Supervisi Pendidikan Adalah : Pengertian, Fungsi, Jenis Dan Prinsip

15 min read

Pengertian supervisi pendidikan adalah - tujuan fungsi jenis prinsip dan pendekatan dalam supervisi pendidikan menurut para ahli

Lalu apa Pengertian supervisi pendidikan tujuan fungsi jenis prinsip dan pendekatan dalam supervisi pendidikan menurut para ahli ?

Arti Supervisi menurut asal usul (etimologi), format perkataannya (morfologi), maupun isi yang terkandung dalam perkataan itu ( semantik). Pengertian Supervisi Pendidikan Makalah, Tujuan, Ruang Lingkup.

Menurut sematik, Supervisi pendidikan adalah pembinaan yang berupa nasihat atau nasihat ke arah pembetulan kondisi pendidikan pada umumnya dan peningkatan kwalitas mendidik dan belajar dengan gaya belajar yang sangat baik, oke dibawah ini Pengertian supervisi pendidikan, tujuan supervisi pendidikan, fungsi supervisi pendidikan, jenis supervisi pendidikan, prinsip supervisi pendidikan, dan pendekatan dalam supervisi pendidikan menurut para ahli ;

Dukun Pelet Bergaransi

Pengertian supervisi Menurut Beberapa hal :

Menurut morfologis, Supervisi berasal dari dua kata bahasa Inggris, adalah super dan vision. Super berarti diatas dan vision berarti memperhatikan, masih serumpun dengan inspeksi, pemeriksaan dan pengawasan, dan penilikan, dalam arti aktivitas yang dilaksanakan oleh atasan – orang yang berposisi diatas, pimpinan – terhadap hal-hal yang ada dibawahnya. Supervisi juga adalah aktivitas pengawasan tetapi sifatnya lebih human, manusiawi. Kesibukan supervise bukan mencari-cari kekeliruan tetapi lebih banyak mengandung unsur pembinnaan, agar kondisi pekerjaan yang sedang disupervisi dapat diketahui kekurangannya (bukan semata – mata kesalahannya) untuk dapat diberitahu komponen yang perlu diperbaiki

cam-jenis supervisi pendidikan ditinjau dari objek

Ditinjau dari objek yang disupervisi ada tiga jenis supervisi, adalah:

a. Supervisi akademik

Supervisi akademik adalah supervisi yang objeknya menitik beratkan pengamatan pada masalah akademik, adalah lantas berada dalam lingkup aktivitas pelajaran yang dilaksanakan oleh dosen untuk membantu mahasiswa ketika “sedang dalam pelaksanaan belajar atau mempelajari sesuatu”. Disebut supervisi akademik sebab objek utamanya adalah aspek-aspek akademik, supervisi akademik dapat dilaksanakan oleh intern institusi sendiri yaituoleh sahabat sejawat, ketua program studi atau Pembantu Rektor 1Bidang Akademis.

Supevisi akademik yang dimaksud adalah supervisi pelajaran. Membagi teknik supervisi pelajaran menjadi dua jenis adalah bersifat individual (individual devices) dan bersifat golongan (group devices). Tekniksupervisi golongan berupa diskusi panel, laboratorium kurikulum, pembaca terbimbing, demonstrasi mendidik, perpustakaan profesional, bulletin supervisi, pertemuan atau rapat guru, Organisasiprofesi guru golongan kerja, musyawarah kerja, forum bersama dan lain-lain.[2]

Menurut pemakalah supervisi ini kepla sekolah terhadap guru dan daya kerja profesional dalam merencanakan, mengerjakan, dan mengukur serta menindak lanjuti hasil evaluasi pelaksanaan dan hasil pelajaran untuk meningkatkan kwalitas pelajaran menurut standar dan ukuran pengukuran yang telah ditetapkan. Standar dan alat ukut tersebut adalah indikator untuk menetapkan apakah seorang guru berkineja tinggi atau rendah.

Sasaran supervisi akademik adalah meningkatkan pelaksanaan pelajaran untuk meningkatkan kwalitas pelaksanaan dan hasil pelajaran. Pembelajaran adalah inti aktivitas sekolah, momen dimana siswa sedang dalam pelaksanaan belajar. Menurut pemakalah pelaksanaan ini banyak unsur yang mempengaruhinya terutama guru dan peserta ajar, program kurikulum yang dipakai, buku teks yang dipakai siswa dan guru, fasilitas belajar dan media belajar termasuk alat peraga, tradisi sekolah serta lingkungan jasmaniah sosial disekitarnya. Oleh sebab luasnya yang mempengaruhi pelajaran, maka supervisi wajib dialamatkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kondisi belajar mendidik.

Jasa Pelet Terpercaya

b. Supervisi administrasi

Supervisi administrasi adalah supervisi yang objeknya menitik beratkan pengamatan pada aspek-aspek administrasi yang berfungsi sebagai pendorong dan memperlancar terlaksananya pelaksanaan pelajaran, dapat berupa kurikulyum sekolah, penentuan dosen pengampu mata kuliah, penyusunan jadwal kuliah, laporan poin mahasiswa, presensi kehadiran dosen dan mahasiswa, tingkat pedidikan dosen dan daya kependidikan, prestasi yang didapatkan mahasiswa. Supervisi administrasi dapat dilaksanakan oleh internal institusi.

