Kontaminasi Adalah : Pengertian, Penyebab, Jenis Dan Contoh Kontaminasi

7 min read

Kontaminasi Adalah - Pengertian Penyebab Jenis Dan Contoh Kontaminasi

Kontaminasi Adalah – Pengertian Penyebab Jenis Dan Contoh Kontaminasi

Keracunan pangan berawal dari ketidaktahuan. Sumber-sumber kontaminasi ada di sekeliling Anda. Tidak susah, kok, menghindarinya. Mari coba praktekkan di dapur Anda, sekarang!

Melalaikan aspek keamanan pangan bisa menyebabkan terjadinya keracunan pangan yang berakibat fatal terhadap konsumen. Pangan siap santap yang dihasilkan oleh industri jasa boga sebagian kali menjadi info karena menyebabkan terjadinya keracunan makanan yang disebabkan oleh mikroba patogen asal pangan (foodborne pathogen). Peristiwa keracunan makanan siap santap ini tak jarang terjadi saat makanan dimasak dalam skala besar untuk banyak orang. Karenanya, industri jasa boga (termasuk di dalamnya kafe, kantin dan katering) seharusnya bisa menjamin keamanan dari makanan yang diperkenalkan ke konsumen.

Kontaminasi, secara biasa bisa diistilahkan sebagai suatu situasi di mana terjadi percampuran atau pencemaran terhadap sesuatu oleh unsur lain yang memberikan efek tertentu, yang biasanya berakibat buruk. Semisal, kontaminasi limbah merupakan percampuran limbah yang bisa memberikan efek bagi lingkungan. Jikalau hal yang demikian seringkali terjadi pada sungai yang terkontaminasi oleh limbah pabrik. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kontaminasi diistilahkan sebagai :

pengotoran, pencemaran (terlebih karena kebobolan unsur luar).
penggabungan sebagian format (kata, frasa, dan sebagainya) yang menimbulkan format baru yang tidak biasa.

Macam Kontaminasi. Kontaminasi bisa dibedakan menjadi sebagian variasi, diantaranya merupakan sebagai berikut :

Kontaminasi Lingkungan.
Kontaminasi lingkungan merupakan terjadinya percampuran (masuknya) zat atau makhluk ke dalam lingkungan yang mengakibatkan mutu lingkungan menjadi rusak. Kontaminasi lingkungan bisa terjadi karena :
tindakan manusia, figur : pembuangan limbah ke sungai.
kegiatan alam, figur : gunung meletus.

Kontaminasi Makanan.
Kontaminasi makanan merupakan terjadinya percampuran bahan makanan dengan zat, senyawa, ataupun makhluk hidup yang sifatnya merusak makanan. Makanan yang sudah terkontaminasi hal yang demikian akan membahayakan bila dikonsumsi, karena bisa meracuni orang yang mengkonsumsi makanan hal yang demikian.

Kontaminasi Silang.
Kontaminasi silang merupakan perpindahan kuman dari bahan pangan ke produk pangan yang sudah jadi, baik secara seketika ataupun tidak seketika. Kontaminasi silang pada biasanya terjadi karena :
buruknya situasi penyimpanan makanan.
tidak bersih (tidak hieginis)-nya pada saat pengerjaan pembuatan makanan.

Kontaminasi Bahasa.
Dalam bahasa Indonesia, kontaminasi bisa juga berarti penggabungan sebagian format kata, frasa, susunan dan kaidah suatu bahasa dengan bahasa lainnya, sehingga yang menimbulkan format baru yang tidak biasa. Kontaminasi bahasa disebabkan oleh percampuran antara bahasa Indonesia baku dengan bahasa asing atau bahasa daerah tertentu.

Penyebab Kontaminasi. Kontaminasi yang terjadi bisa disebabkan oleh bermacam variasi bagian (kontaminan), seperti :
kontaminan yang berasal dari benda mati, umpamanya dari senyawa kimia dan kotoran.
kontaminan yang berasal dari makhluk hidup, umpamanya mikroba.

Namun biasa, penyebab kontaminasi bisa dibedakan menjadi tiga, merupakan :
kontaminasi biologi. Kontaminasi biologi bisa menyebabkan keracunan dan infeksi pada manusia, yang biasanya disebabkan oleh mikrobilogis seperti parasit (protozoa), virus, dan kuman patogen.
kontaminasi kimia. Kontaminasi kimia bisa menyebabkan intoksidasi pada manusia, yang biasanya disebabkan oleh antibiotika, residu pestisida, pencemaran kimia industri, dan lain-lain.
kontaminasi lahiriah. Kontaminasi lahiriah tidak selalu menyebabkan penyakit sebagaimana kontaminasi biologis dan kimia. Kenapa demikian itu, kontaminasi lahiriah konsisten bahaya dan bisa mengganggu kesehatan manusia.

