tahun 1414 M. Dengan masuknya raja ke dalam agama Islam, karenanya Islam kemudian menjadi agama sah di Kerajaan Malaka, sehingga banyak rakyatnya yang ikut serta masuk Islam.Situasi, Malaka berkembang menjadi sentra perkembangan agama Islam di Asia Tenggara, sampai menempuh puncak kejayaan di masa pemeritahan Sultan Mansyur Syah (1459—1477).Kebesaran Malaka ini berjalan seiring dengan perkembangan agama Islam.Negeri-negeri yang berada di bawah taklukan Malaka banyak yang memeluk agama Islam.Untuk mempercepat cara kerja penyebaran Islam, karenanya dijalankan perkawinan antarkeluarga.
Malaka juga banyak mempunyai tentara upah yang berasal dari Jawa.Selama tinggal di Malaka, para tentara ini alhasil memeluk Islam. Maka mereka kembali ke Jawa, secara tak segera, mereka sudah menolong cara kerja penyeberan Islam di tanah Jawa. Dari Malaka, Islam kemudian tersebar sampai Jawa, Kalimantan Barat, Brunei, Sulu dan Mindanau (Filipina Selatan).Dalam masa kejayaannya, Malaka memiliki kontrol atas tempat-tempat berikut:

        1. Semenanjung Tanah Melayu (Patani, Ligor, Kelantan, Trenggano, dan sebagainya). 
  1. Bersamaan Kepulauan Riau.
  2. Pesisir Timur Sumatra komponen tengah.
  3. Brunai dan Serawak.
  4. Tanjungpura (Kalimantan Barat).

Setelah tempat yang didapatkan dari Majapahit secara negosiasi yaitu sebagai berikut.

  1. Indragiri.
  2. Palembang.
  3. Pulau Jemaja, Tambelan, Siantan, dan Bunguran.

C. Merupakan MasyarakatKehidupan Politik
Dalam mengerjakan dan menyelenggarakan politik negara, terbukti para sultan menganut mengerti politik hidup berdampingan secara tenteram (co-existence policy) yang dikerjakan secara tepat sasaran. Politik hidup berdampingan secara tenteram dijalankan melewati kekerabatan diplomatik dan ikatan perkawinan.Politik ini dijalankan untuk menjaga keamanan internal dan eksternal Malaka.Dua kerajaan besar pada waktu itu yang sepatutnya diwaspadai yaitu Cina dan Majapahit.Meskipun, Malaka kemudian menjalin kekerabatan tenteram dengan kedua kerajaan besar ini.Sebagai tindak lanjut dari politik negara hal yang demikian, Parameswara kemudian menikah dengan salah seorang putri Majapahit.Sultan-sultan yang menyuruh sesudah Prameswara (Muhammad Iskandar Syah)) konsisten mengerjakan politik bertetangga bagus tersebutRaja – raja yang menyuruh Kerajaan Malaka antara lain :