Supervisi administrasi menitik beratkan pengamatan supervisor pada aspek-aspek administrasi yang berfungsi sebagai pendorong dan pelancar terlaksananya pelajaran. Selama ini pengawasan atas sarana dan fasilitas sekolah adalah objek target inspeksi yang kurang dikaitkan terhadap kepentingan pelajaran. Sasaran pengawasan dilingkungan cara persekolahan selama ini memperlihatkan kesan seolah-olah segi jasmaniah material yang kelihatan adalah target yang betul-betul penting. Kurang perhatian terhadap masalah pelajaran yang berkualitas adalah kendala bagi upaya peningkatan kwalitas pendidikan dan pendidikan. Supervisi administratif adalah supervisi yang dialamatkan terhadap pembinaan dalam memanfaatkan tiap sarana bagi keperluan pelajaran. Fasilitas belajar, media belajar, buku teks, perpustakaan, segala itu adalah sarana belajar yang perlu dikaitkan untuk mempertinggi kwalitas pelaksanaan belajar.

c. Supervisi institusi

Dukun Pelet Terbaik

Supervisi institusi yang menebarkan atau menyebarkan objek pengamatan supervisorpada aspek-aspek yang berada diseluruh sekolah. Jika supervisi akademik dialamatkan untuk meningkatkan kwalitas pelajaran maka supervisi institusi dialamatkan untuk meningkatkan nama bagus sekolah atau daya kerja sekolah secara keseluruhan.[3]

Supervisi institusional adalah supervisi yang berorientasi pada pembinaan aspek organisasi dan manajemen sekolah sebagai institusi yang meliputi segala aspek dalam format pengendalian yang berkaitan dengan pelaksanaan peningkatan kwalitas sekolah dalam rangka mensukseskan pelajaran, seperti: penerimaan murid bau, rombongan belajar, pembagian tugas, pengembangan kurikulum dalam aktivitas ekstra dan intra, pengelolaan sarana dan fasilitas belajar, kalender akademik, relasi kerjasama sekolah dengan orang tua dan masyarakat. Ssupervisi institusional atau supervisi kelembagaan berkaitan dengan usaha untuk menghasilkan sekolah memiliki daya kerja yang bagus.

Menurut Etimologi, supervisi diambil dalam perkataan bahasa Inggris “ Supervision” artinya pengawasan di bidang pendidikan.

Orang yang mengerjakan supervisi disebut supervisor.

Pengertian Supervisi Menurut Pakar Para Menyebutkan :

a. Good Carter,

Pengertian supervisi pendidikan adalah – tujuan fungsi jenis prinsip dan pendekatan dalam supervisi pendidikan menurut para ahli

Memandang pengertian supervisi adalah usaha dari petugas-petugas sekolah dalam memimpin guru-guru dan petugas lainnya, dalam memperbaiki pendidikan, termasuk menstimulir, menyeleksi pertumbuhan jabatan dan perkembangan guru-guru dan merevisi tujuan-tujuan pendidikan, bahan-bahan pendidikan, dan cara mendidik dan evaluasi pendidikan. God Carter memandangnya sebagai usaha memimpin guru-guru dalam jabatan mendidik.

Pengertian supervisi pendidikan tujuan supervisi pendidikan fungsi supervisi pendidikan jenis supervisi pendidikan prinsip supervisi pendidikan dan pendekatan dalam supervisi pendidikan menurut para ahli

Kesibukan supervisi dulu banyak dilaksanakan adalah Inspeksi, pemeriksaan, pengawasan atau penilikan. Pengertian supervisi pendidikan tujuan supervisi pendidikan fungsi supervisi pendidikan jenis supervisi pendidikan prinsip supervisi pendidikan dan pendekatan dalam supervisi pendidikan menurut para ahli, Supervisi masih serumpun dengan inspeksi, pemeriksaan dan pengawasan, dan penilikan, dalam arti aktivitas yang dilaksanakan oleh atasan –orang yang berposisi diatas, pimpinan– terhadap hal-hal yang ada dibawahnya. Inspeksi : inspectie (belanda) yang artinya memeriksa dalam arti memperhatikan untuk mencari kekeliruan. Orang yang menginsipeksi disebut inspektur. Inspektur dalam hal ini mengadakan :

b. Boardman.

Kesibukan Supervisi adalah salah satu usaha menstimulir, mengkoordinir dan memberi bimbingan secarr kontinyu pertumbuhan guru-guru di sekolah bagus secara individual maupun secara kolektif, agar lebih mengerti dan lebih tepat sasaran dalam menghasilkan segala fungsi pendidikan dengan demikian mereka dapat menstmulir dan memberi bimbingan pertumbuan tiap-tiap murid secara kontinyu, serta cakap dan lebih cakap berpartsipasi dlm masyarakat demokrasi modern. Boardman. Memandang supervisi sebagai lebih cakap berpartisipasi dlm masyarakat modern.

c. Wilem Mantja (2007)

Mengatakan bahwa, supervisi diartikan sebagai aktivitas supervisor (jabatan legal) yang dilaksanakan untuk pembetulan pelaksanaan belajar mendidik (PBM). Ada dua tujuan (tujuan ganda) yang wajib diwujudkan oleh supervisi, adalah; pembetulan (guru murid) dan peningkatan kwalitas pendidikan. Willem Mantja memperhatikan supervisi sebagai aktivitas untuk pembetulan (guru murid) dan peningkatan kwalitas pendidikan

d. Kimball Wiles (1967)