Kontaminasi bisa menimbulkan akibat buruk, baik bagi lingkungan ataupun bagi manusia.
bagi lingkungan, kontaminasi berakibat pada turunnya mutu lingkungan.
bagi manusia, kontaminasi berakibat pada turunnya kesehatan manusia, malahan bisa menjadi penyebab kematian manusia.
Untuk mencegah terjadinya kontaminasi bisa dilaksanakan dengan bermacam sistem, diantaranya selalu menjaga kebersihan makanan, membuat pengolahan limbah yang benar, dan lain sebagainya.

Jikalau makanan siap santap bisa menyebabkan keracunan makanan?

Ada tiga unsur penyebab, merupakan: pengerjaan pemanasan yang tidak cukup membunuh mikroba patogen, pengerjaan pendinginan dan penyimpanan dingin yang tidak ideal, dan terjadinya pengerjaan kontaminasi silang yang menyebabkan makanan siap santap terkontaminasi oleh pangan mentah atau objek lain. Dua penyebab yang pertama, mungkin bisa dipahami dengan lebih gampang oleh para pengelola makanan karena melibatkan penglihatan, sentuhan, penciuman dan pengalaman. Sebaliknya, kontaminasi silang sebagai penyebab keracunan pangan lebih rumit karena bisa terjadi lewat banyak jalan sehingga seringkali tidak disadari oleh para pengelola makanan. Mungkin Anda tidak menyangka, bahwa dapur yang tampak bersih malahan bisa menjadi ancaman tersembunyi bagi makanan siap santap, karena talenan, pisau, meja, serbet dan kelengkapan kerja lainnya yang tampak bersih hal yang demikian terbukti didiami oleh banyak mikroba patogen!

Keracunan pangan akibat kontaminsai silang?

Kontaminasi silang merupakan pengerjaan perpindahan mikroba dari satu objek ke objek yang lain. Sebagian tampak pada Gambar 1, pengerjaan kontaminasi silang bisa terjadi lewat banyak jalan, secara seketika dan tidak seketika. Umumnya perpindahan mikroba terjadi dari sumber mikroba ke makanan siap santap, maka pengerjaan kontaminasi terjadi secara seketika, seperti yang terjadi saat cairan daging mentah menetes dan mengenai sayuran yang akan diperkenalkan sebagai lalap atau ke makanan siap santap; atau bila makanan siap santap jatuh ke lantai. Kontaminasi tidak seketika terjadi bila mikroba dari suatu sumber dipindahkan ke pangan siap santap dengan perantaraan permukaan non pangan seperti tangan, perkakas dan kelengkapan memasak yang diterapkan. Kontaminasi tidak seketika merupakan variasi kontaminasi silang yang paling biasa terjadi di industri jasa boga dan kantin atau daerah-daerah makanan lainnya karena unsur ketidaktahuan, situasi ruang yang tidak memadai, desain ruangan yang buruk dan penggunaan praktek penanganan makanan yang buruk oleh pekerjanya.

Tangan, permukaan daerah bekerja, pisau dan perkakas dapur lainnya, papan pengiris dan/atau pengiris mekanis, kain lap, wadah/bak pencucian dan hama merupakan objek yang paling tak jarang menjadi perantara terjadinya kontaminasi silang tidak seketika. Namun perantara ini seperti tangan, pisau, kain lap dan hama, akan memindahkan mikroba membahayakan ke segala bagian dapur, sementara sebagian yang lain umpamanya papan pengiris dan bak pencucian akan mengontaminasi makanan yang dikontakkan ke mereka.

Kontaminasi silang bisa menyebabkan keracunan pangan saat mikroba yang dipindahkan dari bermacam objek ke makanan siap santap merupakan kuman membahayakan. Mikroba yang mengontaminasi makanan siap santap bisa tumbuh betul-betul cepat karena ketiadaan mikroba saingannya (mikoba lain sudah mati saat pengerjaan pemasakan).

