Pengertian Ribosom : Struktur, Sejarah, Fungsi, Jenis, Dan Gambarnya

Jenis, Gambar, Fungsi, Sejarah, Struktur Dan Pengertian Ribosom Menurut Para Ahli

Jenis, Gambar, Fungsi, Sejarah, Struktur Dan Pengertian Ribosom Menurut Para Ahli

Ribosom merupakan salah satu organel kecil, padat, dan tidak bermembran yang ditemukan pada semua sel. Diameter ribosom sekitar 17-20 µm. Ribosom berfungsi sebagai tempat sintesis protein. Molekul utama penyusun ribosom yaitu ribosomal RNA atau disingkat rRNA serta protein. Ribosom terdapat pada sel eukariot dan prokariot dan berjumlah hingga 1000 buah.

Ribosom yaitu komponen sel yang menciptakan protein dari semua asam amino. Salah satu prinsip utama biologi, sering disebut sebagai “dogma sentral,” yaitu DNA yang dipakai untuk menciptakan RNA, yang, pada gilirannya, dipakai untuk menciptakan protein. Urutan DNA gen disalin ke RNA (mRNA).

Ribosom kemudian membaca gosip dalam RNA dan menggunakannya untuk menciptakan protein. Proses ini dikenal sebagai translasi; yaitu, ribosom “menerjemahkan” gosip genetik dari RNA menjadi protein.

Ribosom melaksanakan hal ini dengan mengikat sebuah mRNA dan menggunakannya sebagai template untuk urutan yang benar asam amino pada protein tertentu. Asam amino yang menempel pada RNA transfer (tRNA) molekul, yang masuk salah satu bab dari ribosom dan mengikat ke urutan messenger RNA. Asam amino terlampir yang kemudian bergabung bersama oleh bab lain dari ribosom.

Jenis, Gambar, Fungsi, Sejarah, Struktur Dan Pengertian Ribosom Menurut Para Ahli

Ribosom bergerak sepanjang mRNA, “membaca” urutan dan menghasilkan rantai asam amino. Ribosom terbuat dari kompleks dari RNA dan protein.

Ribosom dibagi menjadi dua subunit, satu lebih besar daripada yang lain. Mengikat subunit kecil untuk mRNA, sedangkan mengikat subunit yang lebih besar kepada tRNA dan asam amino. Ketika final membaca mRNA ribosom, kedua subunit terpecah. Ribosom telah diklasifikasikan sebagai ribozim, alasannya yaitu RNA ribosomal sepertinya paling penting bagi kegiatan transferase peptidil yang menghubungkan asam amino bersama. Ribosom dari bakteri, archaea dan eukariota (tiga domain kehidupan di Bumi), mempunyai struktur secara signifikan berbeda dan urutan RNA.

Perbedaan-perbedaan dalam struktur memungkinkan beberapa antibiotik untuk membunuh kuman oleh ribosom menghambat mereka, sementara meninggalkan ribosom insan tidak terpengaruh. Ribosom dalam mitokondria sel eukariotik seperti pada bakteri, yang mencerminkan asal-usul evolusi kemungkinan organel ini berasal dari kata ribosom asam ribonukleat.

Sejarah Penemuan Ribosom

Ribosom pertama kali diteliti pada pertengahan tahun 1950-an oleh George Emil Palade, ilmuwan biologi sel yang berkebangsaan Romania, dengan memakai mikroskop elektron. Kata “ribosom” pertama kali dipakai oleh ilmuwan Richard B. Roberts pada tahun 1958. Istilah ribosom berasal dari bahasa Yunani soma yang berarti “badan” dan ribonucleic acid (asam ribonukleat). Albert Claude, Christian de Duve, dan George Emil Palade gotong royong menerima Hadiah Nobel dalam bidang psikologi dan kesehatan pada tahun 1974 alasannya yaitu penelitiannya perihal ribosom. Hadiah Nobel dalam bidang kimia tahun 2009 didapatkan oleh Venkatraman Ramakrishnan, Thomas A. Steitz, dan Ada E. Yonath alasannya yaitu berhasil menjelaskan struktur rinci dan prosedur ribosom.