Konsep supervisi modern dirumuskan sebagai berikut : “Supervision is assistance in the development of a better teaching learning situation”. Kimball Wiles berpendapat bahwa unsur manusia yg memiliki kecakapan (skill) betul-betul penting untuk menghasilkan suasana belajar mendidik yg lebih bagus.

e. Mulyasa (2006)

supervisi sebetulnya dapat dilaksanakan oleh kepala sekolah yang berperan sebagai supervisor, tetapi dalam cara organisasi modern dibutuhkan supervisor khusus yang lebih independent, dan dapat meningkatkan obyektivitas dalam pembinaan dan pelaksanaan tugas.

f. Ross L (1980),

mendefinisikan bahwa supervisi adalah pelayanan kapada guru-guru yang bertujuan menghasilkan pembetulan pendidikan, pelajaran dan kurikulum. Ross L memperhatikan supervisi sebagai pelayanan kapada guru – guru yang bertujuan menghasilkan pembetulan.

g. Purwanto (1987),

supervisi adalah suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah dalam mengerjakan pekerjaan secara tepat sasaran.

Controlling : memeriksa apakah semuanya dilaksanakan sebagaimana mestinya

Correcting : memeriksa apakah semuanya sesuai dengan apa yang telah ditetapkan/digariskan

Judging : mengandili dalam arti memberikan pengukuran atau keputusan sepihak

Directing : nasihat, menetapkan ketentuan/garis

Demonstration : memperlihatkan bagaimana mendidik yang bagus

Pemeriksaan artinya memperhatikan apa yg terjadi dlm aktivitas walaupun Pengawasan adalah Memandang apa yg positif & negatif. Adapun Supervisi juga adalah aktivitas pengawasan tetapi sifatnya lebih human, manusiawi. Kesibukan supervisi bukan mencari – cari kekeliruan tetapi lebih banyak mengandung unsur pembinnaan, agar kondisi pekerjaan yang sedang disupervisi dapat diketahui kekurangannya (bukan semata-mata kesalahannya) untuk dapat diberitahu komponen yang perlu diperbaiki. Supervisi dilaksanakan untuk memperhatikan komponen mana dari aktivitas sekolah yg masih negatif untuk diupayakan menjadi positif, & memperhatikan mana yang telah positif untuk ditingkatkan menjadi lebih positif lagi dan yang terutama adalah pembinaannya

Orang yang mengerjakan supervise disebut supervisor. Dibidang pendidikan disebut supervisor pendidikan. Menurut keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 0134/0/1977, temasuk golongan supervisor dalam pendidikan adalah kepala sekolah, penelik sekolah, dan para pengawas ditingkatkan kabupaten/kotamadya, serta staf di kantor bidang yang ada di tiap provinsi.

Jika supervisi dilaksanakan oleh kepala sekolah, maka ia wajib cakap mengerjakan beraneka pengawasan dan pengendalian untuk meningkatkan daya kerja daya kependidikan. Pengawasan dan pengendalian ini adalah kontrol agar aktivitas pendidikan di sekolah terarah pada tujuan yang telah ditetapkan. Pengawasan dan pengendalian juga adalah perbuatan preventif untuk mencegah agar para daya kependidikan tidak mengerjakan penyimpangan dan lebih berhati-hati dalam mengerjakan pekerjaannya.

B. Tujuan dan target Supervisi

a. Tujuan Supervisi

Tujuan utama supervisi adalah memperbaiki pendidikan (Neagly & Evans, 1980; Oliva, 1984; Hoy & Forsyth, 1986; Wiles dan Bondi, 1986; Glickman, 1990). Tujuan lazim Supervisi adalah memberikan bantuan teknis dan nasihat terhadap guru dan staf agar personil tersebut cakap meningkatkan kwalitas kinerjanya, dalam mengerjakan tugas dan mengerjakan pelaksanaan belajar mendidik .

Menurut operasional dapat dikemukakan beberapa tujuan konkrit dari supervisi pendidikan adalah :

Meningkatkan kwalitas daya kerja guru
Sasaran guru dalam memahami tujuan pendidikan dan apa peran sekolah dalam mencapai tujuan tersebut
Sasaran guru dalam memperhatikan secara lebih jelas dalam memahami kondisi dan keperluan siswanya.
Institusi akhlak golongan yang kuat dan mempersatukan guru dalam satu tim yang tepat sasaran, bekerjasama secara akrab dan bersahabat serta saling menghargai satu dengan lainnya.
Meningkatkan kwalitas pelajaran yang pada akhirnya meningkatkan prestasi belajar siswa.
Meningkatkan kwalitas pendidikan guru bagus itu dari segi strategi, keahlian dan alat pendidikan.
Menyediakan sebuah sistim yang berupa pengaplikasian teknologi yang dapat membantu guru dalam pendidikan.
Sebagai salah satu dasar pengambilan keputusan bagi kepala sekolah untuk reposisi guru.