Dukun Pelet Terbaik
  1. Iskandar Syah (1396-1414 M)
    Pada abad ke-15 M, di Majapahit terjadi perang paregreg yang mengakibatkan Paramisora (Parameswara) melarikan diri bersama pengikutnya dari tempat Blambangan ke Tumasik (Singapura), kemudian melanjutkan perjalanannya hingga ke Semenanjung Malaya dan mendirikan Kp. MalakaSecara geografis, posisi Kp. Malaka sungguh-sungguh strategis, ialah di Selat Malaka, sehingga banyak dikunjungi para pedagang dari beragam Negara secara khusus para pedagang Islam, sehigga kehidupan perekonomian Kp. Malaka berkembang kencang,Untuk meningkatkan kegiatan perdagangan di Malaka, karenanya Paramisora menganut agama Islam dan mengubah namanya menjadi Iskandar Syah, kemudian mewujudkan Kp. Malaka menjadi Kerajaan Islam.Untuk menjaga keamanan Kerajaan Malaka, Iskandar Syah minta bantuan terhadap Kaisar China dengan mengucapkan takluk kepadanya (1405 M).
  2. Muhammad Iskandar Syah (1414-1424 M)
    Hasilnya putra dari Iskandar Syah, pada masa pemerintahannya kawasan kekuasaan Kerajaan Malaka diperluas lagi sampai menempuh semua Semenanjung Malaya.Untuk menjadi Kerajaan Malaka sebagai penguasa tunggal trek pelayaran dan perdagangan di Selat Malaka, karenanya sepatutnya berhadapan dengan Kerajaan Samudera Pasai yang tenaganya lebih besar dan tak mungkin untuk dapat ditumbangkan, karenanya dipilih melewati trek politik perkawinan dengan metode menikahi putri Kerajaan Samudera Pasai, sehingga cita-citanya bisa tercapai.
  3. Mudzafat Syah (1424-1458 M)
    Dia sukses menyingkirkan Muhammad Iskandar Syah, dia kemudian naik tahta dengan gelar sultan (Mudzafat Syah yaitu raja Kerajaan Malaka yang pertama bergelar Sultan).Pada masa pemerintahannya, terjadi serangan dari Kerajaan Siam (serangan dari darat dan laut), tetapi bisa digagalkan.Mengadakan perluasan kawasan ke tempat-tempat yang berada di sekitar Kerajaan Malaka seperti Pahang, Indragiri dan Kampar.
  4. Sultan Mansyur Syah (1458-1477 M)
    Hasilnya putra dari Sultan Mudzafat Syah.Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Malaka menempuh puncak kejayaan sebagai sentra perdagangan dan sentra penyebaran Islam di Asia Tenggara. Puncak kejayaan ditempuh berkat Sultan Mansyur Syah meneruskan politik ayahnya dengan memperluas kawasan kekuasaanya, bagus di Semananjung Malaya ataupun di kawasan Sumatera Tengah (Kerajaan Siam sukses ditaklukan). Raja Siam tewas dalam pertempuran , namun putra mahkotanya ditawan dan dikawinkan dengan putri sultan sendiri kemudian diangkat menjadi raja dengan gelar Ibrahim. Indragiri mengakui kekuasaan Malaka.Kerajaan Samudera Pasai, Jambi dan Palembang tak serang sebab menghormati Majapahit yang berkuasa pada waktu itu, kecuali itu Kerajaan Aru juga konsisten sebagai kerajaan merdeka.Kejayaan Kerajaan Malaka tak lepas dari jasa Laksamana Hang Tuah yang kebesarannya disamakan dengan kebesaran Patih Gajah Mada dari Kerajaan Mahapahit.Cerita Hang Tuah ditulis dalam sebuah Hikayat, Hikayat Hang Tuah.
  5. Sultan Alaudin Syah (1477-188 M)
    Hasilnya putra dari Sultan Mansyur Syah. Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Malaka mulai mengalami kemunduran, satu persatu kawasan kekuasaan Kerajaan Malaka mulai melepaskan diri.Menurut ini disebabkan oleh sebab Sultan Alaudin Syah bukan yaitu raja yang mampu.
  6. Sultan Mahmud Syah (1488-1511 M)
    Pada tahun 1511 M, terjadi serangan dari bangsa Portugis di bawah pimpinan Alfonso d’Alberquerque dan sukses Merebut Kerajaan Malaka.Periode Malaka malahan jatuh ke tangan Portugis. Kehidupan Sosial – Setelah
    Pada kehidupan kebiasaan, perkembangan seni sastra Melayu mengalami perkembangan yang kencang seperti munculnya karya-karya sastra yang membuktikan tokoh-tokoh kepahlawanan dari Kerajaan Malaka seperti Hikayat Hang Tuah, Hikayat Hang Lekir dan Hikayat Hang Jebat.Setelah kehidupan sosial Kerajaan Malaka diberi pengaruh oleh elemen letak, kondisi alam dan lingkungan zonanya.Sebagai masyarakat yang hidup dari dunia maritim, kekerabatan sosial masyarakatnya sangatlah kurang dan malah mereka cenderung mengarah ke sifat-sifat individualisme.Umur masyarakat malahan bermunculan, seperti adanya kelompok buruh dan majikan.
    Kehidupan Ekonomi
    Malaka memungut pajak penjualan, bea cukai barang-barang yang masuk dan keluar, yang banyak memasukkan uang ke kas negara. Sementara itu, raja ataupun pejabat-pejabat penting mendapat upeti atau persembahan dari pedagang yang bisa mewujudkan mereka sungguh-sungguh kaya.Suatu hal yang penting dari Kerajaan Malaka yaitu adanya undang-undang laut yang berisi pengendalian pelayaran dan perdagangan di kawasan kerajaan.Untuk memudahkan terjalinnya komunikasi antar pedagang karenanya bahasa Melayu (Kwu-lun) diwujudkan sebagai bahasa perantara.

Keruntuhan Kesultanan Malaka
Malaka ambruk pengaruh serangan Portugis pada 24 Agustus 1511, yang dipimpin oleh Alfonso de Albuquerque. Kecuali dikala itu, para keluarga kerajaan menyingkir ke negeri lain.Raja/Sultan yang menyuruh di Malaka yaitu sebagai berikut:1. Permaisura yang bergelar Muhammad Iskandar Syah (1380—1424) 2. Sri Maharaja (1424—1444) 3.Sri Prameswara Dewa Syah (1444—1445) 4.Sultan Muzaffar Syah (1445—1459) 5.Sultan Mansur Syah (1459—1477) 6.Sultan Alauddin Riayat Syah (1477—1488) 7. Sultan Mahmud Syah (1488—1551)3. Merupakan Pemerintahan Dia Parameswara masuk Islam, dia merubah namanya menjadi Muhammad Iskandar Syah pada tahun 1406, dan menjadi Sultan Malaka I.

Baca Juga: Pengertian Etika Bisnis : Materi, Tujuan, Prinsip, Manfaat, Dan Contohnya

Kemudian, dia kawin dengan putri Sultan Zainal Abidin dari Pasai. Posisi Malaka yang sungguh-sungguh strategis menyebabkannya pesat berkembang dan menjadi pelabuhan yang ramai.Akhir kesultanan Malaka terjadi dikala kawasan ini direbut oleh Portugis yang dipimpin oleh Alfonso d’albuquerque pada tahun 1511.Ketika itu, yang berkuasa di Malaka yaitu Sultan Mahmud Syah. Malaka terbukti cukup pendek, cuma satu separuh abad., pada tahun 1512, Sultan Mahmud Syah yang dibantu Dipati Unus menyerang Malaka, tetapi gagal merebut kembali kawasan ini dari Portugis. Hasilnya putra dari Sultan Alaudin Syah. Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Malaka yaitu kerajaan yang sungguh-sungguh lemah, kawasan kekuasaannya mencakup beberapa kecil Semenanjung Malaya, hal ini menambah kelam keadaan Kerajaan Malaka.

Dukun Pelet Ampuh
Dukun Pelet Terpercaya