Struktur Ribosom

Ribosom terdiri dari asam ribonukleat (disingkat RNA) dan protein. Asam ribonukleat berasal dari nucleolus, tempat dimana ribosom disintesis dalam sel. Ribosom terdiri atas dua sub unit yaitu sub unit besar darn sub unit kecil. Kedua sub unit ini akan berfusi jikalau proses translasi berlangsung. Sub unit ribosom dinyatakan dengan satuan S (Svedberg) yang merupakan nama penemunya, satuan ini memberikan kecepatan pengendapan pada dikala sub unit tersebut disentrifugasi.

Dalam sel, ribosom berada di dua area sitoplasma. Beberapa ribosom ditemukan tersebar dalam sitoplasma yang disebut sebagai ribosom bebas. Sedangkan ribosom lain yang menempel pada retikulum endoplasma disebut ribosom terikat. Permukaan retikulum endoplasma dimana terdapat ribosom menempel disebut retikulum endoplasma garang (RER).

Stuktur ribosom merefleksikan fungsinya untuk mengumpulkan mRNA dengan tRNA pembawa asam amino. Suatu ribosom mempunyai satu tempat pengikatan mRNA (subunit kecil) dan tiga tempat pengikatan tRNA dikenal dengan tempat E (exit), P (peptidil), dan A (aminosil) yang terdapat pada sub unit besar.

Tempat E merupakan tempat keluar tRNA yang tidak bermuatan. Tempat P merupakan tempat pengikatan tRNA-peptidil biasanya pengikat tRNA yang menempel pada rantai polipeptida yang sedang tumbuh. Tempat A merupakan tempat pengikatan tRNA- aminoasil biasanya mengikat tRNA yang membawa asam amino berikutnya yang akan ditambah pada rantai polipeptida.

Fungsi Ribosom

Ribosom berperan penting dalam proses sintesis protein, sebuah proses menerjemahkan mRNA menjadi protein. Seluruh proses sintesis protein disebut juga sebagai kepercayaan sentral. Protein yang disintesis oleh ribosom bebas hanya dipakai di dalam sitoplasma.

Fungsi ribosom yang lain yaitu transkripsi. Transkripsi yaitu sintesis RNA dari salah satu rantai DNA, yaitu rantai cetakan atau sense, sedangkan rantai DNA komplemennya disebut rantai antisense. Rentangan DNA yang ditranskripsi menjadi molekul RNA disebut unit transkripsi.

Letak Ribosom

Letak ribosom ada yang bebas, ada juga yang menempel di retikulum endoplasma besar. Ribosom akan terikat dengan RE besar ketika ribosom akan mensintesis protein. Ribosom kadang disebut organel dan sedikit dibatasi penyebutannya alasannya yaitu sifatnya yang partikulat dan terkadang digambarkan sebagai “membran sel bebas”.

Biogenesis Ribosom

Dalam sel bakteri, ribosom disintesis di dalam sitoplasma melalui transkripsi beberapa ribosom gen operons. Dalam bersel satu proses mengambil tempat dalam sitoplasma sel dan nukleolus, yang merupakan kawasan dalam inti sel. Proses perakitan melibatkan fungsi terkoordinasi lebih dari 200 protein sintesis dan pemrosesan empat rRNA, serta perakitan rRNA dengan protein ribosomal.

Ribosom bebas mampu berpindah ke mana saja di sitosol kecuali di inti sel dan organel lain. Protein yang dibentu di ribosom bebas akan dikeluarkan dari sitosol dan dipakai oleh sel.

Sifat Ribosom

Ribosom merupakan partikel padat yang tidak dibatasi membran. Ribosom terdiri dari sub unit besar dan sub unit kecil. Ribosom merupakan partikel yang kampak/padat ini terdiri dari ribonukleoprotein, menempel atau tidak pada permukaan external dari membran RE, yang memungkinkan sintesa protein. Ribosom merupakan suatu partikel ribonukleoprotein yang berukuran kecil (20 X 30 nm).

Baca Juga: Lisosom

Ribosom terdiri dari dua unit yang dihasilkan didalamn nukleolus. Ribosom meninggalkan inti sebagai unit terpisah melalui pori inti. Ribosom utuh dibuat di dalam sitoplasma. Penyatuan ribosom di ditoplasma yaitu untuk mencegah terjadinya sintesis protein didalam inti.

Recommended For You

About the Author: fappin

Lakukan sesuatu atau tidak sama sekali