Meningkatkan keefektifan kurikulum sehingga berdaya guna dan terlaksana dengan bagus

Meningkatkan keefektifan dan keefesiensian sarana dan prasarana yang ada untuk dikelola dan dimanfaatkan dengan bagus sehingga cakap memaksimalkan keberhasilan siswa

Meningkatkan kwalitas pengelolaan sekolah terutama dalam mendorong terciptanya suasana kerja yang optimal yang selanjutnya siswa dapat mencapai prestasi belajar sebagaimana yang diinginkan.

Meningkatkan kwalitas kondisi lazim sekolah sehingga tercipta kondisi yang tenang dan damai serta kondusif yang akan meningkatkan kwalitas pelajaran yang memperlihatkan keberhasilan alumnus.
b. Sasaran Supervisi

Adapun target utama dari pelaksanaan aktivitas supervisi tersebut adalah peningkatan kecakapan profesional guru (Depdiknas, 1986; 1994 & 1995).
Sasaran Supervisi Ditinjau dari objek yang disupervisi, ada 3 jenis format supervisi :
Supervisi Akademik, Menitikberatkan pengamatan supervisor pada masalah-masalah akademik, adalah hal-hal yang berlangsung berada dalam lingkungan aktivitas pelajaran pada waktu siswa sedang dalam pelaksanaan mempelajari sesuatu
Supervisi Administrasi, Menitikberatkan pengamatan supervisor pada aspek-aspek administrasi yang berfungsi sebagai pendorong dan pelancar terlaksananya pelajaran.
Supervisi Anggapan, Menyebarkan objek pengamatan supervisor pada aspek-aspek yang berada di sekolah. Supervisi ini dimaksudskan untuk meningkatkan nama bagus sekolah atau daya kerja sekolah secara keseluruhan. Jika: Ruang UKS (Unit Kesehatan Sekolah), Perpustakaan dan lain-lain.
C. Prinsip-prinsip Supervisi

Menurut simpel prinsip-prinsip Supervisi adalah sebagai berikut :
Supervisi hendaknya memberikan rasa aman terhadap pihak yang disupervisi.
Supervisi hendaknya bersifat Kontrukstif dan Kreatif
Supervisi hendaknya realistis didasarkan pada kondisi dan kenyataan sebetulnya.
Kesibukan supervisi hendaknya terlaksana dengan simpel.
Dalam pelaksanaan supervisi hendaknya terjalin relasi profesional, bukan didasarkan atas relasi pribadi.
Supervisi hendaknya didasarkan pada kecakapan, kecakapan, kondisi dan sikap pihak yang disupervisi.
Supervisi wajib membantu guru agar senantiasa tumbuh sendiri tidak tergantung pada kepala sekolah
Pakar lain mengenai Prinsip-prinsip Supervisi adalah :
Supervisi bersifat memberikan nasihat dan memberikan bantuan terhadap guru dan staf sekolah lain untuk memecahkan masalah dan memecahkan kesulitan dan bukan mencari-cari kekeliruan.
Pemberian bantuan dan nasihat dilaksanakan secara lantas, artinya bahwa pihak yang mendapat bantuan dan nasihat tersebut tanpa dipaksa atau dibukakan hatinya dapat merasa sendiri serta sepadan dengan kecakapan untuk dapat memecahkan sendiri.
Kualitas supervisor merencanakan akan memberikan saran atau umpan balik, sebaiknya diperkenalkan sesegera mungkin agar tidak lupa. Sebaiknya supervisor memberikan kans terhadap pihak yang disupervisi untuk mengajukan pertanyaan atau tanggapan.
Kesibukan supervisi sebaiknya dilaksanakan secara berkala contohnya 3 bulan sekali, bukan menurut ketertarikan dan kans yang dimiliki oleh supervisor.
Suasana yang terjadi selama supervisi berlangsung hendaknya mencerminkan adanya relasi yang bagus antara supervisor dan yang disupervisi tercipta suasana kemitraan yang akrab. Faktor ini bertujuan agar pihak yang disupervisi tidak akan segan-segan mengemukakan anggapan seputar kesulitan yang dihadapi atau kekurangan yang dimiliki.
Untuk menjaga agar apa yang dilaksanakan dan yang ditemukan tidak sirna atau terlupakan, sebaiknya supervisor membuat catatan singkat, berisi hal – hal penting yang dibutuhkan untuk membuat laporan.

Berhubungan menurut Tahalele dan Indrafachrudi (1975) prinsip-prinsip supervisi sebagai berikut :
Supervisi wajib dilaksanakan secara demokratis dan kooperatif,
Supervisi wajib kreatif dan konstruktif,
Supervisi wajib ”scientific” dan tepat sasaran,
Supervisi wajib dapat memberi perasaan aman pada guru-guru,
Supervisi wajib menurut kenyataan,
Supervisi wajib memberi kans terhadap supervisor dan guru-guru untuk mengadakan “self evaluation”
Pembelajaran prinsip-prinsip supervisi di atas adalah kaidah-kaidah yang wajib dipedomani atau diwujudkan landasan di dalam mengerjakan supervisi, maka hal itu mendapat perhatian yang sungguh – sungguh dari para supervisor, bagus dalam konteks relasi supervisor – guru, maupun di dalam pelaksanaan pelaksanaan supervisi.
D. Fungsi Supervisi
Fungsi Meningkatkan Jenis Pembelajaran Ruang lingkupnya sempit, hanya tertuju pada aspek akademik, terutama yang terjadi di ruang kelas ketika guru sedang memberikan bantuan dan arahan terhadap siswa.
Fungsi Memicu Jenis yang Jenis dengan Pembelajaran Lebih diketahui dengan nama Supervisi Administrasi
Fungsi Membina dan Memimpin