Sebagian, mikroba membutuhkan waktu dan udara yang hangat untuk tumbuh dan berkembang hingga hasilnya mencapai jumlah yang cukup banyak untuk menyebabkan keracunan makanan. Jikalau sebagian kuman bisa menyebabkan bahaya, hanya dalam jumlah sedikit; umpamanya merupakan campylobacter dan E. coli 0157:H7 yang bisa menjadi membahayakan meskipun umpamanya hanya berasal dari satu tetes air daging. Inilah sebabnya, kenapa pengerjaan penanganan makanan seharusnya dilaksanakan dengan sistem-sistem yang bisa mencegah terjadinya kontaminasi kontaminasi silang.

Bagaimana pencegahan kontaminasi silang?

Apa yang bisa dilaksanakan oleh para pengelola makanan untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang? Mengingat bahwa kontaminasi silang bisa terjadi lewat banyak perantara, maka pencegahannya dilaksanakan dengan membatasi situasi perantaranya. Namun hal simpel namun penting dilaksanakan untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang di industri jasa boga merupakan sebagai berikut:

Memisahkan makanan mentah dengan makanan siap santap.

Umumnya memungkinkan, dapur dibagi menjadi dua area merupakan area kumal dan area bersih. Selain kumal merupakan area yang diterapkan untuk menangani ikan, daging, sayur dan bahan mentah lainnya, sementara area bersih merupakan area yang diterapkan untuk menyiapkan dan mempersembahkan makanan siap santap. Idealnya, daerah usaha memisahkan area penanganan, kulkas, daerah defrosting, pisau, talenan, dan wadah yang diterapkan untuk menangani bahan mentah dengan yang diterapkan untuk menangani makanan siap santap.

Pada daerah usaha skala kecil yang kondisinya tidak memungkinkan untuk mengerjakan pemisahan area dan kelengkapan seperti yang direkomendasikan, maka yang dilaksanakan merupakan mengerjakan preparasi bahan mentah pada waktu yang berbeda. Preparasi bahan mentah dan sayur yang akan dimasak dilaksanakan sebelum preparasi makanan siap santap atau makanan yang akan dimakan segar. Umumnya hanya memiliki satu kulkas, maka bahan mentah (daging) disimpan di bagian bawah, dan terpisah dari makanan siap santap. Pastikan bahwa segala yang disimpan dalam situasi tertutup. Untuk pengerjaan defrosting, maka berlaku hukum seperti penyimpanan makanan. Dan yang penting juga untuk pengerjaan defrosting merupakan tidak menjalankannya di daerah yang diterapkan untuk mencuci tangan supaya tangan yang akan diterapkan untuk mengolah makanan tidak terkontaminasi dari bahan mentah.

Jikalau memisahkan makanan mentah dengan makanan siap santap, maka bahan-bahan bukan pangan seperti bahan pencuci, sanitizer seharusnya dikemas dalam wadah yang diberi label yang jelas dan disimpan terpisah dengan makanan. Jikalau ini bertujuan untuk mencegah bahan kimia ini mengkontaminasi makanan.

Menjamin kebersihan permukaan kerja dan kelengkapan

Pastikan bahwa segala permukaan kerja, pisau, nampan dan kelengkapan lainnya yang diterapkan untuk menangani bahan mentah yang akan dimasak (daging, ikan, ayam, sayur) dibersihkan dan didesinfeksi setelah diterapkan, terlebih bila permukaan kerja dan kelengkapan hal yang demikian akan diterapkan kembali untuk menangani makanan siap santap. Pencucian dengan sabun (deterjen) saja, tidak bisa menghilangkan mikroba patogen dan diperlukan pengerjaan desinfeksi untuk mengurangi kuman ke tingkat yang aman.

Hindari menerapkan lap (serbet) kumal untuk membersihkan permukaan kerja, talenan, piring, sendok dan kelengkapan atau perkakas lainnya yang kontak dengan makanan. Mikroba patogen bisa bertahan hidup dan berkembang biak pada serbet yang kumal. Menaruh serbet kumal hal yang demikian diterapkan untuk mengelap permukaan kerja, kelengkapan dan perkakas yang sudah dibersihkan, maka secara tidak sengaja akan terjadi penyebaran mikroba patogen kuman hal yang demikian ke kelengkapan yang selanjutnya akan berpindah ke makanan yang ditangani dengan menerapkan perkakas atau kelengkapan hal yang demikian. Jikalau memungkinkan, betul-betul direkomendasikan untuk menerapkan tisu sekali gunakan. Sebab menerapkan serbet biasa, maka serbet yang diterapkan untuk membersihkan perkakas/kelengkapan yang kontak dengan makanan siap santap hendaknya dipisahkan dengan serbet yang diterapkan untuk membersihkan perkakas/kelengkapan yang diterapkan untuk membersihkan perkakas/kelengkapan yang kontak dengan bahan mentah; dan seharusnya dicuci dan didesinfeksi secara teratur.