E. Contohnya-jenis Supervisi
Contohnya seperti ini umumnya terjadi dalam administrasi dan figur kepemimpinan yang otokratis, mengutamakan pada upaya mencari kekeliruan orang lain, bertindak sebagai “Inspektur” yang bertugas mengawasi pekerjaan guru. Supervisi ini dilaksanakan terutama untuk mengawasi, meneliti dan mencermati apakah guru dan petugas di sekolah telah mengerjakan segala tugas yang diperintahkan serta ditetapkan oleh atasannya.

Contohnya Laisses Faire
Contohnya ini kebalikan dari jenis sebelumnya. Jenis dalam supervisi inspeksi bawahan diawasi secara ketat dan wajib menurut perintah atasan, pada supervisi Laisses Faire para pegawai dibiarkan saja bekerja sekehendaknya tanpa dikasih pertanda yang benar. Jika: guru boleh mendidik sebagaimana yang mereka inginkan bagus pengembangan materi, pemilihan cara maupun alat pelajaran.

Contohnya Coersive
Contohnya ini tidak jauh berbeda dengan jenis inspeksi. Sifatnya memaksakan kehendaknya. Apa yang diperkirakannya sebagai sesuatu yang bagus, walaupun tidak sesuai dengan kondisi atau kecakapan pihak yang disupervisi konsisten saja dipaksakan berlakunya. Guru sama sekali tidak dikasih kans untuk bertanya kenapa wajib demikian. Supervisi ini mungkin masih dapat dipakai secara pas untuk hal-hal yang bersifat permulaan. Kecuali supervisi yang dilaksanakan terhadap guru yang baru mulai mendidik. Dalam kondisi demikian, seandainya supervisor tidak bertindak tegas, yang disupervisi mungkin menjadi ragu-ragu dan pun kehilangan arah yang pasti.

Contohnya Training dan Guidance
Contohnya ini diartikan sebagai memberikan latihan dan nasihat. Faktor yang positif dari supervisi ini adalah guru dan staf tata usaha senantiasa menerima latihan dan nasihat dari kepala sekolah. Berhubungan dari sisi negatifnya kurang adanya kepercayaan pada guru dan karyawan bahwa mereka cakap memaksimalkan diri tanpa senantiasa diawasi, dilatih dan diberi pengarahan oleh atasannya.

Contohnya Demokratis

Cara kepemimpinan yang bersifat demokratis, jenis ini juga membutuhkan kondisi dan kondisi yang khusus. Tanggung jawab bukan hanya seorang pemimpin saja yang mengaturnya, tetapi didistribusikan atau didelegasikan terhadap para member atau warga sekolah sesuai dengan kecakapan dan keahlian masing-masing.

F. Teknik-Teknik Cara Biasanya Dalam Sering Supervisi

Teknik supervisi Pendidikan adalah atat yang dipakai oleh supervisor untuk mencapai tujuan supervisi itu sendiri yang pada akhir dapat mengerjakan pembetulan pendidikan yang sesuai dengan kondisi dan kondisi. Dalam pelaksanaan supervisi pendidikan, sebagai supervisor wajib mengenal dan memahami serta mengerjakan teknik – teknik dalam supervisi. Memberi jenis teknik dapat dipakai oleh supervisor dalam membantu guru meningkatkan kondisi belajar mendidik, bagus secara golongan maupun secara perorangan maupun dengan cara lantas bertatap muka dan cara tidak lantas bertatap muka atau lewat media komunikasi (Sagala 2010 : 210). Adapun teknik – teknik Supervisi adalah sebagai berikut :

Teknik Supervisi yang bersifat golongan

Teknik Supervisi yang bersifat golongan adalah teknik supervisi yang dilaksanakan dalam pembinaan guru secara bersama – sama oleh supervisor dengan sejumlah guru dalam satu golongan (Sahertian 2008 : 86).

Teknik Supervisi yang bersifat golongan antara lain : (Sagala 2010 : 210 – 227)

a. Pertemuan Orientasi bagi guru baru.

Pertmuan orientasi adalah pertemuan anatar supervisor dengan supervisee (Problem guru baru) yang bertujuan menghantar supervisee menjelang suasana kerja yang baru dikutip menurut anggapan Sagala (2010 : 210) dan Sahertian (2008 : 86). Pada pertemuan Orientasi supervisor diinginkan dapat memperkenalkan atau menguraikan terhadap supervisee hal – hal sebagai berikut (Sahertian 2008 : 86) :

Problem kerja yang berlaku di sekolah itu.

Problem dan mekanisme administrasi dan organisasi sekolah.

Diskusi diiringi dengan tanya jawab dan penyajian segala aktivitas dan kondisi sekolah.

Diskusi juga pertemuan orientasi ini juga dicontoh dengan tindak lanjut dalam format diskusi golongan dan lokakarya.

Ada juga lewat perkunjungan ke tempat – tempat tertentu yang berkaitan atau berkaitan dengan sumber belajar.

Salah satu ciri yang betul-betul berkesan bagi pembinaan segi sosial dalam orientasi ini adalah makan bersama.

Aspek lain yang membantu terciptanya suasana kerja adalah bahwa guru baru tidak merasa asing tetapi guru baru merasa diterima dalam golongan guru lain.

b. Rapat guru

Rapat Guru adalah teknik supervisi golongan lewat rapat guru yang dilaksanakan untuk membicarakan pelaksanaan pembelajaan, dan upaya atau cara meningkatkan pekerjaan guru. (Pidarta 2009 : 71). Tujuan teknik supervisi rapat guru yang dikutip menurut anggapan Sagala (2010 : 212) dan Pidarta (2009 : 171) adalah sebagai berikut :

Menyatukan pandangan – pandangan guru seputar masalah – masalah dalam mencapai makna dan tujuan pendidikan.

Memberikan motivasi terhadap guru untuk menerima dan mengerjakan tugas – tugasnya dengan bagus serta dapat memaksimalkan diri dan jabatan mereka secara optimal.

Menyatukan anggapan seputar cara kerja yang bagus guna pencapaian pendidikan yang optimal.

Diskusi sesuatu lewat rapat guru yang bertalian dengan pelaksanaan pelajaran.

Via isu baru seputar belajar dan pelajaran, kesulitan – kesulitan mendidik, dan cara memecahkan kesulitan mendidik secara bersama dengan segala guru disekolah.

Ada beberapa hal yang wajib dilihat dalam suatu rapat guru yang dikutip menurut anggapan Sagala (2010 : 211), antara lain :

Tujuan – tujuan yang hendak ditempuh wajib jelas dan konkrit.

Memutuskan – masalah yang akan menjadi bahan rapat wajib adalah masalah yang muncul dari guru – guru yang dianggap penting dan sesuai dengan keperluan mereka.

Memutuskan pribadi yang menyangkut guru di institusi pendidikan tersebut perlu mendapat perhatian.

Pengalaman – pengalaman baru yang didapatkan dalam rapat tersebut wajib membawa mereka pada peningkatan pelajaran terhadap siswa.

Partisipasi guru pada pelaksanaan rapat hendaknya dipikirkan dengan sebaik – bagusnya.

Memandang kondisi setempa, waktu, dan tempat rapat menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan rapat guru.

c. Studi golongan antar guru

Studi golongan antara guru adalah suatu aktivitas yang dilaksanakan oleh sejumlah guru yang memiliki keahlian dibidang studi tertentu, seperti MIPA, Bahasa, IPS dan sebagainya, dan dikendalikan oleh supervisor agar aktivitas dimaksud tidak berubah menjadi ngobrol hal – hal yang tidak ada kaitannya dengan materi. Topik yang akan dibahas dalam aktivitas ini telah dirumuskan dan disepakati terutama dulu. Tujuan pelaksanaan teknik supervisi ini adalah sebagai berikut :

Meningkatkan kwalitas pengendalian materi dan kwalitas dalam memberi layanan belajar.

Memandang kemudahan bagi guru – guru untuk menerima bantuan pemechan masalah pada materi pendidikan.

Bertukar pikiran dan berbincang-bincang dengan sesama guru pada satu bidang studi atau bidang – bidang studi yang serumpun.

d. Problem
Problem adalah pertukaran pikiran atau anggapan lewat suatu percakapan seputar suatu masalah untuk mencari pilihan pemecahannya. Problem adalah salah satu teknik supervisi golongan yang dipakai supervisor untuk memaksimalkan beraneka ketrampilan pada diri para guru dalam memecahkan beraneka masalah atau kesulitan dengan cara mengerjakan tukar pikiran antara satu dengan yang lain. Memutuskan teknik ini supervisor dapat membantu para guru untuk saling mengenal, memahami, atau mendalami suatu masalah, sehingga secara bersama – sama akan berupaya mencari pilihan pemecahan masalah tersebut (Sagala 2010 : 213). Tujuan pelaksanaan supervisi diskusi adalah untuk memecahkan masalah – masalah yang dihadapi guru dalam pekerjaannya sehari – hari dan upaya meningkatkan pekerjaan melaluii diskusi.
Faktor – hal yang wajib dilihat supervisor sebagai pemimpin diskusi sehingga tiap member berharap berpartisipasi selama diskusi berlangsung supervisor wajib cakap :
Amati tema perbincangan yang lebih spesifik ;
Memandang bahwa tiap member diskusi berbahagia dengan kondisi dan topik yang dibahas dalam diskusi.
Memandang bahwa masalah yang dibahas dapat dimengerti oleh segala member dan dapat memecahkan masalah dalam pendidikan.
Memandang bahwa golongan merasa dibutuhkan dan diikutsertakan untuk mencapai hasil bersama.
Mengakui pentingnya peranan tiap member yang dipimpinnya.

e. Workshop
Workshop adalah suatu aktivitas belajar golongan yang terjadi dari sejumlah pendidik yang sedang memecahkan masalah lewat percakapan dan bekerja secara golongan. Faktor – hal yang perlu dilihat pada waktu pelaksanaan workshop antara lain :
Memutuskan yang dibahas bersifat “Life cntred” dan muncul dari guru tersebut,
Berhubungan menerapkan secara optimal aktivitas mental dan jasmaniah dalam aktivitas sehingga tercapai perubahan pekerjaan yang lebih tinggi dan lebih bagus.