Sebagian makanan dalam situasi tertutup

Makanan, terlebih yang sudah dimasak dan siap santap, seharusnya disimpan dalam situasi tertutup untuk melindunginya dari hama (lalat, kecoak, semut, dan lain sebagainya) yang berpotensi menyebarkan mikroba patogen kedalam makanan. Pastikan bahwa wadah atau kemasan yang diterapkan bersifat food grade dan pantas untuk variasi makanan yang akan dikemas. Umumnya mengemas makanan, selalu pastikan bahwa wadah atau kemasan sudah tertutup total, dan tidak memperkenankan tutup jatuh ke dalam makanan. Hindari penggunaan foil, cling film atau freezer bags yang bekas gunakan, dan pastikan bahwa wadah plastik sudah dicuci, didesinfeksi dan dikeringkan sebelum diterapkan.

Menjaga kebersihan tangan dan menerapkan praktek kebersihan personal yang baik

Tangan seharusnya selalu dalam situasi bersih dan kering untuk meminimalkan transfer mikroba patogen dari tangan ke makanan. Mikroba patogen bisa bertahan di tangan, terlebih bila tangan dalam situasi kumal dan basah, selama berjam-jam. Cuci dan keringkan tangan setiap kali akan mengawali profesi, setelah menerapkan toilet, setelah mengerjakan tindakan yang tidak saniter, menangani bahan mentah, sampah atau bahan terkontaminasi lainnya dan pada situasi lainnya yang dianggap perlu.

Pengontrolan baju, perhiasan, rambut, wajah dan tubuh pekerja juga bisa membawa mikroba membahayakan, maka selain menjaga kebersihan tangan, pekerja juga seharusnya menerapkan praktek kebersihan personal yang benar untuk mencegah penyebaran mikroba oleh pekerja. Namun figur praktek kebersihan personal yang baik merupakan menerapkan baju kerja dan aprons (bila diperlukan) yang bersih; tidak mengenakan perhiasan; mengikat rambut dan mengenakan penutup kepala; tidak membatasi, meraba atau mengusap wajah mereka; juga tidak batuk atau bersin saat sedang menangani makanan. , minum, makan atau mengunyah permen juga tidak diperkenankan, karena kegiatan ini akan menyebabkan seseorang membatasi wajah atau mulutnya. Pekerja juga tidak boleh membatasi makanan siap santap dengan tangannya, namun seharusnya menggunalan kelengkapan yang bersih.

Pekerja seharusnya sehat dan bebas dari penyakit-penyakit infeksi yang bisa berpindah ke pangan. Pekerja yang sakit atau mengalami luka terbuka yang cukup parah, berpotensi mengkontaminasi makanan dengan mikroba patogen sehingga tidak boleh menangani makanan. Luka kecil seharusnya ditutup dengan plester tahan air, yang tidak gampang terbuka dan berwarna jelas. Luka yang diperkenankan terbuka gampang terinfeksi oleh kuman patogen yang akan mengkontaminasi makanan saat pekerja kontak dengan makanan.

Menjaga kebersihan dan pengontrolan hama

Hama tak jarang berkeliaran di daerah kumal sehingga mereka membawa mikroba membahayakan di tubuhnya yang bisa disebarkan ke makanan atau ke daerah-daerah lain yang mereka lewati. Oleh karena itu, pastikan bahwa tikus, serangga, binatang peliharaan dan burung tidak masuk ke dalam daerah menyimpan makanan.

Baca Juga : Pendidikan Matematika Pola Bilangan

hama bisa dilaksanakan dengan menjaga kebersihan dan sanitasi lingkungan dan ruangan penanganan makanan untuk mencegah terbentuknya situasi yang menstimulasi masuknya hama; mengerjakan pengawasan terhadap bahan baku yang diterima (tidak menerima barang yang memperlihatkan tanda-tanda sudah terserang hama seperti kemasan bolong bekas digigit serangga atau terdapat potongan tubuh serangga); dan mengerjakan pemantauan secara terstruktur . Pengontrolan pestisida membahayakan terhadap kesehatan, maka pestisida hanya diterapkan bila sistem pengontrolan yang lain tidak bisa diterapkan secara tepat sasaran dan progresnya seharusnya dilaksanakan oleh lembaga yang berwenang.