f. Tukar menukar pengalaman Tukar menukar pengalaman “Sharing of Experince” suatu teknik perjumpaan dimana guru memperkenalkan pengalaman masing-masing dalam mendidik terhadap topik-topik yang telah diajarkan, saling memberi dan menerima tanggapan dan saling belajar satu dengan yang lain. Langkah – langkah melakukang sharing antara lain :
Amati tujuan yang akan ditempuh.
Amati pokok masalah yang akan dibahas.
Memberikan kans pada tiap peserta untuk mendonasikan anggapan anggapan mereka
Merumuskan inti sari.

Teknik Individual dalam Supervisi

Teknik Individual Menurut Sahertian yang dikutip oleh Sagala (2010 : 216) adalah teknik pelaksanaan supervisi yang dipakai supervisor terhadap pribadi – pribadi guru guna peningkatan kwalitas pendidikan disekolah. Teknik – teknik individual dalam pelaksanaan supervisi antara lain :

a. Teknik Kunjungan kelas.

Teknik kunjungan kelas adalah suatu teknik kunjungan yang dilaksanakan supervisor ke dalam satu kelas pada ketika guru sedang mendidik dengan tujuan untuk membantu guru menghadapi masalah/kesulitan mendidik selama mengerjakan aktivitas pelajaran. Kunjungan kelas dilaksanakan dalam upaya supervisor mendapat data seputar kondisi sebetulnya mengenai kecakapan dan ketrampilan guru mendidik. Kemudian dengan yang ada kemudian mengerjakan perbincangan untuk mencari pemecahan atas kesulitan – kesulitan yang dihadapi oleh guru. Sehingga aktivitas pelajaran dapat ditingkatkan. Kunjungan kelas dapat dilaksanakan dengan 3 cara, yatiu :

Kunjungan kelas tanpa diberitahu,

Kunjungan kelas dengan pemberitahuan,

Kunjungan kelas atas undangan guru,

Saling mengunjungi kelas.

b. Teknik Cara Kelas
Teknik perhatikan kelas dilaksanakan pada ketika guru mendidik. Supervisor mengobservasi kelas dengan tujuan untuk mendapat data seputar segala sesuatu yang terjadi pelaksanaan belajar mendidik. Data ini sebagai dasar bagi supervisor mengerjakan pembinaan terhadap guru yang diobservasi. Tak waktu supervisor mengobservasi kelas ada yang diberitahu dan ada juga tidak dikasih tahu sebelumnya, tetapi sesudah lewat izin agar tidak mengganggu pelaksanaan belajar mendidik. Selama berada dikelas supervisor mengerjakan pengamatan dengan teliti, dan menerapkan instrumen yang ada terhada lingkungan kelas yang diwujudkan oleh guru selama jam pelajaran.

c. Percakapan Pribadi
Percakapan pribadi adalah Dialog yang dilaksanakan oleh guru dan supervisornya, yang membahas seputar keluhan – keluhan atau kekurangan yang dikeluarkan oleh guru dalam bidang mendidik, di mana di sini supervisor dapat memberikan jalan keluarnya. Dalam percakapan ini supervisor berupaya menyadarkan guru akan kelebihan dan kekurangannya. mendorong agar yang telah bagus lebih di tingkatkan dan yang masih kurang atau keliru agar diupayakan untuk membetulkannya.

d. Intervisitasi (mengunjungi sekolah lain)
Teknik ini dilaksanakan oleh sekolah-sekolah yang masih kurang maju dengan menyuruh beberapa orang guru untuk mengunjungi sekolah – sekolah yang ternama dan maju dalam pengelolaannya untuk mengenal kiat – kiat yang telah diambil hingga seekolah tersebut maju. Manfaat yang dapat didapatkan dari teknik supervisi ini adalah dapat saling membandingkan dan belajar atas kelebihan dan kekurangan menurut pengalaman masing – masing. Sehingga masing – masing guru dapat memperbaiki kualitasnya dalam memberi layanan belajar terhadap peserta didiknya.

e. Penyeleksi beraneka sumber materi untuk mendidik.
Teknik pelaksanaan supervisi ini berkaitan dengan aspek – aspek belajar mendidik. Dalam usaha memberikan pelayanan profesional terhadap guru, supervisor pendidikan akan menaruh perhatian terhadap aspek – aspek pelaksanaan belajar mendidik sehingga didapatkan hasil yang tepat sasaran. supervisor wajib memiliki kecakapan menyeleksi beraneka sumber materi yang dipakai guru untuk mendidik. Adapun cara untuk mengikuti perkembangan keguruan kita, adalah dengan berupaya mengikuti perkembangan itu lewat kepustakaan profesional, dengan mengadakan \\”profesional reading \\”. Ini dipakai untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan kondisi belajar mendidik yang lebih bagus. Faktor ini mengungkapkan bahwa teknik penyeleksian beraneka suber materi untuk mendidik memiliki arti bahwa Teknik ini yang menitik beratkan terhadap kecakapan Supervisor dalam menyeleksi buku – buku yang dimiliki oleh guru pada ketika mendidik yang sesuai dengan keperluan aktivitas belajar mendidik.

f. Dapat diri sendiri
Guru dan supervisor memperhatikan kekurangan masing-masing yang mana ini dapat memberikan poin tambah pada relasi guru dan supervisor tersebut,yang akhirnya akan memberikan poin positif bagi aktivitas belajar mendidik yang bagus. Dapat diri sendiri adalah tugas yang tidak gampang bagi guru, sebab suatu pengukuran terbalik sebab selama ini guru hanya mengukur murid-muridnya. Ada beberapa cara atau alat yang dapat dipakai untuk mengukur diri sendiri, antara lain membuat daftar pandangan atau anggapan yang diperkenalkan terhadap murid-murid untuk mengukur pekerjaan atau suatu aktivitas guru di muka kelas. Dapat dengan menyususun pertanyaan yang tertutup maupun terbuka, tanpa perlu menceritakan nama siswa.

  1. Problem Panel
    Teknik ini dilaksanakan dihadapan guru oleh para spesialis dari beraneka sudut ilmu dan pengalaman terhadap suatu masalah yang telah ditetapkan. Mereka akan memperhatikan suatu masalah itu sesuai dengan pandangan ilmu dan pengalaman masing-masing sehingga guru dapat usul yang betul-betul lengkap dalam menghadapi atau memecahkan suatu masalah. Manfaat dari aktivitas ini adalah lahirnya sifat cekatan dalam memecahkan masalah dari beraneka sudut pandang spesialis.
  2. Seminar
    Seminar adalah suatu rangkaian kajian yang dicontoh oleh suatu golongan untuk membicarakan, membahas dan memperdebatkan suatu masalah yang berkaitan dengan topik. Pengendalian dengan pelaksanaan supervisi, dalam seminar ini dapat dibahas seperti bagaimana membentuk silabus sesuai standar isi, bagaimana memecahkan masalah disiplin sebagai aspek akhlak sekolah, bagaimana memecahkan buah hati – buah hati yang senantiasa membuat keributan dikelas, dan lainnya. Pada waktu pelaksanaan seminar golongan mendengarkan laporan atau inspirasi – inspirasi menyangkut masalah pendidikan dari salah seorang anggotanya.
  3. Simposium
    Kesibukan mendatangkan seorang spesialis pendidikan untuk membahas masalah pendidikan. Simposium menyuguhkan pidato-pidato pendek yang meninjau suatu topik dari aspek-aspek yang berbeda. Penyuguh pidato umumnya tiga orang dimana guru sebagai pengikut diinginkan dapat mengambil bekal dengan mendengarkan pidato-pidato tersebut.
  4. Demonstrasi mendidik
    Usaha peningkatan belajar mendidik dengan cara mendemonstrasikan cara mendidik dihadapan guru dalam mengenalkan beraneka aspek dalam mendidik di kelas oleh supervisor.
  5. Buletin supervisi
    Suatu media yang bersifat cetak dimana disana didapati peristiwaperistiwa pendidikan yang berkaitan dengan cara-cara mendidik,tingkah laku siswa,dan sebagainnuya.Cara ini dapat membantu guru untuk menjadi lebih bagus.

G. Kelemahan Penerapan Kelebihan Teknik – Teknik Dalam Sering Supervisi

Kelemahan Teknik – Teknik Dalam Sering Supervisi
Perlu tarif yang banyak, waktu yang pas, sekolah jadi kurang tepat sasaran.
Perlu penyediaan waktu yang pas
mencerminkan kondisi sehari-hari
Kurang demokratis
Mengganggu kelas lain dalam KBM, kelas sendiri ditinggalkan
Agak susah menetapkan dan cukup menyita waktu
Agak susah menemukan waktu
Guru merasa canggung dan kurang bebas

Kelebihan Teknik – Teknik Dalam Sering Supervisi

mengenal kelebihan yang dapat dimaksimalkan, mengenal kelemahan untuk pembetulan, memberikan saran sesuai dengan keperluan

Bantuan dikasih terhadap segala guru dalam satu kali pertemuan, pertukaran pikiran secara lazim

Faktor-hal yang bagus dapat diwujudkan figur, hal yang kurang dapat dibicarakan

memberikan nasihat aktual

Guru dapat menunjukan hasil usahanya

melayani keperluan khusus setempat

mengenal kelebihan yang dapat dimaksimalkan, mengenal kelemahan untuk pembetulan, memberikan saran sesuai dengan keperluan.

H. PERANGKAT SUPERVISI

Salah satu perangkat yang dipakai dalam melaksankan supervisi adalah instrument perhatikan pelajaran/check list terutama untuk supervisi kelas, supervisi klinis, dengan demikian diinginkan indicator yang dilihat untuk tiap unsure yang dilihat, antara lain

Persiapan dan aperisepsi

Relevansi materi dengan tujuan instruksional

materi

Manajemen kelas
Pemberian metivasi terhadap siswa
Nada dan suara
bahasa
Gaya dan sikap perilaku.
seputar Pengertian Supervisi Pendidikan Makalah, Tujuan, Ruang Lingkup yang dapat aku berikan gampang mudahan bermanfaat bagi anda segala,

Dukun Pelet Ampuh
Dukun Pelet Terpercaya